Lawan Barito, Barisan Pertahanan Arema Akan Dapat Cobaan Sulit

img
Jan
10

Program eksperimen Arema FC berlanjut. Sesudah 2 x melawan PSIS Semarang, akhir minggu ini mereka akan lawan yang lebih berat, yakni Barito Putera, pada Minggu (14/1/2018) di Stadion Gajayana, Malang.

” Akhir minggu ini di pastikan melawan Barito Putera. Tempo hari antarmanajemen telah lakukan komunikasi. Kebetulan Barito tengah melakukan pemusatan latihan di Batu, ” kata Media Officer Arema, Sudarmaji.

Terlebih dulu, Arema pernah menjajaki lawan dari club Malaysia. Namun, karna Piala Presiden tinggal dua minggu sekali lagi, Arema mengambil keputusan untuk pilih lawan yang siap, yakni Barito Putera.

Arema membanderol kemenangan pada eksperimen kesempatan ini karna bila hingga imbang atau kalah, Aremania dapat naik-turun kembali mengingat sekarang ini tim Singo Edan mulai yakin diri sesudah 2 x menaklukkan PSIS di Malang serta Magelang.

” Kami siap melawan Barito. Mereka tim bagus karna terdapat banyak pemain penambahan seperti Samsul Arif, Patrick da Silva, serta yang lain, ” kata Joko ‘Getuk’ Susilo, pelatih Arema.

Kehadiran Samsul Arif memanglah jadi daya tarik dalam eksperimen ini karna dia pernah jadi pujaan Aremania musim 2014 serta 2015. Saat ini penyerang 32 th. itu coba peruntungan di club pertamanya diluar Jawa.

Duet Samsul, Patrick da Silva, juga sosok penyerang kuat. Kehadiran mereka di lini depan Barito Putera juga akan jadi ujian sendiri untuk lini belakang Arema.

Kebetulan waktu main di Malang melawan PSIS, lini belakang Arema kebobolan tiga gol. Hal semacam ini jadi pelajaran bernilai untuk lini belakang Arema.

Getuk diperkirakan juga akan turunkan scuad paling baik di lini belakang karna keadaan fisik Arthur Cunha selalu lebih baik sesudah baru ikuti latihan akhir Desember 2017.

Waktu kompetisi melawan PSIS, Arthur cuma jadikan cadangan. Baru waktu Arema terima banyak serangan, bekas bek Partner Kukar ini di turunkan.

Di bagian beda, seperti eksperimen Arema terlebih dulu, kompetisi ini dikomersialkan dengan tiga kelompok ticket. Ekonomi Rp 25 ribu rupiah, tribune paling utama Rp 50 ribu, serta VIP 75 ribu rupiah. Pemasukan dari ticket itu dipakai untuk cost penyelenggaraan kompetisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *