Tag Archives: Agen Bola Gratis

Iniesta mengakui kecewa Barca tersingkir, mungkin CL yang terakhir

Iniesta

Roma membanggakan diri dengan menginjak leg semi-final Liga Champions (CL) setelah menyingkirkan Barcelona pada Rabu pagi. Meskipun tindakan pertama di Roma sebelum ini adalah kemenangan 4-1, tetapi cerita yang berbeda terjadi di Nou Camp untuk kuartal kedua. Barcelona dipaksa untuk melihat kebangkitan Roma dengan tiga gol tanpa balas sampai peluit akhir dibunyikan.

Kapten Barca Andres Iniesta mengakui kekalahan ini adalah kekecewaan tetapi dianggap tindakan CL terakhir baginya. Aksi Iniesta (dua kanan) saat bertemu pemain Roma awal Rabu pagi.

“Ada kemungkinan (terakhir) dan itulah mengapa saya lebih kecewa. Sangat menyakitkan ketika itu hilang. Tidak ada yang menduga ini terjadi karena kita mengenal mereka.

“Ketika Anda melakukan sesuatu yang buruk dan memiliki banyak kesalahan dan tidak memahami pertandingan, inilah yang terjadi. Ini musim paling mengecewakan bagi kami,” katanya.

Pelatih Barca Ernesto Valverde juga mengakui ini adalah malam yang buruk bagi juara lima kali Eropa.

“Saya meminta maaf kepada semua pendukung, ini adalah kekecewaan besar, tetapi sekarang kami harus fokus dan masih memiliki kecocokan. Kita harus melihat ke depan.”

Dalam berita lain, Cristiano Ronaldo menyelamatkan Real Madrid atas kekalahan dari Liga Champions setelah adu penalti pada injury time yang memungkinkan juara bertahan untuk menyisihkan Juventus di perempat final dramatis, hari ini, meskipun mereka kalah 1-3.  Real tampaknya hampir pasti untuk maju ke empat besar menyusul kemenangan 3-1 di leg pertama, pekan lalu, di Turin, tetapi Juve membuat kenaikan sensasional di kuarter kedua di Santiago Bernabeu.

Dua gol dari Mario Mandzukic melalui sundulan di babak pertama permainan telah memulihkan harapan mereka sebelum Blaise Matuidi mengambil keuntungan dari kesalahan yang dibuat oleh Keylor Navas untuk membantu tim Italia mengikat di dasi setengah jam untuk mengakhiri. Namun, karena pertemuan itu hampir pasti diseret ke waktu tambahan, wasit Inggris Michael Oliver disajikan penalti untuk Real pada injury time.

Ketika pertandingan memasuki menit ke-97, Ronaldo tidak melakukan kesalahan dalam adu penalti untuk memastikan timnya dikalahkan 1-3, tetapi Real pindah ke semi final melalui agregat 4-3. Gianluigi Buffon, yang membuat 125 penampilan dan mungkin aksi Liga Champions adalah yang terakhir sebelum pensiun, dikirim karena menolak keputusan wasit.

Mohd Nidzam Adzha adalah pelatih kepala Kedah

Mohd Nidzam Adzha

Kedah Football Association (KFA) hari ini menegaskan bahwa pelatih Kepala Kedah, Mohd Nidzam Adzha Yusoff, ditunjuk sebagai pelatih kepala Kedah untuk memandu tim untuk memenangkan kejuaraan di liga Malaysia musim ini.  Sekretaris Kehormatan KFA, Datuk Aminuddin Omar mengatakan surat resmi penunjukan itu akan dikeluarkan dalam dua hari ini. Mantan pemain Kedah, Muhammad Nidzam Adzha Yusoff akan terpilih kembali menjadi pelatih kepala tim Lang Red setelah beberapa minggu berkuasa sejak pelatih Spanyol Ramon Marcote merasa lega pada akhir Maret.

Kedah Football Association (KFA) sekretaris kehormatan Datuk Aminuddin Omar mengatakan keputusan itu diambil setelah kepercayaan KFA dalam kemampuan Muhammad Nidzam untuk memandu tim.

“Kami yakin dengan pengalamannya yang luas untuk membantu tim menang, dan saya yakin bahwa dalam pertandingan melawan Selangor di Darul Aman Stadium besok, dia mampu melakukan sesuatu untuk mengembalikan kepercayaan penggemar kepada tim dan manajemen KFA, “Dia mengatakan kepada wartawan setelah membuka program Chit Chat Science Express di sini, Kamis.

“Hasil ini berarti kami tidak akan menemukan pelatih baru dengan Muhammad Nidzam akan diberikan kepercayaan diri untuk menjalankan tim hingga akhir musim.

“Insya Allah, surat penunjukannya akan diserahkan dalam periode dua hari ini,” katanya. Dia berbicara pada konferensi pers setelah memimpin Program Chit Chat Science Express di Jitra Hall di sini hari ini.

Mengomentari posisi Marcote yang sebelumnya ditawarkan oleh Kepala Pelatih Pengembangan Sepak Bola KFA, Aminuddin mengatakan diskusi antara kedua pihak masih berlangsung.

“Tawaran itu sudah dibuat tetapi ada beberapa istilah yang masih diskusi di antara kami,” katanya.

Pada 28 Maret, Chief Executive Officer KFA Yusdi Madeinus Mohamad Yunus mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Mohd Nidzam Adzha ditunjuk sebagai Ketua Tim yang dipegang oleh Ramon Marcote sebelumnya.

Marcote diberi tugas baru sebagai Kepala Pelatih Pengembangan Sepak Bola KFA untuk membantu dalam pengembangan sepakbola negara dan sepakbola. Namun, Aminuddin mengatakan dia masih menunggu keputusan Marcote apakah dia menginginkan atau tidak menerima tawaran itu.

Dari Zidane hingga Buffon

Gianluigi Buffon

Gianluigi Buffon berteriak dan meninggalkan stadion karena kartu merah mengingatkan para fans tentang momen-momen Zinedine Zidane selama 10 tahun yang lalu. 1996/97, pertandingan Serie A pertamanya untuk Juventus, dan pertemuan pertamanya dengan Buffon, lalu di Parma, Zidane merasa senang. Di leg pertama, dia menerima kartu merah. Pada gilirannya, dia menendang bersih.

4 tahun kemudian, Buffon dan Zidane menjadi karakter utama dalam dua sejarah dunia sepakbola yang paling dapat dipindahtangankan. Pertama, Buffon meninggalkan Parma untuk Juventus seharga 52 juta euro, menjadi penjaga gawang termahal dalam sejarah. Lima hari kemudian, Zidane meninggalkan Juve untuk bergabung dengan Real seharga 76 juta euro, menjadi pemain termahal dalam sejarah.

Pada musim 2002/03, dua transaksi mahal ini hampir berakhir ketika Real menghadapi Juve di semi final Liga Champions. Siapa pun yang telah menonton film epik ini, akan terkesan dengan bola yang diciptakan Zidane dan Buffon. Itu tendangan bebas. Zidane menggambar kurva tanpa cela yang melintasi pagar dan meremasnya ke kolom. Dalam sekejap, Buffon mendorong bola ke depan. Jika kiper lain, bola berada di net dan Zidane memiliki gol yang bagus. Namun, dengan berdiri di bingkai kayu Buffon sehingga penonton menyaksikan salah satu yang paling menyimpan menyimpan sejarah Liga Champions. Pada akhirnya, Juve mengalahkan Real dengan total skor 4-3 untuk maju ke final.

Tiga tahun kemudian, mereka bertemu di putaran final Piala Dunia 2006. Zidane membuka skor di tempat dengan panik. Selain gol ini, Buffon membantah setiap gol Prancis dengan fase penyelamatan, termasuk tembakan spektakuler menghantam kepala Zidane. Dan pada saat terakhir kedua legenda besar itu berdiri di atas lapangan saat tandukan Zizou diarahkan ke dada Materazzi. Kartu merah ditarik keluar, Zizou membanting halaman, melintasi Cup emas dan memasuki terowongan. Saat-saat perpecahan membungkam sekilas karir tertutup dengan cara yang paling menyakitkan dan pahit.

Tiga bulan yang lalu, Buffon mengungkapkan rencana pensiunnya untuk pertama kalinya. “Saya punya rencana, mungkin saya akan mengakhiri karir saya dengan tendangan seperti Zidane di tahun ini,” katanya. Dan ironisnya, di final Liga Champions, Buffon meninggalkan lapangan sedemikian rupa.

Komentar Mohamed Salah Terkait Kane

Mohamed Salah

Harry Kane mendapatkan ‘hadiah’ tambahan satu gol dari kompetisi Premier League didalam pertandingan lanjtuan Premier League antara Tottenham Hotspur melawan Stoke City kemarin. Namun komentar dari rivalnya dalam upaya perebutan topskorer Premier League?

Spurs berhasil memenangkan pertandingan melawan Stoke City dengan skor tipis 2-1 melalui dua gol yang diciptakan oleh Christian Eriksen. Namun gol kedua milik Eriksen tersebut membuat timbulnya perbedatan didalam intern tim.

Hal tersebut juga klaim oleh Kane adalah gol yang diciptakannya karena bola hasil tendangan bebas yang dilepaskan oleh Eriksen menyentuh sedikit bagian kepalanya yang lantas membuat arah bola menjaid berubah dan kemudian masuk kedalam gawang yang dijaga oleh Jack Butland.

Bahkan setelah pertandingan itu berakhir, Kane langsung membuat sebuah video yang khusus untuk mengklaim kalau bola tersebut memang menyentuh kepalanya sesaat sebelum masuk kedalam gawang lawan. Dia bahkan sampai bersumpah dengan nama putrinya.

Permohonan Kane tersebut lantas disetujui oleh pihak Premier League di hari Rabu tanggal 11 April 2018 pada malam hari WIb kemarin. Setelah menyaksikan video laga tersebut secara seksama, pada akhirnya otoritas liga kemudian mengabulkannya dengan menyebut bahwa gol tersebut akan dihitung kedalam terolehan yang dimiliki oleh Kane.

Hal tersebut lantas membuat Kane mendapatkan satu tambahan gol didalam koleksinya pada musim ini yang membuatnya mendapatkan total 25 buah gol dan hanya berselisih empat buah gol saja dari Mohammed Salah yang juga kebetulan pada saat pekan lalu dirinya absen pada saat Liverpool melawan Everton.

Meskipun hanya satu gol, tentu saja itu cukup penting didalam persaingan Kane dan juga Salah yang akan memperebutkan Sepatu Emas di musim ini. Terlebih lagi Kane tidak mau kehilangan titel individual yang sudah dia menangkan didalam dua musim yang terakhir ini.

Salah tentunya sedikit dirugkan dikarenakan selisih gol miliknya serta Kane sekarang ini menjadi semakin kecil. Salah yang tampak tidak percaya dengan apa yang diputuskan oleh pihak Premier League tersebut lantas melontarkan semua komentar melalui akun Twitter pribadi miliknya.

“Wow, Benarkah?,” demikianlah yang dicuitkan oleh Mohamed Salah didalam akun Twitter pribadinya.

Cuitan Salah tersebut bahkan dikomentari oleh dua rekan satu timnya yang ada di Liverpool, yakni Gerginio Wijaldum serta Simon Mignolet dengan pesan gambar bergerak atau ‘Gif’.

Untuk sekarang ini, Salah sendiri telah mencetak sebanyak 29 buah gol untuk Liverpool dalam kompetisi Premier League, sementara Kane baru mencetak sebanyak 25 buah gol yang sudah termasuk dengan tambahan satu gol atas Stoke City sebelumnya. Namun peluang salah untuk mencetak gol sekarang ini lebih sedikit dari Kane karena Liverpool telah menjalanai 33 pertandingan yang artinya Salah hanya punya kesempatan menambah pundi-pundi golnya dalam lima laga saja. Sementara Tottenham masih memiliki enam pertandingan lagi dikarenakan baru menjalani 32 pertandingan.

Selain berebut top skorer Premier League, kedua pemain tersebut juga masih berpeluang membantu tim yang mereka perkuat untuk memperbutkan posisi tiga besar tangga klasemen Premier League akhir musim nanti.

Hal tersebut dikarenakan sekarang ini Liverpool yang ada diurutan ketiga klasemen sementara memiliki terolehan poin yang sama dengan Tottenham, yakni sama sama memiliki 67 angka. Meskipun seperti itu, akan tetapi Tottenham masih memiliki satu pertandingan lebih karena mereka baru memainkan 32 laga, sementara Liverpool telah memainkan 33 laga.

Allegri Sebut Juve Seharusnya Bisa Main Di Babak Tambahan

Massimiliano Allegri

Dalam laga leg kedua babak perempatfinal melawan Real Madrid, Juventus sejatinya mampu untuk menyamakan kedudukan agregat menjadi 3-3 sebelum pada akhirnya tendangan penalti pada saat waktu injury time membuat segalanya hancur. Bianconeri sendiri merasa bahwa pertandingan tersebut seharusnya bisa berlanjut sampai dengan babak extra time.

Juventus tampil dengan sangat mengesankan setelah mampu menyamakan kedudukan extra time disaat bertandang ke markas Real Madrid pada hari Kamis tanggal 12 April 2018 dini hari WIB tadi di dalam leg kedua babak perempatfinal Liga Champions. Pada saat babak pertama mereka sudah mampu untuk unggul dua gol melalui satu gol cepat Mario Mandzukic pada menit ke 2 dan juga di menit ke 37.

Gol yang diciptakan oleh Blaise Matuidi pada saat babak kedua, atau tepatnya di menit ke 60 membuat ‘Si Nyonya Tua’ langsung memimpin laga dengan skor 3-0 serta agregat pada akhirnya sama kuat. Namun kemudian Madrid lantas memperkuat lini serangan mereka.

Pada saat pertandingan sudah memasuki menit-menit terakhir, Juventus malah mendapatkan hukuman penalti dikarenakan MEdhi Benatia dianggap menjatuhkan Lucas Vazquez didalam upayanya untuk merebut bola didalam kontak terlarang. Para pemain dari kubu ‘The Old Lady’ lantas langsung melontarkan protes, namun Michael Oliver yang merupakan sang hakim lapangan sama sekali tidak mau mendengarkannya dan bahkan dia mengangkat kartu merah yang ditujukan untuk kapten dan sekaligus penjaga gawang utama Juventus, yakni Gianluigi Buffon.

Cristiano Ronaldo yang ditunjuk untuk menjadi eksekutor tentangan penalti tersebut berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik dan membuat El Real hanya kalah dengan skor 1-3. Sedangkan Juventus dengan hasil itu merupakan sebuah kepahitan.

Massimiliano Allegri selaku manajer klub Juventus menilai bahwa tim yang dilatihnya tersebut seharusnya layak untuk mendapatkan kesempatan untuk menjalani babak tambahan. Juventus sendiri tercatat melakukan enam kali tembakan yang mengarah keara sasaran dalam 11 kali percobaan mereka. Sedangkan Madrid hanya membuat enam dari 18 kali tembakan yang mengarah kearah gawang.

“Juventus sudah tampil dengan permainan yang sangat bagus sekali dan saya mau menyelamati para pemain yang saya miliki. LEg pertama juga cukup bagus, kami telah membiarkan lawan mencetak gol cepat dan Ronaldo mencetak gol yang sangat luar biasa,” kata Allegri.

“Pada malam ini para pemain sudah berhasil comeback. LEg pertama juga sudah memberikan saya kepercayaan diri kalau kami akan mampu untuk melakukan ini semua dan juga tim sangat layak untuk setidaknya menjalani pertandingan babak tambahan.”

“Besok tentu kami akan sangat berduka mengenai hasil ini, namun pada hari Jumat kami sudah harus kembali seperti semula lagi dikarenakan kami memiliki pertandingan yang besar pada saat akhir pekan. Saya tentu merasakan kepahitan yang sangat dalam dikarenkan kami tidak memiliki kesempatan bermain hingga babak tambahan. Kedua tim memang layak untuk hal tersebut saya rasa,” tutup pelatih yang telah berusia 50 tahun tersebut.

Meskipun tidak memenangkan kompetisi Liga Champions, namun di musim ini Juventus masih berpeluang mengangkat titel juara, yakni dalam kompetisi Serie A yang dimana mereka tengah memimpin klasemen sementara dengan terolehan 81 angka dan unggul dari rival terdekatnya Napoli dengan selisih empat angka. Sementara itu, mereka juga berpeluang menjadi juara Copa Italia yang dimana sekarang ini mereka telah menembus babak final yang membuat mereka akan beradapan melawan AC Milan di partai puncak.

Manchester City Gugur 1-2 Liverpool (1-5)

Roberto Firmino

Gabriel Jesus telah menggerakkan harapan akan comeback yang tidak mungkin terjadi ketika dia mencetak gol dalam waktu dua menit tetapi penampilan dominan pada babak pertama di mana Bernardo Silva membentur tiang dan Leroy Sane melihat gol yang secara salah dianulir gagal menghasilkan hadiah lebih lanjut. Tim Jurgen Klopp, yang mengejutkan juara Premier League dengan kemenangan 3-0 di Anfield yang gegap gempita, tahu satu gol tandang akan membuat tugas City semakin sulit, dan setelah Salah menyampaikan pukulan yang melemahkan semangat (56), Firmino menambahkan penghinaan lebih lanjut ( 77) saat tuan rumah kehabisan tenaga. Sementara City menunggu kesuksesan Liga Champions berlanjut, Pep Guardiola mengirim ke tribun untuk protes Sane-nya, pemenang lima kali Liverpool dapat bermimpi untuk menulis bab selanjutnya dalam sejarah Eropa mereka yang terkenal.

Gabriel Jesus memberi Manchester City awal yang sempurnaKlopp telah memperingatkan tentang “badai petir” Kota setelah kekalahan derbi Manchester mereka membuat mereka menunggu gelar liga dan awal yang sempurna untuk pertandingan sempurna yang disebut Guardiola datang ketika Fernandinho meluncur melalui bola yang Raheem Sterling kuadrat untuk Yesus. Sebuah sisi Kota yang cair, yang paling tinggi di lini tengah, memainkan bola-tetap ketika Liverpool bingung dan Yesus mendekat menyusul panah Sterling lainnya, sebelum umpan silang Leroy Sane memaksa Loris Karius untuk mengepak. James Milner membuat blok penting ketika Karius hanya bisa menangkis jalan Bernardo Silva sebagai pola satu sisi permainan terus, dan setelah menciptakan ruang untuk meringkuk hanya melebar dari tiang jauh, Silva bahkan semakin dekat ketika ia memecahkan kerangka gol. Scoreline ramping membendung dominasi City tetapi mereka ditolak apa yang tampak sah tiga menit sebelum babak pertama ketika Sane dibundel dari jarak dekat, intervensi Milner ketika Karius menekan jelas rendering onside Jerman.

Stefan Johansen Membuat Cottagers ke posisi kedua

Stefan Johansen

Pemogokan babak pertama Stefan Johansen sudah cukup untuk membantu klub memperpanjang rekor tak terkalahkan klub mereka menjadi 20 pertandingan. Fulham diharapkan untuk memberikan awal berjalan tetapi berjuang Reading yang membuat awal yang lebih baik sebagai Tim Ream dibersihkan dari garis untuk menolak Jon Dadi Bodvarsson, sementara Dave Edwards melihat upaya diblokir. Tuan rumah telah memulai dengan lamban tetapi dari kesempatan pertama mereka bermain setelah 25 menit mereka memimpin. Johansen memiliki tugas sederhana dari empat yard untuk mencetak gol kedelapan musim ini menyusul umpan silang Matt Targett dari kiri. Itu diselesaikan Fulham yang datang sedetik ketika Aleksandar Mitrovic langsung menuju Vito Mannone dari sudut Targett.

Mitrovic sangat disayangkan lagi ketika sundulannya dari tendangan bebas Johansen melebar di tiang gawang. Striker Newcastle yang sedang dipinjam itu melihat banyak bola dan melesat di setengah voli setelah beberapa permainan yang bagus oleh Ryan Sessegnon telah menyiapkan kesempatan. Mitrovic kemudian menuju off-balance dari umpan silang Targett dari kiri dalam aksi terakhir di babak pertama. Fulham memulai babak kedua dengan cara tenang yang sama dengan 45 menit pertama saat Reading melakukan yang terbaik untuk menggagalkan tuan rumah. Mitrovic membentur tiang dari 20 meter tetapi wasit meniup untuk offside dan itu tidak akan dihitung. Para pengunjung berjuang untuk menciptakan peluang mereka sendiri dengan tidak ada yang bisa mencapai tendangan bebas Liam Kelly. Di ujung lain, Johansen kehilangan pijakannya di depan gawang setelah Mitrovic menyalakan umpan Tom Cairney. Johansen pergi dekat lagi ketika drive kaki kirinya dari silang Targett diselamatkan oleh Mannone dengan bendera karena offside mencegah Mitrovic dari mengubah rebound.

Aston Villa Menang 1-0 Atas Cardiff

Glenn Whelan

Permainan, diberikan segel persetujuan Kerajaan dengan Pangeran William yang hadir, tampak akan menuju jalan buntu sebagai tahap terakhir tampak dengan skor tanpa gol, tetapi Grealish melangkah untuk membanting tendangan voli di menit ke-85 untuk merebut semua tiga poin untuk Vila. Cardiff memiliki banyak peluang sepanjang pertandingan tetapi menemukan kiper Villa Sam Johnstone dalam bentuk yang terinspirasi, dengan menyelamatkannya di akhir babak pertama untuk mencegah Glenn Whelan mencetak gol bunuh diri. Hasilnya berarti Cardiff drop out dari dua teratas, dengan kemenangan Fulham atas Reading melihat mereka naik ke tempat promosi otomatis, sementara Villa sekarang hanya empat poin di belakang sisi Neil Warnock, dan jejak Reading oleh lima. Villa bisa membuat mimpi mulai mengikuti pekerjaan cerdik oleh Robert Snodgrass untuk menempatkan Lewis Grabban di, hanya untuk striker pinjaman untuk memukul tendangan miringnya ke sisi jaring di hanya menit kedua.

Tuan rumah melepaskan tendangan besar pada menit ke-15 ketika tuan muda Axel Tuanzebe tertangkap oleh Nathaniel Mendez-Laing yang mematahkan servis di sisi kanan tetapi menyaksikan penggarukan yang rendah menghantam kaki tiang jauh. Kemudian, ketika babak pertama mendekati puncaknya, Johnstone dengan brilian membantah Cardiff setelah umpan silang meriam di punggung Whelan dan menuju pojok bawah. Di awal paruh kedua Cardiff perlahan muncul sebagai yang lebih berbahaya saat mereka mulai meluncurkan serangkaian serangan untuk menekan barisan belakang Villa. Hanya kaki yang terentang oleh Johnstone yang mencegah Kenneth Zohore membuka rekening Cardiff dalam waktu singkat. Grealish kemudian luput dari perhatian Gunnarsson untuk mengirim Conor Hourihane yang jelas hanya untuk orang Irlandia itu untuk mendorong tembakannya ke arah yang lebar saat dia ditutup oleh Etheridge. ketika Grealish menghasilkan tembakan yang meliuk-liuk yang melepaskan tembakan dari tiang dan masuk ke gawang

Sering Mencetak Hattrick, Kane: Ya, Ini Penampilan Terbaik Saya

harry kane

 

Penyerang Tottenham Hotspur, Harry Kane, membuat 3 kali hattrick di dalam 9 pertandingan. Striker internasional Inggris itu pun tidak menampik ketika disebut sedang dalam performa terbaiknya.

Kane bermain dengan cemerlang ketika Tottenham menghadapi Stoke City di White Hart Lane pada hari Minggu (26/2/2017). Kane mencetak 3 gol dan satu assist di dalam kemenangan 4-0 Tottenham atas Stoke..

Hattrick itu bukanlah yang pertama dari Kane di musim ini. Hattrick itu menjadi yang ketiga di dalam 9 laga terkahirnya bersama Tottenham di semua ajang.

Dua di antaranya dibuat di dalam sepekan ini. Kane juga membuat 3 gol ketika The Lilywhites melawan Fulham di ajang Piala FA pada 19 Februari lalu.

Selain hal itu, gol-gol ke gawang The Potters juga membuat Kane berhasil melampaui catatan 100 gol di sepanjang karir. Kane telah mengoleksi 102 gol. Semusim ini dia sudah mencetak 22 gol dengan 12 gol di dalam 11 pertandingan terakhir di sepanjang 2017.

“Apakah saat ini saya sedang berada dalam penampilan terbaik saya? Saya rasa iya. Saya merasa sangat fit, saya juga merasa begitu hebat dan saya berada dalam kondisi yang amat baik” kata Kane.

Kane memang sempat absen selama 7 minggu. Penyerang berusia 23 tahun itu mengalami cedera pergelangan kaki. Kane tidak kecewa dengan situasi tersebut, namun justru sebaliknya dia semakin terlecut untuk bermain dengan bagus.

“Tentu saja cedera yang saya alami sebelumnya di musim ini bisa memberikan sedikit imbas bagus terhadap saya. Saya mendapatkan waktu yang cukup untuk beristirahat. Saya tampil dengan amat baik beberapa bulan belakangan ini dana mat penting untuk tetap mempertahankan penampilan ini sampai musim tuntas” lanjut striker kelahiran Chingford, 28 Juli 1993 itu.

“Saya berharap bisa mencetak gol sampai 25 atau 30 gol. Itu selalu menjadi target saya di setiap musim. Kini saya telah mencetak 22 gol di semua ajang di musim ini. Saya mesti melanjutkan penampilan baik saya ini dan saya berharap bisa menambah gol sebanyak-banyaknya sampai akhir musim” demikian Kane.

Leicester Menang Karena Pengaruh Pemain dan Bukan Karena Shakespeare

danny drinkwater

 

Kemenangan yang didapat Leicester City atas Liverpool disebut sebagai pengaruh para pemainnya. Gary Neville pun menyebut Craig Shakespeare bukanlah seorang tukang sulap.

Leicester berhasil meraih kemenangan pertama sekaligus membuka keran gol pada tahun 2017. Itu sesudah The Foxes menundukkan The Reds dengan skor 3-1 pada hari Selasa (28/2/2017) dinihari WIB di King Power Stadium.

Striker andalan mereka, Jamie Vardy, menyumbangkan 2 gol di dalam pertandingan tersebut. Satu gol lain dicetak oleh Daniel Drinkwater. Sementara itu di kubu Liverpool, gol diceploskan oleh Philippe Coutinho.

Eks pemain Manchester United, Neville, yang kini menjadi komentator, menilai kemenangan Leicester itu semata-mata karena para pemain. Riyad Mahrez dkk. bermain seperti dalam pertandingan-pertandingan di musim lalu.

“Ini semua mengenai mental dan kemampuan. Para pemain juga yang bakal menentukan apakah mereka mau bermain atau tidak. Nah, di malam ini mereka memutuskan untuk bermain” kata Neville.

“Mereka memperlihatkan kerja keras. Sesederhana itu kok. Dilihat dari taktik, tidak perlu diragukan jika Leicester kembali ke komposisi awal mereka. Kualitas terbaik yang mereka perlihatkan di dalam pertandingan itu adalah kerja keras, passion dan semangat di dalam lapangan yang pernah ditunjukkan seperti musim lalu” lanjut pria 42 tahun itu.

“Di dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya, bagian itu lesu karena kepercayaan diri yang merosot, seperti ada kantung pasir di antara kaki mereka. Tentunya ada sesuatu dengan manajer di balik layar. Tidak akan ada asap jika tidak ada api” sambung Neville.

Walaupun begitu, kemenangan itu bukan berarti karena Shakespeare. Neville mengatakan jika tidak ada seorang pelatih yang dapat membalikkan mental dan kemauan pemain dalam sesaat.

“Shakespeare bukanlah seorang tukang sulap, dia tidak dapat melakukan itu di dalam 2 atau 3 hari. Dia mungkin bisa mempengaruhi mereka dalam waktu panjang, namun tidak seorang pelatih pun yang bisa melakukan hal tersebut dalam 3 hari” tambah Neville.

“Itu karena para pemain. Merekalah yang membuat keputusan di dalam pertandingan itu, dengan mempengaruhi Liverpool seolah-olah mereka belum pernah melawan Leicester” tutup pria kelahiran 18 Februari 1975 itu.