Presiden FIFA Memihak PSSI Dan Pengurus Baru

FIFA

Bahrain – Kisruh organisasi tertinggi sepakbola Indonesia (PSSI) dengan pihak pemerintah yang berada di bawah naungan Kemenpora mulai menemui titik terang. Pasalnya, Presiden FIFA, Sepp Blatter dengan tegas memberikan pernyataan bahwa mendukung penuh PSSI dan ketua umum baru La Nyalla Mattalitti yang terpilih melalui Kongres Luar Biasa (KLB). Hal ini secara langsung dinyatakan oleh Blatter ke media setelah bertemu dengan La Nyalla Mattalitti dalam Kongres AFC yang berlangsung di Bahrain.

Dalam kesempatan tersebut, Blatter juga mengatakan cukup prihatin mengenai polemik yang terjadi di persepakbolaan Indonesia sehingga Menteri Pemuda dan Olahraga memutuskan untuk melakukan pembekuan terhadap PSS1. Blatter pun mengungkapkan bahwa tindakan itu memberikan kerugian besar bagi Indonesia tentunya.

Pria kelahiran Swiss itu menyebutkan bahwa PSSI merupakan organisasi independen dan tidak boleh diintervensi secara sepihak apalagi diputuskan dengan hal yang berkaitan dengan politik. Sebelumnya, Iman Nahrawi selaku Menpora memberikan keputusan yang sangat mengejutkan dalam proses pembekuan sementara induk olahraga yang paling diminati di seluruh Indonesia ini.

Kondisi PSSI pun semakin diperparah dengan surat Menpora mengenai penghentian sementara segala kegiatan yang dilakukan dan hal ini tentu tidak akan berkesan positif jika melihat minimnya prestasi dalam beberapa tahun terakhir.

Presiden baru AFC, Salman Bin Ebrahim Al Khalifa juga memberikan komentar atas kejadian yang menimpa persepakbolaan Indonesia. Ia turut menyesalkan keputusan yang dilakukan pemerintah Indonesia dan berharap secepatnya bisa terjadi proses mediasi antara kedua belah pihak.

” Saya tentu mendukung dan memihak terhadap ketua umum PSSI yang baru melalui hasil dari kongres. Saya menaruh harapan besar agar segala tindakan yang dilakukan oleh pihak pemerintah dalam pembekuan itu dapat segera dicabut dan tidak menganggu semua kegiatan dan jadwal pertandingan liga domestik di sana,” Ujar Blatter seperti dikutip Reuters.

” Tentu saja intervensi yang diberikan itu terlalu berlebihan serta merugikan semua pihak. Kami akan melihat dahulu bagaimana tanggapan dan perkembangan setelah pertemuan ini. Sebaiknya ada cara lain yang jauh lebih baik dilakukan agar Indonesia tidak mendapatkan sanksi sesuai dengan peraturan FIFA,” Tutur pria berusai 79 tahun itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>