Pertandingan Tottenham Melawan Ajax Akan Menjadi Sebuah Pertandingan yang Seru

img
May
02

Duel Tottenham Hotspur versus Ajax direncanakan akan menyediakan laga yang dahsyat serta menarik. Beradu pressing diperkirakan berlangsung. Duel Tottenham versus Ajax pada leg pertama semi final Liga Champions diadakan di Tottenham Hotspur Fase, Rabu (1/5/2019) dini hari WIB. Martin Jol, pelatih dari Belanda yang sudah sempat menukangi Tottenham serta Ajax mengutarakan pandangannya berkaitan pertandingan ini.

Buat Tottenham, satu hal yang butuh dicermati ialah desakan santer Ajax. Jol lalu menyodorkan contoh saat Manchester United mengalahkan Ajax di final Liga Champions 2016/2017, dimana saat itu ‘Setan Merah’ menghindarkan membuat permainan dari belakang.

Langkah berikut dapat jadi pilihan untuk Tottenham. Karena absennya Harry Kane (cedera) serta Son Heung-min (skors) turunkan potensi meredam bola serta kurangi kecepatan di posisi depan.

“Ajax mainkan pressing semenjak pemain pertama selama waktu. Mereka bermain dengan garis pertahanan tinggi. Tetapi ingat apa yang Jose Mourinho kerjakan dengan Manchester United di final Liga Europa 2017 lawan Ajax?” papar Jol di The Guardian.

“Ia tidak membuat MU membuat serangan dari belakang. Waktu Anda lakukan itu lawan Ajax, mereka akan merampas bola di ruang Anda sebab pressing pertama mereka mengagumkan. Jika Spurs dapat menghindarkan desakan itu, umpan selanjutnya dari mereka dapat mematikan,” paparnya.

Dengan Kane mangkir, Fernando Llorente kemungkinan akan dihandalkan di muka. Bermodal kelebihan fisiknya (195 cm), striker asal Spanyol ini mendukung pilihan Tottenham untuk melalui desakan Ajax melalui bola-bola langsung ke depan.

Tetapi pada saat yang sama, mainkan Llorente bermakna Tottenham harus banyak kirim bola ke kotak penalti untuk jadi besar kesempatan membuat gol. Karena Llorente tidak semobil Kane dalam mencari tempat serta ruangan.

Itu harus dikerjakan dengan resiko Ajax akan dapat memukul melalui serangan balik. Jol memprediksi pressing Tottenham waktu kehilangan bola akan dapat dilewati Ajax, karena ada Frenkie de Jong yang lihai menurunkan desakan.

“Dengan Llorente, Anda harus ambil ide selama waktu. Anda harus menyerang, menguasai, bermain di kotak penalti mereka. Tetapi Ajax dapat menerobos Anda serta memukul melalui serangan balik,” katanya.

“Spurs sangat bagus dengan pressing pertama mereka. Tetapi Ajax dapat keluar dari itu, terutamanya adanya De Jong. Menjadi simpatisan Spurs, itu kecemasan saya,” tambah pria 63 tahun ini.

Dengan spesial De Jong dimaksud Jol menjadi pemain yang harus dicermati Tottenham. Dari kaki gelandang 21 tahun berikut permainan Ajax diawali.

De Jong yang akan menggenggam kunci apa Ajax keluar dari desakan ataukah tidak. Lebih dari masalah beberapa angka, pemain internasional Belanda ini mempunyai kecerdasan untuk menyesuaikan dengan kondisi.

 

Walau sebenarnya Tottenham pada saat yang sama ditempatkan pada permasalahan berkaitan gelandang-gelandang perusak mereka. Harry Winks kemungkinan mangkir, sesaat Moussa Sissoko berkesempatan main walau dengan situasi yang dipercaya belum 100%.

 

“Menjadi orang Belanda ini bersimpangan dengan prinsip saya, tetapi Spurs harus hentikan Frenkie de Jong. Ia mengagumkan. Anda tidak sempat lihat pemain seperti ia,” sambung Jol.

 

“Ia itu seperti Johan Cruyff dalam mengumpan, tetapi bermain lebih dalam. Serta jika ia tidak dapat mengumpan, ia membawa bola menjauhi Anda. Itu penyebabnya ia akan pergi ke Barcelona pada musim panas untuk 75 juta euro,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *