Kemampuan Serba Bisa Yang Buat Paul Pogba Jadi Kesulitan

img
Dec
26

Paul Pogba merupakan pemain gelandang yang seba bisa yang tentunya dapat dimaksimalkan dengan baik oleh Manchester United. Namun hal tersebut dianggap sebagai bumerang untuk dirinya sendiri.

Semenjak didatangkan oleh Manchester United pada saat tahun 2016 yang lalu, Pogba sendiri dimainkan didalam berbagai posisi yang berbeda pada lini tengah pada saat masa kepelatihan Jose Mourinho.

Dia sendiri jauh lebih sering dimainkan sebagai pemain gelandang box to box. Meskipun sesekali sempat dijadikan jangkar ataupun pemain gelandang serang. Tekanan untuk dapat menjadi pemain bintang utama tentu dinilai menjadi masalah yang cukup sulit untuk Pogba mengingat bahwa dirinya sering sekali mendapatkan kritikan.

Ini tentunya berkaitan dengan performa yang dia miliki diatas lapangan pertandingan meskipun secara statistik tidaklah terlalu jelek. Pogba sendiri tercatat sudah bermain sebanyak 116 pertandingan yang dimana dia mampu untuk membukukan sebanyak 20 buah gol dan juga memberikan 24 assist dari semua penampilannya tersebut.

Mantan penyerang klub Manchester United dan juga kompriot Pogba, Louis Saha ternyata memiliki pendapatnya sendiri terkait dengan masalah tersebut.Saha menilai kalau Pogba tidak pernah sekalipun tampil dengan semaksimal mungkin dikarenakan tidak memiliki posisi yang permanen.

“Problem dengan kata ‘bos’ merupakan seorang bos yang harus bisa konsisten. Anda tentunya harus bisa diterima dengan baik. Itu merupakan kritikan yang terus berdatangan kepada dirinya. Kita juga harus memahaminya dikarenakan pada beberapa pekan dia sudah tampil dengan sangat luar biasa. Itu yang dapat kita harapkan dari para pemain yang bertalenta seperti dirinya,” kata Saha.

“Saya berpikir kalau masalah yang lainnya ialah pemain ini memiliki kemampuan yang serba bisa sehingga sangat sulit untuk mempertahankan satu posisi yang spesifik. Entah itu adalah box to box ataupun tugas untuk bertahan ataupun menyerang dikarenakan dia juga mampu mencetak gol dan juga membuat sebuah perbedaan,” lanjutnya.

“Saya berpikir kalau kemampuannya itu malah akan menyulitkannya sebagai seorang pemain. Dia tentunya dapat melakukannya dikarenakan membuktikan itu bersama dengan Didier Deschamps. Dia juga bisa denga tim ataupun pelatih manapun. Ini bukanlah masalah sikap, melainkan harus melalui sebuah analisa.

“Dia tentu harus berkata kepada dirinya sendiri : ‘Oke, dalam pertandingan ini saya harus memiliki tugas yang pasti’. Dan saya merasa kalau itu bukanlah hal yang mudah untuk dirinya,” tuntasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *