Tag Archives: Casino Online

Manchester United Kembali Raih Hasil Imbang 2-2 Saat Jamu Burnley

Jesse Lingard

Dalam laga match day ke 20 pada ajang kompetisi Liga Premier Inggris yang berlangsung hari Selasa (26/12/2017) malam hari di Old Trafford,tim tuan rumah Manchester United pun harus kembali mendapatkan jumlah raihan satu poinnya lagi pada tadi malam usai hanya bisa bermain imbang 2-2 dengan lawannya Burnley. Dimana masing-masing gol yang tercipta didalam laga tadi malam itu pun dipersembahkan oleh Jesse Lingard yang mengemas dua buah gol untuk timnya Manchester United,sementara itu dua buah gol dari tim Burnley itu pun dipersembahkan oleh Ashley Barnes dan Steven Defour.

Dalam jalannya laga babak pertama yang berlangsung pada tadi malam,tim The Red Devils yang bermain didepan publiknya sendiri itu pun bahkan sudah harus mengalami kebobolan dan tertinggal 0-1 terlebih dahulu dimenit 3 pada babak pertama melalui gol dari Ashley Barnes. Skor 0-1 yang didapatkan oleh tim Burnley itu pun tetap bertahan didalam sisa waktunya pada babak pertama,dan tim Burnley pun baru bisa lagi menggandakan keunggulannya menjadi 0-2 dimenit 36 melalui gol dari Steven Defour.

Tertinggal 0-2 dari tim Burnley didalam laga babak pertama pun tentunya mengharuskan tim tuan rumah Manchester United harus bisa bermain dengan lebih baik dan lebih impresif lagi didalam sepanjang pertandingannya pada babak kedua. Dan akhirnya tim tuan rumah Manchester United pun baru bisa memperkecil kedudukan mereka menjadi 1-2 dimenit 53 melalui gol dari Jesse Lingard. Setelah itu skor 1-2 yang didapatkan oleh tim Manchester United tersebut pun bertahan cukup lama didalam sisa waktunya pada babak kedua,dan pada akhirnya dimenit-menit akhir pertandingan pada babak kedua,Jesse Lingard pun berhasil mencetak gol keduanya dan sekaligus berhasil menyelamatkan timnya Manchester United dari kekalahannya pada tadi malam dengan hasil imbang 2-2 yang mereka dapatkan dari Burnley.

Atas raihan satu poin yang kembali didapatkan oleh tim besutan Jose Mourinho pada tadi malam itu pun tentunya membuat mereka tetap tertahan diperingkat kedua pada papan klasemen Liga Premier Inggris dengan jumlah raihan 43 poin. Sedangkan tim Burnley yang juga mendapatkan tambahan satu poinnya pada tadi malam itu pun membuat mereka berada diperingkat ketujuh dengan jumlah raihan 33 poin. Meski demikian tim besutan dari Jose Mourinho pun harus bisa tetap bermain dengan konsisten dan mendapatkan raihan poin positifnya pada saat akan menjalani laga match day ke 21 nya diakhir pekan ini dengan menjamu dan menghadapi Southampton di Old Trafford.

Tottenham Hotspur Tundukkan Southampton 5-2

Harry Kane

Dalam laga match day ke 20 pada ajang kompetisi Liga Premier Inggris yang berlangsung hari Selasa (26/12/2017) malam hari di White Hart Lane,tim tuan rumah Tottenham Hotspur yang tampil didepan publiknya sendiri itu pun berhasil mendapatkan kemenangan dan juga raihan tiga poinnya usai menundukkan lawannya Southampton dengan skor telak 5-2. Dimana gol-gol kemenangan dari tim Tottenham Hotspur itu pun dipersembahkan oleh Dele Alli, Heung-Min Son dan Harry Kane yang berhasil mencetak gol hat tricknya pada tadi malam. Sementara itu dua buah gol balasan dari tim Southampton itu pun dipersembahkan oleh Sofiane Boufal dan Dusan Tadic.

Dalam jalannya laga pertandingannya pada tadi malam,tim The Lilywhites yang tampil didepan publiknya sendiri itu pun memang terlihat lebih menguasai dan mendominasi jalannya pertandingan dibandingkan lawannya Southampton. Sebab hal itu pun bisa terlihat dari keunggulan 2-0 yang didapatkan oleh tim tuan rumah The Lilywhites didalam laga babak pertama melalui dua buah gol dari Harry Kane dimenit 22 dan dimenit 39. Berhasil memimpin dengan skor 2-0 didalam laga babak pertama,tim The Lilywhites pun lantas sudah berhasil menambah keunggulan mereka menjadi 3-0 melalui gol dari Dele Alli ketika laga babak kedua pun baru saja berjalan empat menit.

Sayangnya hal itu pun hanya bertahan sementara saja,karena dua menit berselang tim Tottenham Hotspur pun kembali menggandakan keunggulannya menjadi 4-0 melalui gol dari Heung-Min Son. Tim Southampton pun akhirnya bisa memecah kebuntuan mereka dan memperkecil kedudukan mereka menjadi 4-1 dimenit 64 melalui gol dari Sofiane Boufal. Namun tiga menit berselang,tim Tottenham Hotspur pun kembali menggandakan keunggulan mereka menjadi 5-1 melalui gol ketiga dari Harry Kane. Delapan menit menjelang akhir babak kedua,tim Southampton pun baru bisa lagi memperkecil kedudukan mereka menjadi 5-2 melalui gol dari Dusan Tadic.

Atas raihan tiga poin yang didapatkan oleh tim The Lilywhites pada tadi malam itu pun tentunya membuat mereka kini menempati peringkat kelima didalam papan klasemen Liga Premier Inggris dengan jumlah raihan 37 poin. Sementara itu tim Southampton yang pulang dengan tangan kosong dari White Hart Lane pada tadi malam itu pun harus puas untuk berada diperingkat 14 dengan jumlah raihan 19 poin. Meski demikian tim The Lilywhites pun harus bisa tetap mempertahankan performa permainannya lagi,sebab mereka pun akan kembali menjalani aga match day ke 21 nya lagi dengan menjamu West Ham United di White Hart Lane pada 5 Januari 2018 mendatang.

Momen-Momen Sepakbola Terbesar di 2017

Cristiano Ronaldo

Tahun 2017 akan segera berakhir dalam hitungan hari. Dari transfer gila Neymar sampai nestapa Italia, berikut ini momen-momen sepakbola terbesar di 2017.

1.Cristiano Ronaldo di dapuk sebagai pemain terbaik dunia versi FIFA. CR7 meraih penghargaan itu setelah dia mengantar timnas Portugal menjadi juara Piala Eropa 2016 dan membawa Madrid mempertahankan trofi Liga Champions.

2.Pada bulan Februari, Zlatan Ibrahimovic sukses memberi trofi pertama kepada Manchester United. Keberhasilan striker gaek asal Swedia itu seakan meneruskan tradisi meraih trofi di setiap negara tempat dia bermain.

3.Usai membawa Leicester City jadi juara Liga Inggris di 2016, Claudio Ranieri dipecat pada bulan Februari usai serangkaian hasil buruk timnya. Leicester terdampar di zona degradasi. Untungnya Leicester City tetap bertahan di Premier League saat musim 2016/2017 berakhir.

4.Barcelona melakukan comeback luar biasa di bulan Maret 2017 di ajang Liga Champions. Klub La Liga itu sukses membalikkan keadaan dengan menang 6-1 di leg kedua setelah kalah 0-4 pada pertemuan pertama melawan Paris St Germain.

5.Zinedine Zidane meraih gelar juara liga pertamanya sebagai pelatih bersama Real Madrid di bulan Mei. Madrid berhasil mengalahkan Barcelona dengan keunggulan satu poin saja di La Liga.

6.Masih di bulan yang sama, Zinedine Zidane juga menjadi pelatih pertama yang mampu mempertahankan trofi Liga Champions. Di partai final, Real Madrid yang di latih oleh Zidane mengalahkan Juventus dengan skor 4-1.

7.Pada bulan Juni 2017 ini AS Monaco menghentikan dominasi Paris St-Germain di Liga Prancis dengan menjadi juara.

8.Arsenal untuk pertama kalinya gagal ke Liga Champions di era manajer Arsene Wenger usai finis di urutan kelima klasemen akhir Premier League di musim lalu.

9.Neymar menjadi pemain termahal dunia di bulan Agustus setelah dia di tebus oleh Paris St Germain dengan harga 222 juta euro dari Barcelona.

10.Bencana menimpa timnas Italia karena mereka gagal lolos ke Piala Dunia 2018 usai dikalahkan Swedia di babak Play-off bulan November. Selain Italia, ada juga Belanda, Chile, dan Wales yang gagal ke Rusia.

11.Cristiano Ronaldo kembali di dapuk sebagai pemain terbaik dunia setelah usai meraih trofi Ballon d’Or 2017 bulan Desember ini. Ini adalah koleksi kelima milik Ronaldo, setara dengan jumlah yang di dapat Lionel Messi.

Lewati Messi, Harry Kane Pemain Paling Subur di 2017

Harry Kane

Harry Kane resmi tercatat sebagai pemain palin produktif di sepanjang 2017. Striker andalan Tottenham Hotspur dan timnas Inggris itu melewati catatan gol milik Lionel Messi yang bermain untuk klub La Liga, Barcelona.

Sebelum Spurs memainkan laga Boxing Day melawan Southampton di tengah pekan kemarin, Kane sudah mengoleksi 53 gol di level klub dan timnas. Striker berusia 24 tahun itu cuma butuh satu gol untuk menyamai koleksi gol Messi yang berjumlah 54 buah.

Kane pun akhirnya berhasil menutup tahun 2017 ini dengan mencetak gol. Dia bukan Cuma mencetak satu atau dua gol, tetapi langsung memborong tiga gol ke gawang Southampton untuk membantu kemenangan timnya dengan skor akhir 5-2 dalam pertandingan yang berlansung di Stadion Wembley, Selasa (26/12/2017) malam WIB.

Tambahan tiga gol itu berarti membuat Kane total mencetal 56 gol di sepanjang tahun 2017 ini. Rinciannya adalah 49 gol dia cetak di level klub bersama Tottenham Hotspur, sedangkan 7 gol lainnya dia cetak saat berseragam timnas Inggris.

Rekor 56 gol milik Kane ini dia buat dalam 52 penampilan di seluruh ajang. Jika di rata ratakan, maka Kane mencetak 1,08 gol per laga. Dia pun menjadi satu satunya pemain dalam daftar pemain yang mencetak 50 gol atau lebih yang mempunyai rataan lebih dari satu gol per laga.

Selain berhasil menjadi pemain tersubur di Eropa, Kane di saat yang bersamaan juga berhasil membuat rekor baru sebagai pemain paling produktif dalam satu tahun kalender Premeir League. Secara keseluruhan, Kane berhasil mendulang 39 gol di sepanjang tahun 2017 di ajang Liga Inggris, melewati pencapaian 36 gol yang di buat Alan Shearer saat masih membela Blackburn Rovers pada 1995 lalu.

Berikut ini adalah daftar pemain tersubur di sepanjang tahun 2017 menurut situs UEFA :

56 Harry Kane (52 penampilan, 1,08 gol per laga)

54 Lionel Messi (64 penampilan, 0,84 gol per laga)

53 Robert Lewandowski (55 penampilan, 0,96 gol per laga)

53 Cristiano Ronaldo (59 penampilan, 0,89 gol perlaga)

53 Edinson Cavani (62 penampilan, 0,85 gol per laga)

Pep : Manchester City Tidak Akan Melemah Diparuh Kedua Musim

Pep Guardiola

Ada kecemasan Manchester City akan melaju lambat di paruh ke-2 musim ini. Tapi, manajer Pep Guardiola tidak sama pendapat dengan itu.

City tidak disangkal jadi tim yang paling on fire di Eropa sekarang ini, lebih dari Barcelona, Bayern Munich, Paris Saint-Germain, atau bahkan juga juara Eropa Real Madrid yang terseok-seok.

Di Premier League yang populer ketat, City saat ini dapat nyaman memimpin klassemen dengan kelebihan 13 point atas Manchester United di tempat ke-2. Diluar itu, The Citizens tampak trengginas lewat catatan 60 gol dari 19 minggu berlalu atau rata-rata tiga gol lebih per pertandingan.

Lumrah bila perform anak asuh Guardiola itu memperoleh pujian disana-sini. Tapi dibalik perform hebat itu, tersimpan kecemasan kalau City juga akan kehabisan bensin demikian musim 1/2 jalan.

Terlebih jadwal padat telah menanti City sampai akhir Januari saat Piala FA bergulir plus dua semi final Piala Liga Inggris.

Tapi Guardiola menolak asumsi itu serta meyakinkan dianya juga akan melindungi keadaan beberapa pemainnya supaya City dapat selalu tampak trengginas seperti saat ini.

” Capek? Saya fikir tidak. Mungkin saja akan berlangsung tapi kami miliki scuad yang cukup bagus, ” tutur Guardiola pada media setempat.

” Gabriel Jesus tidak bermain lawan Bournemouth – dia bermain 120 menit lawan Leicester serta dia yaitu petarung terhebat yang sempat saya saksikan bermain dalam intensitas tinggi. Dia begitu menolong kami dengan intensitasnya, ” sambungnya.

” Danilo, Bernardo Silva, Ilkay Guendogan, semua menolong kami waktu hadapi Bournemouth. Kami miliki Yaya Toure. Di pertandingan paling akhir, Oleksandr (Zinchenko) yaitu pemain paling baik serta dia tidak bermain lawan Bournemouth. ”

” Pastinya kami juga akan merotasi scuad di periode ini. Kami bermain empat hari sekali. Semuanya yang bermain terlebih dulu juga akan bermain juga di pertandingan setelah itu. ”

” Itu semuanya karna kwalitas pemain yang saya miliki di Barcelona, Bayern Munich, serta saat ini disini, ” tutupnya.

Di pertandingan Boxing Day kelak, City juga akan melawat ke St James’ Park, Kamis (28/12/2017) dinihari WIB besok. City telah tidak terkalahkan di 27 pertandingan liga paling akhir mulai sejak April.

Conte: Tidak Semua Pelatih Mampu Menyerupai Pep Dan Zidane

Pep Guardiola

Antonio Conte mewanti-wanti pada pemain atau eks pemain yang menginginkan jadi pelatih. Sebenarnya tidak gampang dapat berhasil secepat Pep Guardiola atau Zinedine Zidane.

Guardiola segera mencapai treble pada musim perdananya melatih Barcelona pada 2008 serta sesudahnya yaitu histori baik di Bayern Munich dan saat ini yang tengah dibuatnya di Manchester City.

Zidane juga setali tiga uang saat dia ditunjuk menukar Rafael Benitez Januari 2016. Belum juga genap dua th. melatih Real Madrid, Zidane telah miliki tujuh titel termasuk juga dua trofi Liga Champions. Walau sebenarnya Madrid yaitu tim senior pertama yang dikerjakan Zidane.

Lumrah bila keduanya lalu jadi kiblat beberapa pelatih muda yang akhir-akhir ini mencuat terutama di sepakbola Jerman. Sebut saja Julien Nagelsmann (Hoffenheim) atau Domenico Tedesco (Schalke 04) , yang telah melatih di fase awal usia 30-an.

Tapi apa yang diraih Guardiola serta Zidane tidak dapat dan merta jadi tolak ukur. Terkecuali keduanya melatih club besar yang di dukung kemampuan finansial, banyak aspek juga yang memengaruhi satu diantaranya kwalitas individu pelatih.

” Kadang-kadang pemain yang miliki karir hebat berfikir mereka dapat jadi manajer secara cepat. Tapi itu hal berlainan saat masih tetap bermain dan waktu melatih. Begitu berlainan. Anda mesti melakukan banyak pengalaman sebelumnya menjangkau tujuan fantastis, ” tutur Conte seperti diambil Soccernet.

” Untuk argumen ini, saya pilih mulai dari bawah sekali, dan rasakan yang namanya kekecewaan. Saat saya mulai melatih, pengalaman pertama saya melatih Arezzo di Serie B, dipecat sesudah sembilan pertandingan. Lantas mereka menggunakan saya sekali lagi mendekati akhir musim. Pengalaman begini begitu perlu buat saya, ” lanjut pria asal Italia itu.

Sebelumnya mencapai berhasil dengan Juventus (tiga titel scudetto beruntun) , melatih timnas Italia, serta jadi juara Premier League pada musim perdana melatih Chelsea, Conte memanglah lalu-lalang di beberapa klub semenjana jenis Bari, Atalanta, serta Siena.

” Apakah Anda bekerja bareng beberapa pemain paling baik didunia atau di level bawah, senantiasa susah memanglah mengajarkan filosofi bermain Anda. ”

” Anda mesti berlatih banyak dalam soal taktik, video analisa, segi tehnik, serta Anda mesti mengurus beberapa hal masalah mental pemain. Ini masalah langkah mengubahkan inspirasi serta mentalitas Anda. Jadi pelatih, itu pekerjaan yang begitu susah tapi waktu berbarengan Anda juga akan begitu senang bila tim bermain sesuai sama apa yang diinginkan, ” ujarnya.

Kompaknya Barisan Belakang Burnley Menjadi Sebuah Ujian Bagi Manchester United

Jesse Lingard

Burnley jadi satu diantara tim dengan pertahanan paling solid di Premier League musim ini. Dapatkah Manchester United membongkarnya pada Boxing Day?

Burnley baru kemasukan 15 gol dalam 19 kompetisi. Berkaitan jumlah kemasukan ini, The Clarets hanya kalah dari Manchester City (12 gol) , Manchester United (14 gol) , serta Chelsea (14 gol) .

Lini belakang yang solid itu mengantarkan Burnley untuk sesaat menempati posisi ke-7 di klassemen sesaat. Mereka mengoleksi 32 point serta cuma berjarak tiga point dari zone Liga Champions.

Rapatnya lini belakang Burnley tidak luput dari perhatian manajer MU, Jose Mourinho. Mourinho juga mesti memutar otak supaya anak buahnya dapat menjebol gawang Burnley di Old Trafford, Selasa (26/12/2017) .

” Saya fikir catatan kemasukan gol telah bicara. Mereka memanglah kemasukan tiga gol pada pertandingan paling akhir (melawan Tottenham Hotspur) , tapi sebelumnya itu mereka betul-betul menarik hingga mereka bertahan begitu baik, ” tutur Mourinho pada Sky Sports.

” Kebanyakan orang tahu langkah main mereka. Bila Anda menginginkan mereka memainkan sepakbola kreatif yang indah, mereka tidak juga akan mengerjakannya. Tapi, bila Anda bicara masalah permainan yang direct, pragmatis, serta bermain dengan kemampuan mereka, saya fikir mereka begitu bagus, ” imbuhnya.

” Mereka telah bekerja dengan manajer yang sama (Sean Dyche) sepanjang satu tahun lebih. Saya fikir identifikasi pada beberapa pemain, style bermain, manajer, beberapa inspirasi manajer begitu bagus. Jadi, apa yang mereka kerjakan, mereka kerjakan dengan baik, ” kata Mourinho.

MU sendiri adalah satu diantara tim dengan lini serang tertajam di paruh pertama musim ini. The Red Devils telah cetak 41 gol serta cuma kalah dari City (60 gol) .

Kane On Fire, Tottenham Pesta Gol Atas Southampton.

Harry Kane

Harry Kane meraih hat-trick lain dan memecahkan rekor untuk mencetak gol terbanyak Liga Primer dalam satu tahun kalender saat Tottenham mengalahkan Southampton di Wembley.

Striker Spurs dan Inggris menuju ke tujuan liga ke 37 pada 2017 pada 22 menit untuk melampaui tengara Alan Shearer, yang ditetapkan pada masanya di Blackburn pada 1995.

Kane kemudian menambahkan dua lagi sisi separuh waktu untuk membawa totalnya untuk tahun ini – baik untuk klub maupun negara – menjadi 56, dua lagi dari striker Barcelona dan Argentina Lionel Messi.

Sebelum ketiga Kane, Dele Alli berhasil 3-0 pada menit ke-49 saat dia melakukan latihan dari luar area penalti, sebelum menyiapkan Son Heung-min dua menit kemudian, yang menjalani masa depan Fraser Forster yang percaya diri.

Southampton, tanpa pencetak gol terbanyak Charlie Austin, mendapat tanda ketika Sofiane Boufal menyerang rendah di bawah Hugo Lloris, dan Dusan Tadic menambahkan gol kedua dengan usaha keras.

Meskipun mengalami pemulihan pada babak kedua, Orang Suci tidak pernah terlihat seperti memanjakan pesta Spurs dan sekarang telah pergi sebulan tanpa kemenangan di Liga Primer.

Spurs, sementara itu, berada di posisi kelima setelah Liverpool mengalahkan Swansea 5-0 pada pertandingan tandang akhir Selasa.

Ini adalah tampilan yang mengesankan dari sisi Mauricio Pochettino, namun permainan akan selalu diingat pada hari pemecah rekor Kane, saat ia memperkuat statusnya sebagai salah satu striker papan atas yang paling produktif.

Berbicara tentang rekaman 22 tahun yang diambilnya, Shearer men-tweet: “Anda hebat tahun 2017, Harry Kane. Anda pantas memegang rekor sebagian besar tujuan Liga Primer dalam satu tahun kalender. Dilakukan dengan baik dan tetap bekerja dengan baik. ”

Southampton telah menarik tiga dan kehilangan tiga dari enam pertandingan terakhir mereka dan tiba di Wembley tanpa dua pemain kunci di Austin, yang cedera dan diskors, dan Virgil van Dijk, yang ditinggalkan dari skuad lagi di tengah laporan keluar bulan Januari.

Mereka tampak kewalahan dan memberi kontribusi pada dominasi Tottenham.

Pierre-Emile Hojbjerg mengotori Danny Rose di tepi area penalti dan melepaskan tendangan bebas Eriksen Christian yang menyebabkan pembuka Kane.

Dan kesalahan Nathan Redmond di partai Spurs memberi tuan rumah kepemilikan tuan rumah dan serangan balik mereka selesai dengan pemogokan Son 4-0.

Southampton, tiga poin di atas zona degradasi di urutan ke-13, mampu memulihkan beberapa kebanggaan saat mereka dua kali mengalahkan Lloris yang gagap, tapi terlalu sedikit, terlalu terlambat.

Sisi Mauricio Pellegrino menghadapi tugas yang lebih berat di depan, dengan perjalanan jauh ke Manchester United ke depan.

“Kami sedikit tidak beruntung karena di babak kedua kami mendekati 1-2 tapi begitu kami mengakui yang ketiga permainannya hilang,” kata Pellegrino.

“Saya ingin melihat sebuah tim dengan karakter berkelahi dan bermain untuk bola, terkadang Anda melakukannya dengan baik, kadang kala Anda tidak tapi yang minimum adalah menunjukkan ini sejak awal, yang salah adalah kami menunggu sampai tujuan Tottenham untuk bereaksi.”

Pada penghilangan Van Dijk, bos Southampton menambahkan: “Kami tahu bahwa di sekitar Virgil akan ada banyak spekulasi, Anda harus menunggu sampai Januari, saya memilih yang terbaik untuk tim saya sekarang, itulah keputusan saya.”

“Untuk tahun depan, kita harus menang – menang setiap pertandingan, mentalitasnya sangat penting bagi kita.”

Manchester United Di Tahan Imbang Burnley 2-2.

Jesse Lingard

Jesse Lingard Berhasil menjadi pahlawan Manchester United ketika berhadapan dengan Burnley di lanjutan liga Premier League.

Ashley Barnes memecat Clarets unggul setelah tiga menit saat tendangan bebas Johann Berg Gudmundsson tidak dibersihkan, dan Steven Defour berhasil 2-0 dengan tendangan bebas 30 yard yang luar biasa ke pojok atas.

 

Lingard keluar dari bangku cadangan untuk babak kedua dan dengan cepat mengurangi defisit dengan hasil back-tumit pintar dari umpan silang Ashley Young.

 

United memiliki 75% kepemilikan setelah turun minum namun berjuang untuk mengubah tekanan mereka menjadi peluang yang jelas sampai bola menembus Lingard di tepi area penalti pada menit ke-91, dan dia melepaskan tembakan ke pojok bawah.

Tujuan Lingard adalah akhir yang dramatis untuk sebuah pertandingan yang mendebarkan namun masih mewakili dua poin yang dijatuhkan untuk United, yang mengakui penyeimbang akhir melawan Leicester pada hari Sabtu.

 

Sisi Jose Mourinho adalah 12 poin di bawah pemimpin klasemen Manchester City Manchester City, yang bermain di Newcastle pada hari Rabu.

 

Manajer United tidak senang dengan membela timnya untuk gol pertama Burnley, namun memuji cara mereka pulih dari ketertinggalan 2-0.

 

“Anak-anak melakukan apa yang mereka bisa,” kata Mourinho. “Mereka berusaha keras dengan masalah yang kita hadapi, dengan luka yang kita miliki.

 

“Saya tidak senang dengan hasilnya, saya tidak senang dengan hasilnya melawan Leicester, tapi saya senang dengan pemain saya. Tidak ada kritik untuk pemain saya.”

Romelu Lukaku dan Zlatan Ibrahimovic memulai pertama bersama untuk pertama kalinya, namun kemitraan mereka hanya berlangsung selama 45 menit sebelum Mourinho memutuskan bahwa dia memerlukan sesuatu yang berbeda di depan.

 

Ini adalah awal Premier League pertama Ibrahimovic musim ini dan, meskipun ia mencetak gol pertamanya dalam kampanye di kekalahan Carabao Cup minggu lalu oleh Bristol City, ia terlihat jauh kekurangan bentuk terbaiknya setelah kembali dari cedera ligamen lutut yang serius.

 

Pemain berusia 36 tahun itu juga tidak memiliki kecepatan, sesuatu yang Lingard disuntikkan ke dalam serangan United saat dia dibawa pada babak pertama.

 

Penampilan Lukaku sama mengerikannya. Dia hanya berhasil upaya di gawang – sundulan dari dekat titik penalti yang berakhir jauh dari target.

 

Petenis Belgia itu tetap terdiam oleh pertahanan Burnley sepanjang dan, jika bukan karena dua momen ajaib Lingard, hasilnya akan lebih merusak lagi bagi United.

 

Lingard mencetak dua gol namun tidak akan menjadi sasaran sebelumnya jika tidak menyelamatkannya dari Nick Pope, yang membantahnya dari jarak dekat sebelum bola melambung ke mistar gawang.

Burnley datang dalam beberapa menit setelah kemenangan pertama mereka di Old Trafford sejak 1962, namun masih tertinggal satu poin dan mendapat pujian besar.

 

Ini adalah kinerja back-to-the-wall yang pada saat itu mengingatkan pada hasil imbang 0-0 yang mereka dapatkan pada pertandingan yang sama musim lalu, saat United memiliki 37 tembakan tanpa mencetak gol.

 

United memiliki 23 kali ini, yang mewakili kemajuan dalam Clarets, namun memastikan bertahan dan beberapa penyelamatan hebat dari Nick Pope bukanlah satu-satunya alasan mereka mendapatkan hasil imbang lainnya.

 

Tendangan bebas Defour adalah serangan agung yang membuat David de Gea mencengkeram udara tipis saat ia berusaha sia-sia untuk menjaganya, dan sebuah pengingat akan kualitas yang telah membawa sisi Sean Dyche ke posisi ketujuh dalam tabel.

 

“Secara keseluruhan, untuk datang ke sini dan mendapatkan satu poin sangat menyenangkan, terutama saat skuad terbentang,” kata Dyche sesudahnya. “Ini adalah tempat yang sangat sulit untuk datang.

 

“United hanya kalah dari Manchester City dan tidak turun poin lagi, tapi kami memulai dengan baik dan berhasil masuk di antara mereka.

 

“Saya sangat senang, hal yang baik adalah mentalitas yang kami tunjukkan datang dari tantangan yang berat (kekalahan hari Sabtu oleh Tottenham) tempo hari. Terkadang ketakutan bisa merayap ke pemain tapi tidak ada di sana.

 

“Ada kepastian bagus tentang bagaimana kami melakukannya.”

Fellaini Belum Tahu Masa Depannya di United

Marouane Fellaini

Marouane Fellaini mengakui bahwa dia tidak tahu apakah dia akan tetap di Manchester United bahkan jika klub tersebut membuatnya menawarkan kontrak lagi. Fellaini, yang bisa meninggalkan Old Trafford secara gratis di musim panas, menolak tawaran pada bulan September.

Gelandang berusia 30 tahun tersebut mengatakan bahwa dia mengharapkan United membuat proposal lain namun masa depannya masih di udara. Dia mengatakan kepada kontributor Belgia Humo: “Jujur saja, saya tidak tahu, ada sesuatu yang ada dalam pikiran, tapi saya belum bisa mengatakan apapun tentang hal ini.”

Dia menambahkan: “Jika Manchester tidak menginginkan saya lagi, mereka pasti sudah mengatakan kepada saya, mereka mengajukan tawaran dan mereka mungkin akan membuat saya yang lain, apakah saya akan menerima bahwa saya tidak yakin, hal-hal itu tidak terjadi dalam semalam. ”

Sumber mengatakan kepada ESPN FC bahwa United menginginkan Fellaini untuk tinggal, sementara manajer Jose Mourinho tidak merahasiakan kekagumannya terhadap pemain internasional Belgia tersebut, yang memberinya “sangat penting” awal musim ini.

Tapi dengan kesepakatannya saat ini akan berakhir pada akhir musim, dia akan bisa bernegosiasi dengan klub asing mulai 1 Januari.

Ditanya apakah sikapnya bisa memberi efek negatif pada hubungannya dengan Mourinho, Fellaini mengatakan: “Tidak, kami membicarakannya. Manajernya adalah seseorang yang menghormati keputusan pemainnya.”

Dia menambahkan: “Ini adalah musim ke 10 saya di Inggris, selain pengalaman pertama saya di Manchester Saya hanya mengalami saat-saat indah Lima tahun di Everton, lima tahun di Manchester Saya menyukai stabilitas, butuh beberapa tahun sebelum Anda membangun hubungan Saya tahu semua orang sekarang – itu bagus. ”

Fellaini saat ini dikesampingkan dengan cedera lutut yang awalnya dideritanya bermain untuk Belgia melawan Bosnia pada bulan Oktober. Dia pulih untuk membuat empat penampilan di bulan November namunĀ  absen pada sembilan laga terakhir.

Dia mengatakan: “Ligamen dalam tersentuh Satu bulan kemudian saya bermain lagi, melawan Chelsea Tapi tiga minggu kemudian, melawan Brighton, saya merasa sakit lagi Saya memutuskan untuk tidak mengambil risiko .. Saya berlatih lagi, tapi tidak 100 persen .