Anak Dari Tim Vamos Tidak Berhenti Berlatih

img
Aug
03

Sekitar 17 anak di tim Vamos Indonesia terus menguatkan diri mendekati keberangkatan ke Spanyol. Mereka memperoleh saran dari Dewan Kehormatan PSSI Agum Gumelar.

Vamos Indonesia kembali kirim 19 anak Indonesia dari mulanya cuma 8 anak yang disebut hasil seleksi pada Juni lalu di Jakarta. Beberapa anak Indonesia itu akan diberangkatkan ke Spanyol 17 Agustus.

Sepanjang di Spanyol, ke-19 pemain itu akan menyebar di persaingan bersama dengan klub-klub U-19 Divisi 3 Liga Spanyol yakni Alcorcon, Palamos, serta Akademi Palencia.

Sepanjang ada di Spanyol, beberapa pemain muda itu nanti akan berlatih dengan ketat. Bukan sekedar sepakbola saja, beberapa pemain mendapatkan pelajaran resmi di sekolah. Sasaran Vamos Indonesia ialah ingin jadi sisi scuad Merah Putih yang diproyeksikan tampil di Piala Dunia 2026.

Untuk memberi supportnya, Agum mengundang beberapa pemain itu untuk bertatap muka. Bekas Ketua umum PSSI itu memperingatkan supaya pemain berlatih keras untuk bawa nama Indonesia.

“Jadi ada kemauan kami semua, kemauan warga bangsa Indonesia agar sepakbola kami ini dapat tampil di panggung dunia. Tetapi saya sebutkan barusan ya jika waktu benar-benar singkat, tujuh tahun, tetapi satu hal, semua hal dapat kami capai jika kamu ingin, jika ada tekad, serta sebab waktu sesaat tujuh tahun, kemauannya harus semakin besar,” tutur Agum di Rumah tinggalnya di Jakarta, Jumat (2/8/2019) sore WIB.

“Nah, oleh oleh karena itu saya tekankan pada mereka sepanjang dari sana benar-benar menimba pengetahuan, pengetahuan dalam individu serta dalam team, sebab saya sendiri lihat, memperhatikan jika sepakbola di Spanyol itu mungkin paling pas untuk beberapa pemain sepak bola Indonesia. Disana kan diketahui dengan tiki taka, berarti potensi individunya bagus, kerjasamanya bagus. Jadi tidak memercayakan speed atau power seperti Inggris, ini paling pas buat mereka-mereka ini. Jadi saya benar-benar memberi dukungan jika mereka dikirim ke Spanyol,” sambungnya.

Agum memandang arena itu jadi peluang besar beberapa pemain itu untuk bermain di Eropa hingga mungkin saja asset tim nasional di masa yang akan datang.

“Jika mereka turut persaingan dari sana, dilatih disana, jadi jika ada club di Spanyol yang tertarik pada mereka, lalu mengambil mereka, itu bagus. Peluang untuk mempertajam dianya semakin besar ya, tapi saat pemain ini yang dalam penilaian beberapa pembina sepakbola di Indonesia dipandang butuh untuk menguatkan timnas, karena itu saat mereka di panggil harus pulang.”

Selain itu Founder Vamos Indonesia, Fanny Riawan, mengutarakan pemainnya terus menyiapkan diri. Ia mengharap ini jadi pintu awal beberapa anak Indonesia meningkatkan talenta serta profesinya. “Gagasan kami, optimal 20 tahun telah masuk Divisi Empat, umur 21-22 masuk club Segunda B, 22-23 tahun Segunda A. Mudah-mudahan 6-7 tahun rangking Indonesia telah di atas. Takefusa Kubo dapat, mengapa kami tidak,” kata Fanny.

Program Vamos Indonesia cukup sudah sukses. Dua pemain yaitu Helmy Putra Damanik serta Reza Kusuma sudah masuk bersama dengan team kelas ke empat Atletico Cristo, sesudah tampil di Division De Honor. Helmy contohnya, jadi top skorer dengan 10 gol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *