Pesan untuk Apriyani

img
May
31

Tampilan Apriyani Rahayu pada fase group Piala Sudirman 2017 memperoleh animo dari legenda bulutangkis Imelda Wiguna. Dia juga mengharapkan supaya Apriyani dapat jadi juara level dunia.

Apriyani tampak sekali pada Piala Sudirman di Gold Coast. Diduetkan dengan Greysia Polii pada ganda putri, dia tampak pada partai paling akhir waktu Indonesia hadapi Denmark.

Dalam pertandingan dengan Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen, Greysia/Apriyani memanglah kalah 18-21, 21-13, 13-21. Kehilangan gim pertama sekalian memupuskan harapan Indonesia babak knock out. Tetapi, tampilan ngotot Apriyani serta berkali-kali dapat bikin serangan beresiko pada Kamilla/Christinna memperoleh pujian dari netizen.

Imelda yang juga memiliki nomor spesialis ganda putri di saat aktif sebagai pemain juga memberikan pujian pada Apriyani. Tetapi, dia mengingatkan supaya PBSI dapat bikin Apriyani mencapai kemenangandalam setiap turnamen yang diikutinya tidak cuma main bagus.

” Ganda putri memanglah yang terlihat baru Apriani berbarengan Greysia. Ada satu saja sesungguhnya kita telah miliki harapan. Nah, karna cuma miliki satu itu mari kita jagalah berbarengan, ” kata Imelda yang waktu dihubungi detikSport pada Rabu (31/5/2017).

” Apriyani memanglah telah tampak potensinya mulai sejak masih tetap di besarkan Pelita (punya Icuk Sugiarto) sampai lalu diserahkan pada Jaya Raya. Maka dari itu, saya juga tidak kaget dengan tampilan Apriyani di Piala Sudirman.

” Tetapi, pesan saya bikin Apriyani serta PBSI bermain bagus saja kurang. Lebih utama masalah bagaimana supaya tampilan itu dapat terpelihara serta grafiknya selalu naik. Saya sebagai pengurus club mengharapkan jangan pernah prestasinya berhenti, ” tutur Imelda sebagai yang memiliki medali emas Asian Games 1978 berbarengan Verawaty Fajrin itu.

Imelda mengharapkan PBSI bebrapa pintar menjaga potensi pemain seperti Apriyani. Dia mengusulkan supaya PBSI tidak cuma menggeber kekuatan fisik serta tehnik, namun juga melindungi psikologis si pemain supaya tetaplah rendah hati.

” Utama untuk PBSI untuk juga pikirkan beberapa hal nonteknis si pemain. Seperti, bagaimana caranya memikirkan seseorang atlet, bagaimana supaya si atlet ini tetaplah rendah hati serta bijak. Juga mengenai langkah mereka hadapi media serta bagaimana mengontrol keuangan yang mendadak nilainya berkali lipat dibanding sebelum masuk pelatnas, ” papar Imelda.

” Pesan ini tidak cuma untuk Apriyani, namun semuanya atlet disana. Jangan pernah prestasi mentok oleh sebab kalah dari beberapa hal nonteknis, ” papar dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *