Tag Archives: Bandar Online

James : Durrant Berhasil Lolos dari Pelanggaran yang di Buatnya

Kevin Durant

LeBron James mengatakan Kevin Durant berhasil lolos dengan pukulan keras kepadanya pada menit terakhir kemenangan 99-92 Golden State Warriors atas Cleveland Cavaliers pada Hari Natal, sementara Durant membela wasit wasit.

“Dia mengotori saya dua kali,” kata James saat mengemudikan mobilnya ke ring dengan Cavs turun 95-92 saat Durant memblokir tembakan James dan dia kehilangannya dari batas. “Tapi, apa yang akan kaulakukan?”

Kamera di siaran ABC dari pertandingan Senin menunjukkan Durant mengangkat bahu dari kontak yang dia buat dengan James sementara para pejabat meninjau kembali permainan tersebut untuk menentukan tim mana yang akan memegang kepemilikan dengan 24,5 detik tersisa pada kuarter keempat.

“Dia terlalu besar,” kata Durant. “Dia terlalu besar, dia terlalu besar untuk itu, dia terlalu besar, itu bukan pelanggaran.” Wasit Derrick Stafford awalnya memberi isyarat sebagai bola Cavs, tapi teleponnya dibatalkan setelah ulasan dan Warriors dianugerahi kepemilikannya.

Seorang reporter mengatakan kepada Durant bahwa pengguna di Twitter percaya bahwa MVP Final 2017 seharusnya telah bersiul karena melakukan pelanggaran terhadap permainan tersebut namun Durant, sekali lagi, mengklaim pembelaannya legal.

“Rasanya bersih,” katanya. “Mungkin ini adalah permainan yang sama dengan sekelompok dudes di Twitter yang mungkin berdebat tentang 24 Hour Fitness bahwa itu bukan pelanggaran. Mereka pernah berada di posisi itu sebelumnya, tapi tidak pada hari Natal di Oracle Arena. … Saya yakin jika mereka mendapatkan panggilan itu minggu depan di 24 Hour Fitness, mereka akan marah sehingga mereka disebut melakukan pelanggaran. Jadi, tetaplah itu di Twitter. ”

Kontak antara Durant dan James didahului oleh kepemilikan lain yang gagal untuk Cavs dengan 1:10 tersisa saat Durant menjaga James dan tampaknya memeriksa ulang MVP empat kali, menyebabkan James kehilangan bola di luar batas.

“Saya kehilangan sayap kiri,” kata James. “Dia menangkapku sedikit tapi aku kehilangan yang itu.” Pelatih Cavs Tyronn Lue, yang jarang menghadapi tantangan tersebut untuk menghindari denda, mengatakan bahwa ini adalah panggilan yang dekat.

Sriker rela menjadi pemain cadangan???hal ini sangat membuat pusing lewandowski di Bayern

Robert Lewandowski

Mencari pelapis untuk pemain handal Robert Lewandowski di Bayern Munich bukanlah perkerjaan yang sangat mudah. Setelah berhasil menduduki ajang pertandingan sebelumnya, Bayern Munich kini hampir pusing tujuh keliling, karena striker tangguh mana yang akan rela apabila dijadikan opemain cedangan hanya untuk sebagai pelapis untuk Robert Lewandowski.

Robert Lewandowski yang saat ini sedang bersinar karirnya telah menjadi top skorer Bundesliga dengan berhasil mencetak hasil 13 gol pertandingan, dan juga mengajukan perekrutan pemain striker handal lainnya. Pemainasal negeri Polandia itu merasa tidak memiliki pelapis yang sangat sepadan dengan dirinya, yang sanggup dan mampu membantunya untuk beristiraht sejenak.

Dia beranggapan tidak memiliki pemain yang bisa menggantikan Robert Lewandowski sebagai striker, dan di sudut pandang lainnya seperti yang dikutip oleh oleh media setempat, sudah berkali-kali dikatakan bahwa memang sangat rumit dan membuat kepala sangat pusing untuk mendapatkan pemain yang bisa menjadi seorang pelapis karena pemainnya Robert Lewandowski sendiri pada saat itu ingin bermain sendiri sepanjang waktu laga musim pertandingan, Ujar Muller saat bertemu dan diwawancarai kepada Bayern TV. Dan terkait situasi di lini depan Bayern, Thomas Mueller berkomentar sangat professional dan menurutnya untuk mendapatkan dan mencari personil pelapis untuk membantu Robert Lewandpwski memanglah bukan pekerjaan yang sangat mudah dilakukan.

Beberapa waktu lalu, Lewandowski juga sedang ,mengalami masalah dan berasumsi alangkah baik dan bagusnya apabil Robert Lewandowski memiliki seorang pelapis.

Tetapi jika memang demikian, ketika pelatih ingin memainkan si pelapis setip laga pertandingan ketiga an keempat Lewandowski dalam kondisi dengan stamina yang luar biasa dan itu bukan menjadi situasi yang bagus juga, ungkapnya.”Tentu saja ketika saya lelah, sangat mudah untuk memberitahukan bahwa saya benar-benar butuh pemain pelapis, tetapi sebaliknya jika memang demikian maka dalam setiap tiga bulan situasinya akan menjadi sangat rumit untuk Sang Pelapis”, ungkapnya demikian.

Barca Kembali Dirugikan Oleh Wasit La Liga

Luis Suarez

Untuk kedua kalinya secara beruntun, Barcelona kembali dirugikan oleh keputusan wasit di La Liga. Blaugrana lagi-lagi mendapati gol bersih mereka tak disahkan oleh wasit.

Hal itu terjadi pada pertandingan melawan Celta Vigo di Camp Nou, Sabtu (2/12/2017), yang berakhir imbang 2-2.

Saat laga memasuki menit ke-25 dalam kedudukan 1-1, Luis Suarez menjebol gawang Celta. Suarez menerima umpan terobosan dari Lionel Messi dan dengan tenang menaklukkan kiper Ruben Blanco.
Namun, wasit menganulir gol tersebut setelah melihat hakim garis mengangkat bendera tanda terjadinya offside.

Benarkah Suarez offside? Tayangan ulang menunjukkan Suarez sebenarnya masih onside ketika mendapatkan umpan dari Messi. Di sisi kiri pertahanan Celta, ada Jozabed yang posisinya membuat Suarez tetap onside.

Barca sebelumnya juga dirugikan ketika bermain imbang 1-1 dengan Valencia di Mestalla, akhir pekan lalu. Saat itu, bola tembakan Messi sudah melewati garis gawang sebelum dibuang oleh Neto. Namun, wasit dan hakim garis tak menyatakan sudah terjadi gol. Hal ini juga dipengaruhi oleh ketiadaan teknologi garis gawang di La Liga.

Terkait keputusan-keputusan wasit yang merugikan timnya, pelatih Barca Ernesto Valverde buka suara.

“Anda selalu ingin kontroversi apa pun menguntungkan Anda, tapi kami berharap wasit tak membuat kesalahan pada keputusan berikutnya,” ujar Valverde seperti dikutip AS.

“Saya santai soal itu. Itu pernah terjadi sebelumnya,” kata dia.

Hasil imbang dengan Celta membuat Barca berpotensi didekati Valencia. Mereka masih memimpin klasemen La Liga dengan 36 poin dari 14 laga, unggul lima poin atas Valencia.

Namun, Valencia baru bertanding melawan Getafe pada Minggu (3/12/2017) malam WIB. Kalau Valencia menang, keunggulan Barca cuma tersisa dua poin.

Umtiti Akan Absen 2 Bulan

Samuel Umtiti

Barcelona kehilangan salah satu bek andalannya, Samuel Umtiti, dalam waktu yang cukup lama. Umtiti mengalami cedera hamstring dan bisa absen dua bulan.

Umtiti ditarik keluar pada menit ke-72 saat Barca bermain imbang 2-2 dengan Celta Vigo di Camp Nou, Sabtu (2/12/2017). Hamstring pemain belakang asal Prancis itu bermasalah ketika dia mengejar Iago Aspas dalam proses terciptanya gol kedua Celta yang dicetak oleh Maximiliano Gomez.

Umtiti langsung menjalani pemeriksaan dan hasilnya tak menggembirakan bagi Barca.
“Tes yang dilakukan mengonfirmasi Samuel Umtiti mengalami cedera hamstring di kaki kanannya dan dia diperkirakan akan absen selama sekitar delapan pekan,” tulis Barca di situs resmi mereka.

Dengan demikian, Umtiti akan menepi di sepanjang bulan Desember dan Januari. Bek berusia 24 tahun itu pun akan melewatkan sejumlah laga penting, salah satunya adalah laga El Clasico melawan Real Madrid pada 23 Desember.

Bersama Gerard Pique, Umtiti adalah pilihan pertama di posisi bek tengah Barca. Dia telah bermain pada 19 pertandingan di semua kompetisi musim ini.

Pelatih Barca, Ernesto Valverde, tak punya banyak pilihan pengganti untuk Umtiti karena Javier Mascherano juga sedang cedera. Dia mau tak mau harus mengandalkan Thomas Vermaelen sebagai pendamping Pique.

“Situasi seperti ini bisa muncul dan Anda harus menghadapinya,” kata Valverde soal cederanya Umtiti.

Barcelona melewati duel sengit lawan Celta Vigo. Barca ketinggalan duluan, bisa menyamakan lalu berbalik unggul, tapi akhirnya harus puas dengan skor akhir 2-2.

Dalam partai jornada 14 La Liga Camp Nou, Sabtu (2/12/2017) malam WIB, Celta Vigo memulai dengan apik setelah Iago Aspas membawa tim tamu unggul di menit ke-20.

Cuma dua menit berselang, Lionel Messi menyamakan skor untuk Barca. Setelah itu Blaugrana gantian memimpin melalui gol Luis Suarez di menit ke-62.

Madrid Tampil Kurang Baik Di Markas Bilbao

La Liga

Real Madrid gagal membawa pulang kemenangan dari lawatannya ke kandang Athletic Bibao. El Real harus puas dengan skor imbang tanpa gol.

Pada laga di New San Mames, Minggu (3/12/2017) dinihari WIB, Madrid menguasai jalannya laga dengan 14 attempts tapi hanya empat mengarah ke gawang dan menguasai 65 persen ball possesion. Sementara Bilbao punya delapan attempts dengan empat on goal.

Hingga akhir laga tak ada gol sehingga Madrid cuma menambah satu poin dan kini tertahan di posisi keempat dengan 28 poin dari 14 laga, selisih delapan angka dari Barcelona di puncak klasemen. Bilbao di posisi ke-15 dengan 14 poin.

Madrid langsung ambil inisiatif serangan sejak menit awal. Di menit ketujuh Karim Benzema punya kans ketika umpan silang Isco disambut dengan dada dan bola lantas disepak. Sayangnya si kulit bundar menerpa mistar.

Di menit ke-13 giliran Bilbao yang mengancam lewat akselerasi Inaki Williams di sisi sayap yang dituntaskan dengan crossing ke kotak penalti tapi tandukan Aritz Aduriz bisa ditepis Keylor Navas.

Bilbao kembali bikin peluang di menit ke-19 ketika Williams mendapat ruang tembak di kotak penalti Madrid, tapi bola gagal dieksekusi dengan sempurna dan malah melebar.

Madrid kesulitan menembus pertahanan ketat Bilbao dan terus mencari cara dari berbagai arah untuk menciptakan peluang emas.

Di menit ke-36 Ronaldo mendapat bola umpan Dani Carvajal dan melepaskan sepakan setengah voli yang sayangnya cuma menyasar sisi gawang Bilbao.

Memasuki masa injury time babak pertama, Madrid nyaris mendapat gol ketika tandukan Raphael Varane mengarah ke gawang dan tak bisa dijangkau Kepa. Tapi Unai Nunez menyapunya tepat di garis gawang.

Skor 0-0 bertahan hingga turun minum. Masuk di babak kedua, Bilbao langsung menggebrak di menit ke-48 tapi Navas mampu menepis tendangan Aduriz.

Madrid belum juga mendapat peluang bersih di babak kedua dan terlihat frustrasi mencari celah di pertahanan Bilbao. Serangan dari sisi sayap yang digawangi Marcelo serta Carvajal gencar dilakukan.

Wenger Kecewa Arsenal Kalah

Jesse Lingard

Statistik pertandingan menunjukkan Arsenal jauh lebih unggul daripada Manchester United, kecuali untuk urusan gol. Arsene Wenger mengakui Arsenal kurang efisien.

Arsenal kalah 1-3 dari MU pada laga Premier League di Emirates Stadium, Minggu (3/12/2017) dinihari WIB. Tim tuan rumah tumbang meski tampil lebih mendominasi dan lebih banyak menekan.

Situs resmi Premier League menyebut Arsenal unggul penguasaan bola hingga 75,1 persen. Arsenal juga tercatat menyentuh bola sebanyak 846 kali, sementara MU cuma 448 kali. Ketika Arsenal membuat 655 operan di sepanjang laga, MU cuma sekitar sepertiganya (222 operan).

Arsenal membuat 33 percobaan mencetak gol dan 15 di antaranya tepat sasaran. Sebaliknya, MU cuma membuat delapan percobaan mencetak gol dan empat yang tepat sasaran.

Akan tetapi, dominasi tersebut tak ada artinya karena Arsenal cuma sanggup mencetak sebiji gol lewat Alexandre Lacazette. Sementara itu, dari empat tembakan tepat sasaran yang dibuat MU, tiga di antaranya berbuah gol melalui Antonio Valencia dan Jesse Lingard (dua gol).

Wenger mengakui tidak efisiennya Arsenal pada laga ini. Tapi, dia juga memuji ketangguhan David de Gea, yang membuat banyak penyelamatan penting di bawah mistar MU.

“Saya benar-benar kecewa karena ini adalah penampilan yang bagus, tapi pada akhirnya kami tidak punya apa-apa untuk ditunjukkan dan itu sulit diterima. Kami tidak cukup efisien di area penting. Kami menempatkan diri sendiri di posisi yang sulit,” kata Wenger seperti dikutip BBC.

Arsenal kini duduk di peringkat kelima klasemen Premier League dengan 28 poin. The Gunners ada di bawah Manchester City (40), Manchester United (35), Chelsea (32), dan Liverpool (29).

Manchester United memetik kemenangan 3-1 dari lawatan ke markas Arsenal di Liga Inggris. Paul Pogba diganjar kartu merah dalam laga MU melawan The Gunners itu.

Dalam pertandingan di Emirates Stadium, Minggu (3/12/2017) dinihari WIB, Arsenal lebih banyak melakukan penguasaan bola. Mereka mampu melakukan lebih dari 70 persen penguasaan bola dalam data yang dilansir situs resmi Premier League.

Adalah David De Gea yang menjadi tembok tebal untuk Arsenal. Kiper MU itu melakukan sebanyak 14 penyelamatan, dari total 15 shot on targetMeriam London.

 

Atletico Madrid Tampil Cemerlang

Atletico Madrid

Atletico Madrid dalam posisi yang tidak diuntungkan untuk lolos ke babak 16 besar. Di matchday terakhir, Atletico cuma ingin menang sembari mengharap keajaiban.

Los Rojiblancos bersaing dengan AS Roma sebagai pendamping Chelsea di fase gugur. Saat ini, Atletico duduk di peringkat ketiga Grup C dengan perolehan enam poin, tertinggal dua poin dari Roma di atasnya.

Situasi lebih sulit dialami Atletico karena mesti bertamu ke markas Chelsea di matchday terakhir, Rabu (6/12/2017) dinihari WIB. Sedangkan saingannya, Roma, ‘cuma’ akan melawan klub debutan Qarabag.
Untuk lolos, Atletico wajib meraih tiga poin dan Roma gagal menang di Olimpico. Secara teori, pekerjaan Giallorossi lebih mudah karena Qarabag belum sekalipun menang dalam lima pertandingan grup.

Selain itu, Atletico akan menghadapi Chelsea, yang masih memiliki misi. The Blues akan menginginkan finis sebagai juara grup apalagi kalah head to head dari Roma.

Melawat ke Stamford Bridge, Atletico bermodalkan kepercayaan diri. Menyusul kemenangan beruntun di empat pertandingan terakhir, termasuk ketika menundukkan Real Sociedad 2-1, semalam.

“Ini adalah pertandingan tersulit di musim ini — kami tidak bisa hanya mengandalkan diri sendiri,” kata bek Atletico Filipe Luis, yang dikutip Soccer Way.

“Kami harus melakoni pertandingan yang sempurna, menang, dan menunggu apa yang akan terjadi. Di dalam sepakbola segalanya memang mungkin, dan kami akan berjuang untuk segalanya. Akami akan mencoba mewujudkan sebuah keajaiban.”

“Kami sangat buruk di awal musim ini. Tapi tim dalam jalur yang benar dan itu artinya kami punya kepercayaan diri. Kami akan terus berjuang,” imbuh pesepakbola Brasil itu.

 

Madrid Gagal Raih Kemenangan

Lionel Messi

Barcelona tersendat lajunya usai diimbangi Celta Vigo. Sayangnya momentum itu gagal dimaksimalkan Real Madrid yang ikut-ikutan meraih hasil seri.

Meski bermain di Camp Nou, Sabtu (2/12/2017) malam WIB kemarin, Barca kerepotan meladeni perlawanan Celta. Sempat tertinggal lebih dulu, Barca lantas berbalik unggul 2-1 sebelum Celta memaksakan skor akhir 2-2.

Alhasil Barca pun gagal menjauhkan diri dari kejaran rival-rivalnya. Valencia baru bermain malam nanti dan punya peluang memangkas jarak jadi dua poin. Sementara itu Atletico berhasil memangkas jarak jadi enam poin usai menang atas Real Sociedad.
Nah, hasil seri Barca itu juga membuka peluang Madrid untuk mendekatkan diri apabila berhasil menang atas Athletic Bilbao di New Mames Minggu dinihari WIB tadi. Sayangnya Madrid gagal memaksimalkan peluang tersebut.

Alih-alih meraih tiga poin, Madrid kembali tampil buruk dan membuang banyak kesempatan bikin gol. Meski punya 14 attempts, tapi hanya empat yang tepat sasaran dan itu semua mentah di tangan Kepa Arrizabalaga.

Madrid gagal memangkas jarak dan tetap berselisih delapan poin dari Barca di puncak klasemen selewat 14 pekan. Opta mencatat total 28 poin yang dikumpulkan Madrid selepas 14 laga adalah yang terendah sejak musim 2008/2009. Saat itu Madrid punya 26 poin dan finis runner-up di bawah Barca.

Dengan kondisi seperti ini, mau tak mau Madrid dibayangi catatan buruk yang bisa saja terulang lagi di akhir musim ini. Tugas berat bagi pelatih Zinedine Zidane untuk memperbaiki performa tim, setelah dua pekan lalu juga main imbang tanpa gol di markas Atletico.

“Hari ini, jika kami bikin gol, kami bisa memangkas jarak. Ya, itu pasti. Kami bermain lebih buruk dan hari ini serta laga kontra Atletico (imbang), kami pantas mendapat poin lebih. Dengan satu gol saja kami bisa punya empat poin lebih banyak dan segalanya berbeda,” ujar Zidane di AS.

Marquez Remehkan Dovizioso

Andrea Dovizioso

Marc Marquez mengakui bahwa dirinya tak pernah memperhitungkan Andrea Dovizioso sebagai pesaing di MotoGP 2017. Hal itu diakuinya sebagai kesalahan besar.

Marquez harus menunggu sampai balapan seri terakhir di Valencia untuk memastikan gelar juara dunia MotoGP 2017, setelah bersaing sengit dengan Dovizioso. Pebalap Repsol Honda itu menutup musim dengan poin 298, unggul 37 angka dari Dovi.

Tapi, Marquez awalnya tak pernah memperhitungkan Dovi sebagai pesaing dalam perebutan gelar juara 2017. Apalagi, selama mengendarai Ducati Desmosedici sejak 2013, Dovi tak pernah menyudahi musim di posisi tiga besar.

Dalam pikiran Marquez, yang akan menjadi kompetitornya adalah Maverick Vinales, Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, atau Dani Pedrosa. Pemikiran ini ternyata salah besar.

Ke depannya, Marquez akan mewaspadai semua pebalap yang tampil di MotoGP.

“Tahun ini, ketika orang-orang bertanya kepada saya lawan mana yang paling berbahaya, saya selalu mengatakan Maverick, Dani, Valentino (Rossi), mungkin Lorenzo, tapi saya tidak pernah mengatakan Dovi,” kata Marquez seperti dikutip Autosport.

“Itu adalah suatu pelajaran untuk saya tahun ini, bahwa Anda harus berhati-hati dengan semua orang dan berusaha mewaspadai semua pebalap,” sambungnya.

“Pada awal musim ini (2017) sepertinya Maverick adalah pebalap tercepat, tapi pada akhirnya yang paling konsisten, pebalap paling komplet untuk memperebutkan gelar juara adalah Dovi, dan sangat menyenangkan untuk bersaing dengannya,” tegas Marquez.

Dalam tes yang berlangsung di sirkuit Ricardo Tormo pada Rabu (15/11/2017), Marquez mencatatkan waktu tercepat satu menit 30,033 detik. Catatan waktu itu meningkat dibanding catatannya pada hari pertama yakni satu menit 30,501 detik.

Di posisi kedua ada rekan satu tim Marquez di Repsol Honda, Dani Pedrosa, yang mencatatkan waktu satu menit 30,436 detik.

Sementara itu, posisi ketiga ditempati pebalap Monster Yamaha Tech3, Johann Zarco, dengan waktu satu menit 30,439. Catatan waktu ini menurun dari pencapaiannya di hari pertama yang bisa menembus 1 menit 30,389 detik.

Ducati Sambut Dovizioso Tahun 2018

Andrea Dovizioso

Andrea Dovizioso punya satu keinginan untuk Ducati di musim 2018. Dia berharap Desmosedici bisa berbelok sedikit lebih baik demi kompetitif di tiap akhir pekan.

Dovizioso sudah cukup kompetitif di musim 2017, bersaing dengan Marc Marquez untuk gelar juara dunia. Namun rider Ducati ini pada akhirnya harus puas jadi runner-up dengan raihan 261 poin, di belakang rivalnya dari tim Repsol Honda yang mengumpulkan 298 angka tersebut.

Jika bisa ditarik satu hal yang membedakan Dovizioso dan Marquez, itu adalah konsistensi finis di barisan depan. Baik Dovizioso dan Marquez sama-sama enam kali memetik kemenangan, tapi berbeda soal saat masing-masing menghadapi situasi rumit.

Marquez relatif lebih bisa membatasi hasil-hasil buruk, dengan cuma tiga kali finis di luar tiga besar dan tiga kali gagal finis. Sementara Dovizioso cuma dua kali gagal finis, namun juga delapan kali finis di luar podium.

Dovizioso pun punya satu permintaan kecil untuk Ducati, tanpa bermaksud mengeluh. Dia berharap Desmosedici tunggangannya di musim 2018 nanti bisa berbelok sedikit lebih baik.

Itu diyakininya akan membuatnya lebih kompetitif di musim baru. Ducati musim ini memang masih punya sedikit masalah understeer dan hal ini berpengaruh terhadap degradasi ban belakang.

“Saya rasa itu akan cukup. Kalau kami bisa meningkatkannya sedikit. Saya tak mau bilang kami harus membetulkannya, karena pastinya kami punya sejumlah keunggulan lain,” ungkap Dovizioso seperti dikutip Crash.

“Jadi saya tak mau bilang kalau motor kami buruk dan cara berbeloknya sangat buruk. Saya rasa kami punya poin-poin bagus dari motornya sekarang, tapi membelok, menurut saya dan dari pengalaman saya bersama tim-tim dan motor-motor yang berbeda, itu sangat penting.”

“Kalau kami mampu meningkat sedikit, itu akan cukup untuk kompetitif di setiap akhir pekan,” tambahnya.