Ajax Bertekad Menangkan Laga Leg Kedua Lawan Juve

img
Apr
16

Erik Ten Hag yang meurpakan pelatih klub Ajax Amsterdam akan melakukan apapun untuk dapat memenangkan pertandingan leg kedua babak perempatfinal Liga Champions menghadapi Juventus. Akan tetapi caranya bukanlah membuat sebuah strategi dengan menerapkan man to man marking kepada Cristiano Ronaldo.

Ajax akan pergi bertandang ke Allianz Stadium pada saat hari Rabu tanggal 17 April 2019 dini hari WIB nanti untuk menjalani pertandingan leg kedua babak perempatfinal kompetisi Liga Champions dengan menghadapi Juventus. De Godenzonen diharuskan untuk menang dalam pertandingan itu agar bisa mendapatkan satu tiket menuju babak semifinal.

Pertandingan leg pertama yang dilangsungkan di Johan Cruyff ArenA, Ajax ditahan imbang oleh Juventus dengan skor 1-1. Pada saat itu Juve mampu untuk unggul terlebih dahulu berkat gol yang diciptakan oleh Cristiano Ronaldo disaat menit terakhir babak pertama. Kemudian Ajax mampu memperkecilnya berkat gol dari David Nerez setelah babak kedua.

Berkaca dari pertandingan tersebut, pemain yang kerap disapa CR7 tersebut akan menjadi ancaman yang serius bagi lini belakang klub asal ibukota Belanda tersebut. Namun pemain berkebangsaan Portugal tersebt mungkin akan jauh lebih berbahaya lagi dibandingkan dengan saat leg pertama diaernakan kondisi fisiknya yang jauh lebih prima sekarang ini. Pada saat menjalani laga di kandang Ajax, Ronaldo sejatinya baru pulih dari cedera pada paha kanannya yang harus membuatnya absen selama dua pekan.

Namun Ten Hag juga menegaskan kalau tida menginstruksikan kepada para pemainnya untuk secara khusus menjaga Ronaldo.

“Kami tidak akan pernah menugaskan seorang pemain khusus hanya untuk bisa menjaga ketat Ronaldo. Kami tidak akan pernah mencoba untuk melakukan hal yang seperti itu,” kata Ten Hag.

Pria yang sekarang ini sudah berusia 49 tahun tersebut berpesan kepada Ajax untuk mengeluarkan semua kemampuan yang mereka miliki untuk bisa mendapatkan kemenangan dari The Old Ladys. Pertandingan itu sama seperti sebuah laga hidup mati yang harus mereka jalani dengan sangat serius.”

“Juventus tentu merupakan salah satu tim yang sangat difavoritkan untuk menjadi lolos, terlebih lagi setelah hasil imbang yang kami dapatkan di Amsterdam dengan skor 1-1. Kami tentunyaharus dapat melampaui batas yang kami punya dan kami semuanya tahu tentang hal itu. Kami juga harus dapat perlihatkan kalau kami dapat melakukannya andai kami bermain dengan cukup bagus saat melawan mereka,” tutupnya.

Untuk dapat lolos kedalam babak semifinal, Ajax diwajibkan untuk menang dengan skor lebih dari 1-0 atau setidaknya bermain imbang lebih dari 2-2.

Laga tersebut sejatinya tampak seperti laga balas dendam bagi Ajax yang dimana sebelumnya keduanya pernah bertemu dalam laga final kompetisi Liga Champions musim 1995/1996 yang lalu. Kala itu, Juventus diisukan menggunakan obat-obatan terlarang seperti doping untuk menambah stamina para pemainnya. Laga tersebut sendiri berjalan seimbang 1-1 hingga pada akhirnya Juventus berhasil memenangkannya melalui babak adu penalti.

Kasus tersebut pada akhirnya terbongkar. Kasus penggunakan EPO didalam tubuh Bianconerri dalam kurun waktu 1994 hingga 1998 pada akhirnya terbongkar pada saat tahun 2004 yang lalu yang dimana mengakibatkan beberapa orang harus ditahan pihak kepolisian Italia. Salah satunya adalah Riccardo Agricola yang harus mendekam di penjara selama 22 buah dan tambahan denda sebesar 200 euro atau setara dengan Rp 23,8 juta kala itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *