Walaupun Tidak Menang, City Tetap Puas Mampu Meredam Liverpool

img
Oct
08

Manchester City kehilangan kesempatan menang atas Liverpool setelah penalti Riyad Mahrez gagal. Akan tetapi City tetap bangga mampu meredam trio berbahaya Liverpool.

The Citizens mesti puas bermain seri tanpa gol ketika bertandang ke Anfield pada hari Minggu (7/10/2018) malam WIB. Pertandingan berjalan sangat ketat dengan kedua kesebelasan tidak banyak mendapatkan peluang berarti.

Penguasaan bola juga seimbang, dengan City menguasai 51% berbanding 49% milik The Reds. Namun Liverpool sedikit lebih banyak di dalam melepaskan tembakan, yakni 7 berbanding 6 milik City. Kedua kesebelasan sama-sama mencatatkan 2 tembakan ke gawang dari total tembakan yang dilepaskan.

Tapi City mempunyai peluang terbaik untuk meraih 3 angka ketika wasit Martin Atkinso memberikan hadiah penalti pada menit ke-86. Tapi Mahrez yang maju sebagai algojo tidak mampu memaksimalkannya karena sepakannya melambung.

Bek City, John Stones menyebut kegagalan penalti itu menjadi semacam anomaly buat Mahrez.

“Hampir saja. Ini adalah satu dari begitu banyak kejadian di sepakbola. Riyad Mahrez mengambil penalti-penalti dengan amat baik di latihan di sepanjang pekan, akant tetapi ini terjadi dan kami mesti cepat melupakannya” kata Stones.

“Kegagalan penalti itu juga menyemangati suporter mereka, jadi kami mesti bekerja keras karena momen-momen itu dapat berdampak lain. Jadi kami mesti tetap tenang” sambung bek berusia 24 tahun itu.

Walaupun tidak bisa menang, Stones menyebut hasil seri ini sudah patut disyukuri. Sebagai catatan, di musim lalu City kalah 3 kali dari 4 pertemuan melawan Liverpool.

Usai mempermalukan Liverpool 5-0 di Etihad Stadium, yang mana mereka terbantu karena kartu merah Sadio Mane, musim lalu City bertekuk lutut dengan skor 3-4, 0-3 dan 1-2 dari ‘Si Merah’. Bisa clean sheet di pertandingan kali ini memperlihatkan adanya peningkatan secara defensif dari City.

“Ini perbaikan dari musim lalu. Liverpool merupakan tim top dan mendapatkan clean sheet di Anfield merupakan sesuatu yang bisa dibanggakan semua tim. Hari ini adalah pertarungan taktik dan semua orang sudah bekerja keras buat tim” lanjut Stones.

“Kami bermain tangguh dan memperlihatkan kekuatan mental yang besar. Bagaimana kami tampil berbeda dari musim kemarin, kini kami memanfaatkan bola dengan lebih baik. Kami solid saat bertahan. Ini merupakan 2 tim taktis yang berhadapan satu sama lain dan hanya margin tipis yang dapat memenangkan pertandingan ini” tutup bek kelahiran Barnsley, 28 mei 1994 itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *