Jurgen Klopp Masih Bisa Meledak Sewaktu-Waktu

img
May
26

Manajer Liverpool, Juergen Klopp, mengatakan dirinya saat ini sudah jauh lebih tenang. Namun demi para pemain, Klopp tetap masih bisa meledak sewaktu-waktu.

Sejak masih menukangi Borussia Dortmund, Klopp mempunyai gaya yang khas. Manajer asal Jerman itu luar biasa ekspresif di pinggir lapangan dengan beragam tingkah laku yang membuatnya berbeda dengan pelatih manapu di seluruh dunia.

Kebiasaan itu dia bawa ke Liverpool. Sampai pada beberapa kesempatan dia dianggap mengekspresikan secara berlebihan, termasuk ketika bersorak gembira hingga masuk ke dalam lapangan padahal pertandingan belum berakhir.

Akan tetapi Klopp mengaku sudah lebih kalem saat ini. Kondisi yang sebenarnya terlihat ketika Liverpool dengan dramatis menang atas Barcelona pada leg II semifinal Liga Champions. Telah dinantikan bagaimana Klopp berekspresi atas kemenangan fantastis tersebut, dia malah tidak banyak bertingkah di Anfield saat itu.

“Ada 2 alasan kenapa saya amat bersemangat di pinggir lapangan. Pertama itu memang adalah karakter saya. Sebenarnya, saya sudah jauh lebih kalem dari yang semestinya” kata Klopp.

Bersemangat di pinggir lapangan merupakan luapan ekspresi Klopp. Sebagai pelatih, Klopp juga mesti menjaga semangat timnya. Apa yang sudah dilakukan Klopp di lapangan adalah bagian dari itu.

“Saya juga seperti tangki cadangan untuk para pemain saya. Saat merasa energi mereka sedang turun, saya akan tetap berada disana dan dapat ‘menyepak’ bokong mereka atau melakukan apapun yang dibutuhkan tim saat itu” sambung manajer berusia 51 tahun itu.

“Lebih baik marah kepada saya daripada berpikir ‘hari ini terlalu intens’. Anda selalu memerlukan seseorang untuk memberikan respons, begitu yang saya tau. Saya memerlukan itu juga saat masih menjadi seorang pemain” lanjut Klopp.

“Saya rasa para pemain saat ini sudah terbiasa dengan perubahan yang saya lakukan ini. Karena sekalipun saya memberikan kredit atau komplimen, respons mereka sama seperti ketika saya meneriaki dengan sesuatu yang buruk. Itu adalah masalah saya dengan wajah seperti ini, namun mereka bisa mengerti” tuntas manajer kelahiran Stuttgart, 16 Juni 1967 itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *