Walau memang atas SPAL, Rossoneri tetap gagal ke Liga Champions

img
May
27

AC Milan memang memetik kemenangan saat menjalani pekan terakhir Liga Italia 2018/2019. Menundukkan SPAL 3-2, Rossoneri tetap gagal ke Liga Champions. Dalam pertandingan di Stadio Paolo Mazza, Senin (27/5/2019) dinihari WIB, kemenangan Milan tak didapat dengan mudah. Milan unggul dua gol lebih dulu via Hakan Calhanoglu dan Franck Kessie pada babak pertama.

SPAL memperkecil ketertinggalan dengan gol yang dicetak Francesco Vicari untuk menutup babak pertama dengan skor 2-1. Di babak kedua, SPAL menyamakan kedudukan dengan gol sundulan Mohamed Fares pada menit ke 53. Milan mengunci kemenangan berkat gol Kessie via titik putih pada menit ke-66. Dengan tambahan tiga poin ini, Milan gagal menembus empat besar.

Mereka finis kelima klasemen akhir Liga Italia 2018/2019 dengan raihan 68 poin. Atalanta dan Inter Milan juga memetik kemenangan hingga unggul satu angka dari Milan. Milan harus puas dengan raihan tiket ke Liga Europa musim depan. Sementara itu, SPAL menyudahi musim dengan raihan 42 angka, ada di peringkat ke-13. Gennaro Gattuso sangat kecewa dengan kegagalan mendapatkan tiket ke Liga Champions dan mulai mempertimbangkan masa depannya di Rossoneri.

“Saya berterima kasih pada tim. Menuntaskan musim dengan 68 poin memberi saya kebanggaan, meski itu rasanya menyakitkan gagal lolos ke Liga Champions,” ucap Gattuso. “Pekerjaan seorang pelatih harus dievaluasi oleh klub dan ahlinya. Saya akan bertemu manajemen klub dan kami akan berbicara. Saya ingin mendengar apa yang mereka pikirkan tentang saya,” lanjut Gattuso.

Milan sebenarnya sempat bertengger di posisi tiga pada pekan 26 dan 27, serta sepertinya akan finis di empat besar setelah bertahan di posisi empat sampai pekan 33. Namun mereka menjalani periode buruk di Maret sampai April dengan menelan empat kekalahan dan dua hasil imbang dari sembilan laga. “Penyesalan terbesar adalah kami tidak mampu mempertahankan konsistensi di level yang sama dalam 3-4 bulan. Kami menjalani banyak periode buruk.”

“Saya merasa saya memiliki terlalu banyak sejarah dengan klub ini, saya merasakan lebih tertekan dari yang seharusnya saya rasakan. Saya kurang tidur dalam 18 bulan terakhir, secara mental saya remuk redam dan itu yang harus saya pertimbangkan,” tuntasnya memberi indikasi akan meninggakan San Siro.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *