Conte: Tidak Semua Pelatih Mampu Menyerupai Pep Dan Zidane

img
Dec
27

Antonio Conte mewanti-wanti pada pemain atau eks pemain yang menginginkan jadi pelatih. Sebenarnya tidak gampang dapat berhasil secepat Pep Guardiola atau Zinedine Zidane.

Guardiola segera mencapai treble pada musim perdananya melatih Barcelona pada 2008 serta sesudahnya yaitu histori baik di Bayern Munich dan saat ini yang tengah dibuatnya di Manchester City.

Zidane juga setali tiga uang saat dia ditunjuk menukar Rafael Benitez Januari 2016. Belum juga genap dua th. melatih Real Madrid, Zidane telah miliki tujuh titel termasuk juga dua trofi Liga Champions. Walau sebenarnya Madrid yaitu tim senior pertama yang dikerjakan Zidane.

Lumrah bila keduanya lalu jadi kiblat beberapa pelatih muda yang akhir-akhir ini mencuat terutama di sepakbola Jerman. Sebut saja Julien Nagelsmann (Hoffenheim) atau Domenico Tedesco (Schalke 04) , yang telah melatih di fase awal usia 30-an.

Tapi apa yang diraih Guardiola serta Zidane tidak dapat dan merta jadi tolak ukur. Terkecuali keduanya melatih club besar yang di dukung kemampuan finansial, banyak aspek juga yang memengaruhi satu diantaranya kwalitas individu pelatih.

” Kadang-kadang pemain yang miliki karir hebat berfikir mereka dapat jadi manajer secara cepat. Tapi itu hal berlainan saat masih tetap bermain dan waktu melatih. Begitu berlainan. Anda mesti melakukan banyak pengalaman sebelumnya menjangkau tujuan fantastis, ” tutur Conte seperti diambil Soccernet.

” Untuk argumen ini, saya pilih mulai dari bawah sekali, dan rasakan yang namanya kekecewaan. Saat saya mulai melatih, pengalaman pertama saya melatih Arezzo di Serie B, dipecat sesudah sembilan pertandingan. Lantas mereka menggunakan saya sekali lagi mendekati akhir musim. Pengalaman begini begitu perlu buat saya, ” lanjut pria asal Italia itu.

Sebelumnya mencapai berhasil dengan Juventus (tiga titel scudetto beruntun) , melatih timnas Italia, serta jadi juara Premier League pada musim perdana melatih Chelsea, Conte memanglah lalu-lalang di beberapa klub semenjana jenis Bari, Atalanta, serta Siena.

” Apakah Anda bekerja bareng beberapa pemain paling baik didunia atau di level bawah, senantiasa susah memanglah mengajarkan filosofi bermain Anda. ”

” Anda mesti berlatih banyak dalam soal taktik, video analisa, segi tehnik, serta Anda mesti mengurus beberapa hal masalah mental pemain. Ini masalah langkah mengubahkan inspirasi serta mentalitas Anda. Jadi pelatih, itu pekerjaan yang begitu susah tapi waktu berbarengan Anda juga akan begitu senang bila tim bermain sesuai sama apa yang diinginkan, ” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *