Mohd Yusoff menyebutkan tunggu waktu sampai 30 Juli

img
Jul
25

Skuad U 23 (B-23), Datuk Mohd Yusoff Mahadi menolak untuk berbagi aksi melawan pemain negara pada rilis pemain. “Pelatih kepala kami (Datuk Ong Kim Swee) telah mengirim daftar pemain ke setiap tim yang terlibat. Dan kami akan menunggu hingga 30 Juli. Kami tidak bisa membuat asumsi mereka tidak ingin melepas pemain sebelum tanggal penutupan 30 Juli.

“Jika ada negara atau tim yang tidak bertahan, kami akan mengambil tindakan lanjutan. Kami akan menggunakan cara kami,” jelasnya ketika ditemui setelah konferensi pers perdana Sekretaris Jenderal Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) yang baru, Stuart Ramalingam, Senin.

Dia mengatakan bahwa ada desas-desus tentang kemungkinan tim B-23 mundur dari Asian Games yang akan berlangsung di Palembang, Indonesia bulan depan karena kesulitan tim sepak bola negara bagian untuk melepaskan pemain yang dipilih untuk menjalani pelatihan pusat. Masalah ini juga mendapat perhatian Menteri Pemuda dan Olahraga Syed Saddiq Syed Abdul Rahman yang berniat bertemu dengan Kim Swee dan negara Olahraga Exco di seluruh negeri.

Tambah Mohd Yusoff, yang merupakan wakil ketua FAM, tidak melihat kemungkinan bahwa ada tim negara yang menolak untuk melepaskan pemain. Sementara Stuart, yang berada di kantor minggu ini, mengakui bahwa itu bukan tugas yang mudah.

“Saya datang ke sini untuk menerima tantangan. Dan KPI Presiden (KPI) (Datuk Hamidin Mohd Amin) dalam waktu tiga tahun untuk menerapkan manifesto yang direncanakan.

“Saya masih beradaptasi dengan atmosfer baru ini dengan memahami sepakbola Malaysia lagi setelah hampir empat tahun tersisa. Tetapi dengan cara yang sama saya memiliki tiga arah sendiri dan salah satunya adalah program akar rumput. Ini tidak hanya terfokus pada NFDP (Program Pengembangan Sepak Bola Malaysia) tetapi melibatkan semua komunitas yang dimulai dari awal,” jelasnya.

Dalam berita lain, Isu emisi tingkat negara bagian untuk bergabung dengan kamp pelatihan pasukan nasional bukanlah hal yang baru. Sikap egois yang dipraktekkan oleh manajemen pasukan negara telah membawa masalah besar pada proses persiapan skuad. Menyusul masalah itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Syed Saddiq Syed Abdul Rahman mengatakan ia akan bertemu dengan olahraga Exco negara untuk membahas masalah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *