Jangan berpikir Ong Kim Swee dan kepala pelatih baru Malaysia

Malaysia keluar dengan cara memalukan dari Piala AFF 2016 tepatnya di babak penyisihan grup merupakan salah satu finish terburuk bagi Macan dalam sejarah kompetisi. Dari 11 edisi, Malaysia sekarang belum mencapai semi-final sebanyak 3 kali, termasuk kompetisi tahun ini. Dan berikut kegagalan ini, panggilan telah terdengar untuk pelatih kepala Malaysia yakni Datuk Ong Kim Swee akan dipecat, dari berbagai pihak.

Kim Swee pasti membuat beberapa keputusan dipertanyakan saat acara turnamen, seperti tidak meyakinkan dalam panggilan serta pada pilihan pemain, dan usahanya untuk mengeluarkan Matthew Davies setelah cedera Khuzaimi Piee ini, bukannya memanggil pengganti pada menit terakhir untuk Khuzaimi.

Namun, semua keputusan merepotkan ini dapat ditelusuri ke salah satu sumber yang dimana Malaysia FA (FAM) enggan membantu Kim Swee memperoleh layanan dari pemain Malaysia dari  tim JDT luar pemain veteran mereka dan orang-orang dari tim perkembangan mereka JDT II. Dan belum lagi komplikasi yang  tiba-tiba pensiun dari sepak bola internasional yakni 4 pemain JDT pada awal tahun 2016. Kesengsaraan bek kiri Malaysia saja bisa diselesaikan memiliki Kim Swee saat mendapatkan layanan dari JDT yakni pemain belakang Fazly Mazlan dan Azrif Nasrulhaq, antara bek terbaik di Malaysia saat ini.

Pada akhirnya, salah satu pelatih nasional yang paling menjanjikan di wiliyah tersebut, yang pernah berhasil mempertahankan medali U23sepak bola emas di SEA Games 2011, dan orang yang sama yang selalu menunjukkan potensi ketika ia mengambil alih tim senior pada secara sementara, sedang dibuat kambing hitam, karena perebutan kekuasaan yang melibatkan FAM dan JDT yang berada di luar kendalinya.

Bahkan, dengan cara hal-hal yang akan pada saat ini, pelatih kepala Malaysia, Kim Swee dipertahankan, atau dia dipecat dan orang lain yang ditunjuk, akan memiliki pekerjaan bahkan lebih sulit. Waktu itu, satu-satunya hal pelatih kepala Malaysia harus bersaing dengan adalah kebodohan FAM (dan masalah dengan kebugaran pemain). Tapi sekarang, ia juga harus mengantisipasi dan membuat keputusan korektif setiap kali dia disabotase oleh kekuatan eksternal yang ingin berkuasa, tapi tampaknya telah menolak untuk menjalankan untuk jabatan presiden FAM dan memikul tanggung jawab sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>