Sedang On Fire, Martial Kembali Masuk Timnas Prancis

img
Nov
09

Anthony Martial belakangan ini sedang bermain bagus di Manchester United. Atas penampilannya tersebut, Martial pun kembali masuk skuat tim nasional Prancis.

Martial terakhir kali bermain di turnamen besar adalah saat Les Blues menjadi tuan rumah Piala Eropa 2016. Sesudah itu, Martial sulit untuk masuk ke skuat Prancis karena penampilan angin-anginan di MU.

Apalagi Martial sulit mendapatkan waktu bermain reguler karena dia mesti bersaing dengan Jesse Lingard dan Marcus Rashford. Akan tetapi, Martial membayar tuntas di sepertiga awal musim 2018/2019 ini.

Striker berusia 22 tahun itu sedang menjadi andalan baru The Red Devils di lini depan dengan selalu mencetak gol di 4 pertandingan selama bulan Oktober. Total ada 5 gol yang dicetak yang membuat Martial topskor sementara MU di Premier League.

Atas penampilan bagus tersebut, Martial pun diberi kesempatan lagi untuk membela Prancis di jeda internasional pertengahan bulan ini. Tim Ayam Jantan akan melawan Belanda di UEFA Nations League dan laga persahabatan menghadapi Uruguay.

“Anthony Martial sudah lama absen dari tim nasional Prancis, dimana dia melewati beberapa periode bagus walaupun lebih banyak periode sulitnya” kata pelatih Prancis, Didier Deschamps.

“Apa yang dia tunjukkan di Manchester United itu sudah mendekati penampilan terbaiknya, dalam hal efisiensi dan investas. Dia masih muda, akan tetapi saya berharap dia bisa bermain seperti yang dia lakukan di MU belakangan ini” sambung pelatih berusia 50 tahun itu.

“Dia mengalami performa naik turun. Dia bisa bermain sangat baik dan tiba-tiba bermain buruk. Itu semua tergantung kepadanya, dia bisa berkembang lebih jauh, dia mesti melakukannya dan itu dapat merubah banyak hal” lanjut Deschamps.

Martial mesti bersaing dengan 6 pemain depan lainnya seperti Antoine Griezmann, Kylian Mbappe, Olivier Giroud dan Ousmane Dembele yang menjadi andalan di Piala Dunia 2018. Penyerang kelahiran Massy, 5 Desember 1995 itu memiliki 18 caps dan satu gol bersama Prancis.

Masuknya Martial membuat Deschamps mesti mencoret Alexandre Lacazette dari personil lini depan.

“Dia mesti sedikit berusaha, itu sudah menjadi kodratnya. Dia mesti bertarung untuk melalui ujian dan bermain reguler di sepanjang musim atau bahkan di dalam beberapa musim” tutup pelatih kelahiran Bayonne, 15 Oktober 1968 itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *