Pertandingan Spurs Melawan Liverpool Di Babak Final Liga Champions

img
May
18

 

Inggris dapat berbangga tempatkan dua team di final Liga Champions, Tottenham Hotspur versus Liverpool. Tetapi selesai pertandingan itu, masalah besar ditemui tim nasional Inggris.

Tottenham serta Liverpool akan bertemu di Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (2/6/2019) akan datang. Ini ialah pertemuan pertama ke-2 team di final Liga Champions.

Buat Tottenham, adalah pengalaman pertama dapat tampil di partai pucuk pertandingan paling berprestise antar club di Eropa itu. Sesaat buat Liverpool, ini ialah final ke-9 dimana tahun kemarin mereka sampai step yang sama.

Kesuksesan dua team ini menginjak final jadi kebanggaan tertentu untuk masyarakat Inggris. Telah semenjak 2007/2008 yang lalu, saat Manchester United melawan Chelsea, mereka tidak lihat all English final.

Tetapi kondisi ini bisa menjadi masalah tertentu untuk tim nasional Inggris. Pelatih tim nasional Inggris Gareth Southgate meramalkan akan ada beberapa pemain yang dikit kesukaran dengan mental selesai final kelak.

Walau sebenarnya Inggris telah dinanti set final UEFA Nations League pada awal Juni akan datang. Inggris akan melawan Belanda di Guimaraes pada 6 Juni, lalu menentang juara di antara Portugal versus Swiss bila sukses lolos.

Sesaat ini tertera ada enam pemain Tottenham serta tiga pemain Liverpool di 27 scuad awal untuk set final itu. Scuad ini akan direduksi jadi 23 pemain pada 27 Mei akan datang.

“Kami harus membuat asesmen yang cepat tetapi tepat berkaitan dimana situasi mereka pada hari-hari itu. Akan jadi suatu yang begitu tergantung pada individu, mainkan pertandingan sebesar itu,” papar Southgate diambil BBC.

“Akan jadi kali pertamanya kami alami ini. Kami tahun kemarin punyai Jordan (Henderson) serta Trent (Alexander-Arnold) di pusat latihan sesudah satu kekesalan besar serta itu tidak gampang buat mereka.”

“Jadi seorang akan tiba dengan situasi pemikiran semacam itu, sayangnya. Ini kondisi yang unik. Saya pikir manajer tim nasional Spanyol telah alami itu dalam sekian waktu paling akhir serta akan ada orang yang perlu harus punyai urusan dengan itu.”

“Itu ialah ujian untuk potensi manajemen kami serta pada semangat kami jadi satu team. Ialah rintangan paling besar untuk berkompetisi keduanya, lalu tinggalkan itu semua serta mengingat jika kami ialah satu team di tim nasional Inggris, kami menyangga keduanya,” paparnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *