Sutton: Stop Diving Kalau Liverpool Mau Menjadi Juara

img
Jan
22

Saat ini Mohamed Salah diminta untuk mengurangi aksi tipu-tipunya di atas lapangan. Kalau Salah sampai dihukum, maka kans juara Liverpool bisa terancam.

Belakangan ini penyerang internasional Mesir itu sedang disorot habis-habisan akibat tuduhan diving. Terakhir Salah melakukan aksi diving itu ketika Liverpool menang tipis 4-3 atas Crytal Palace.

Ketika berada di dalam kotak penalti, Salah yang dikawal Mamadou Sakho tiba-tiba terjatuh walaupun tidak mendapatkan pelanggaran yang berarti dari bek Palace tersebut. Kemudian Salah sempat bersitegang dengan Sakho sebelum dipisahkan oleh pemain lainnya.

Aksi striker berusia 26 tahun itu juga muncul ketika dia menjadi penentu kemenangan di markas Brighton & Hove Albion dengan skor 1-0 di akhir pekan lalu. Penalti yang dieksekusi Salah juga hadir usai terlibat duel dengan Pascal Gross di dalam kotak terlarang.

Dan insiden pertama yang membuat Salah di cap sebagai tukang diving adalah di pertandingan melawan Newcastle United di pertandingan Boxing Day. Salah tiba-tiba terjatuh ketika mencoba melewati hadangan Paul Dummett yang hanya memberinya sedikit sentuhan.

Chris Sutton, mantan penyerang Blackburn Rovers ketika menjuarai Premier League 1994/1995, menyarankan agar Salah tidak lagi mengulangi aksi tidak terpujinya itu. Sebab, wasit sewaktu-waktu bisa memberikan kartu kuning, kartu merah dan kemungkinan mendapatkan sanksi tambahan dari FA.

Kalau ini sampai terjadi, maka Liverpool yang akan rugi mengingat mereka sedang memuncaki klasemen dan bersaing memperebutkan gelar juara dengan Manchester City. Apalagi striker kelahiran Nagrig, 15 Juni 1992 itu merupakan topskor The Reds di musim ini dengan 19 gol di semua ajang.

“Setiap Mohamed Salah melakukan diving, dia akan mengancam kesempatan Liverpool menjuarai Premier League” kata Sutton.

“Dia terjatuh ketika melawan Crystal Palace dan itu adalah kedua kalinya dia terjatuh dengan mudah sesudah bulan lalu. Dia memperoleh penalti ketika melawan Newcastle United di pertandingan Boxing Day usai berpura-pura jatuh cuma karena sentuhan kecil Paul Dummett” lanjut pria berusia 45 tahun itu.

Kalau dia terus melakukan diving, maka dia beresiko mendapatkan skorsing 2 pertandingan dari FA. Liverpool cuma butuh 2 kali terpeleset agar Manchester City kembali di posisi terdepan di dalam perebutan juara” sambung Sutton.

“Akan sangat disayangkan kalau orang membicarakan mengenai aksi diving-nya, bukan gol-golnya di dalam persaingan paling seru menuju gelar juara ini” tutup pria kelahiran Nottingham, 10 Maret 1973 itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *