Pochettino Memuji Mental Tottenham

img
Apr
28

 

Tottenham Hotspur hanya meraih kemenangan tipis ketika melawan Crystal Palace. Walaupun demikian, manajer The Lilywhites, Mauricio Pochettino, memuji sikap mental Tottenham yang sudah menunjukkan kemajuan.

Tottenham tampil mendominasi di dalam laga lanjutan Premier League di Selhurst Park pada hari Kamis (27/4/2017) dinihari WIB. Akan tetapi mereka cuma mampu menang 1-0 lewat sepakan Christian Eriksen di menit ke-78.

Kemenangan itu adalah kemenangan kedelapan secara beruntun yang didapatkan Tottenham di Premier League. Harry Kane cs. pun terus menekan Chelsea yang berada di puncak klasemen. Kedua tim kini terpaut 4 poin dengan 5 pertandingan tersisa.

Pochettino senang karena timnya langsung bangkit sesudah dikalahkan oleh Chelsea di babak semifinal Piala FA di akhir pekan lalu. Selain hal itu, kemampuan untuk mengatasi tekanan sesudah Chelsea meraih kemenangan sehari sebelumnya merupakan suatu nilai positif lain dari timnya.

“Kami menunjukkan jika kami banyak belajar sebagai sebuah tim dari musim lalu. Ini amat penting karena lebih baik dari musim yang lalu. Kami sudah menjalani sebuah tantangan yang besar di musim ini” kata Pochettino.

“Satu area yang menjadi hal penting bagi kami adalah membenahi persoalan mental dan tim saat ini memperlihatkan jika kami sudah siap. Di musim ini kami telah siap untuk bertarung dan di musim depan kami akan jauh lebih baik lagi” lanjut manajer berusia 45 tahun itu.

Di musim lalu, Tottenham sempat bersaing ketat dengan Leicester City di dalam persaingan gelar, akan tetapi mereka justru tampil kurang maksimal di pekan-pekan penentuan dan pada akhirnya hanya finis di peringkat 3.

“Pada musim lalu kami tampil bagus, kalau Anda masih ingat, akan tetapi kami jauh terlihat lebih baik dan lebih dewasa di musim ini” sambung Pochettino.

“Ya benar tim ini sudah menunjukkan kedewasaan yang bagus dan Anda juga bisa melihat jika Anda dapat mempercayai mereka. Ini bukan mengenai mengirim pesan kepada Chelsea. Ini lebih mengenai kami membangun kepercayaan diri, membangun keyakinan jika kami mampu menang dan menciptakan mental juara” tutup manajer kelahiran Murphy, 2 Maret 1972 itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *