Leicester Menang Karena Pengaruh Pemain dan Bukan Karena Shakespeare

danny drinkwater

 

Kemenangan yang didapat Leicester City atas Liverpool disebut sebagai pengaruh para pemainnya. Gary Neville pun menyebut Craig Shakespeare bukanlah seorang tukang sulap.

Leicester berhasil meraih kemenangan pertama sekaligus membuka keran gol pada tahun 2017. Itu sesudah The Foxes menundukkan The Reds dengan skor 3-1 pada hari Selasa (28/2/2017) dinihari WIB di King Power Stadium.

Striker andalan mereka, Jamie Vardy, menyumbangkan 2 gol di dalam pertandingan tersebut. Satu gol lain dicetak oleh Daniel Drinkwater. Sementara itu di kubu Liverpool, gol diceploskan oleh Philippe Coutinho.

Eks pemain Manchester United, Neville, yang kini menjadi komentator, menilai kemenangan Leicester itu semata-mata karena para pemain. Riyad Mahrez dkk. bermain seperti dalam pertandingan-pertandingan di musim lalu.

“Ini semua mengenai mental dan kemampuan. Para pemain juga yang bakal menentukan apakah mereka mau bermain atau tidak. Nah, di malam ini mereka memutuskan untuk bermain” kata Neville.

“Mereka memperlihatkan kerja keras. Sesederhana itu kok. Dilihat dari taktik, tidak perlu diragukan jika Leicester kembali ke komposisi awal mereka. Kualitas terbaik yang mereka perlihatkan di dalam pertandingan itu adalah kerja keras, passion dan semangat di dalam lapangan yang pernah ditunjukkan seperti musim lalu” lanjut pria 42 tahun itu.

“Di dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya, bagian itu lesu karena kepercayaan diri yang merosot, seperti ada kantung pasir di antara kaki mereka. Tentunya ada sesuatu dengan manajer di balik layar. Tidak akan ada asap jika tidak ada api” sambung Neville.

Walaupun begitu, kemenangan itu bukan berarti karena Shakespeare. Neville mengatakan jika tidak ada seorang pelatih yang dapat membalikkan mental dan kemauan pemain dalam sesaat.

“Shakespeare bukanlah seorang tukang sulap, dia tidak dapat melakukan itu di dalam 2 atau 3 hari. Dia mungkin bisa mempengaruhi mereka dalam waktu panjang, namun tidak seorang pelatih pun yang bisa melakukan hal tersebut dalam 3 hari” tambah Neville.

“Itu karena para pemain. Merekalah yang membuat keputusan di dalam pertandingan itu, dengan mempengaruhi Liverpool seolah-olah mereka belum pernah melawan Leicester” tutup pria kelahiran 18 Februari 1975 itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>