Pada Saat Melakukan Latihan Resmi  Persija Tidak Ingin Dikawal

img
Aug
02

CEO Persija Jakarta, Ferry Paulus, menyanggah tuduhan bila teamnya tidak ingin dikawal waktu lakukan session latihan mendekati putaran kedua final Piala Indonesia. Mereka telah minta semenjak awal.

Bis Persija alami pelemparan batu oleh pelaku supporter selesai jalani latihan di Stadion Andi Mattalatta, Sabtu (27/7) tempo hari atau satu hari sebelum pertandingan menantang PSM Makassar. Ahasil, dua pemain Persija Marko Simic serta Ryuji Utomo alami cedera.

Awalnya faksi Polda Sulsel akui telah ajukan diri untuk lakukan pengawalan waktu Persija akan lakukan ofisial training. Lewat Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan jika Macan Kemayoran menampik terdapatnya penawaran itu.

Ferry menyanggah berita itu. Karena, Persija telah alami banyak intimidasi semenjak ada di Makassar hingga tidak mungkin menampik penyelamatan untuk keselamatan team.

“Ya saya tidak paham itu info darimanakah yang mengatakan jika Persija tidak mau ada penyelamatan dari faksi kepolisian. Saya fikir itu salah ya, ditambah lagi telah ada insiden dimana ada seperti pressure dari pelaku tersendiri hubungannya dengan menyalakan petasan,” kata Ferry Paulus waktu mengadakan temu wartawan di lokasi Kuningan, Jakarta, Selasa (30/7/2019).

“Selanjutnya mendesak dengan kendaraan bermotor banyaknya banyak sekali, itu memberikan indikasi jika ada suatu pada saat kami berada di sana. Hingga jelas dengan keadaan itu tidak mungkin kami tidak inginkan terdapatnya penyelamatan tambahan,” ia memberikan tambahan di dalam sebuah situs resmi milik tim.

Karena insiden itu, PSSI putuskan tunda laga sebab fakta keamanan. PSSI sudah memastikan pertandingan menunda yang akan diadakan pada 6 Agustus di Stadion Andi Mattalatta, Makassar.

Persija telah unggul 1-0 dari laga putaran pertama ydi SUGBK, Jakarta, Minggu (21/7/2019) kemarin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *