Ryan Giggs dan Persaingan dengan Arsenal

img
Mar
25

Bekas pemain Manchester United, Ryan Giggs, memvisualisasikan panasnya persaingan pada The Red Devils serta Arsenal. Menurut dia, pada peristiwa itu, persaingan Manchester United serta Arsenal lebih seru dari persaingan mereka dengan Liverpool.

Ryan Giggs membela Manchester United saat Premier League diwarnai dengan pertarungan seru dengan Arsenal. Waktu itu, Manchester United serta Arsenal dipandang seperti dua club paling besar di Inggris.

Intensitas pada ke-2 club itu, turut merubah jalinan pemain ke-2 club. Giggs menunjukkan jika beberapa pemain Manchester United seperti tidak mempunyai perasaan hormat pada beberapa pemain Arsenal, begitupun demikian sebaliknya.

“Saya tidak senang Arsenal,” tutur Giggs.

“Saya tidak Vieira sebab dia ialah pemain yang kasar serta seringkali lolos dari hukuman. Saya tidak senang Petit sebab rambutnya panjang, saya tidak Bergkamp.”

“Saya tidak senang Pires meskipun dia ialah individu yang begitu baik serta ramah.”

“Saya tidak sempat ingin lihat mereka, tidak paham mereka serta belum pernah ingin kenal dengan mereka. Saya tidak mengijinkan dari saya sendiri untuk memberi penilaian pada mereka,” tutur Giggs.

Sekarang ini, dua club itu kembali berkompetisi, akan tetapi bukan untuk persaingan perebutan titel Premier League. Manchester United serta Arsenal berupaya merebutkan tempat empat besar bersama dengan dua club yang lain supaya bisa tampil di Liga Champions pada musim yang akan datang.

Ryan Giggs menunjukkan bila ada bagian positif saat Manchester United berkompetisi intens dengan Arsenal. Kedengkian yang mereka rasakan pada Arsenal dapat menghasilkan motivasi menjadi yang terunggul di Premier League.

“Pertandingan menantang Arsenal akan tetap menghantui kepala beberapa pemain Manchester United. Kami tidak dapat tenang bila belumlah dapat jadi lebih baik dari mereka.”

“Perasaan tidak suka itu mutual. Akan tetapi, hal tersebut membuahkan motivasi yang besar sekali.”

“Saat itu, kami sadar jika Arsenal ialah lawan paling besar kami. Semakin besar dari Liverpool.”

“Bergkamp adalah intimidasi riil buat kami, tapi beberapa pemain tetap berasumsi tidak ada pemain yang lebih hebat dari Eric Cantona,” papar Giggs.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *