Monthly Archives: October 2016

Hattrick Ronaldo Antarkan Real Madrid Permalukan Alaves 1-4

cristiano ronaldo

Real Madrid bertandang ke markas tim peringkat 13 Deportivo Alaves di jornada 10 La Liga 2016/17, Sabtu (29/10). Madrid menang 4-1 dan mengamankan posisi di puncak klasemen sementara. Cristiano Ronaldo sempat gagal penalti, tapi itu tak mencegahnya mencetak hattrick ke gawang tuan rumah.

Alaves unggul terlebih dahulu lewat Deyverson di menit 7, tapi Madrid berbalik memimpin 2-1 sebelum jeda lewat penalti dan gol indah Ronaldo menit 17 serta 33. Pemain pengganti Alvaro Morata menjadikannya 3-1 di menit 84. Pada menit 88, Ronaldo menggenapi kemenangan Madrid dengan gol ketiganya.

Madrid pulang dengan poin maksimal, tapi kemenangan ini harus dibayar dengan cederanya Pepe di babak pertama.

Alaves tak pernah menang dalam tiga pertandingan terakhirnya (S1 K2). Namun, Alaves belum terkalahkan di kandang musim ini (M1 S3). Melawan Madrid yang selalu menang dalam empat partai terakhirnya di semua ajang, rekor kandang Alaves rusak.

Bagi Madrid, kemenangan ini membuat mereka tetap memimpin klasemen sementara. Madrid kini punya 24 poin di posisi puncak. Pasukan Zinedine Zidane pun bisa menatap laga tandang melawan Legia Warsawa di Liga Champions tengah pekan nanti dengan tenang.

Hanya tujuh menit dari peluit kick-off, Alaves membuat Madrid tersentak. Finishing Deyverson dari crossing mendatar Theo Hernandez yang melewati Raphael Varane dan sergapan Keylor Navas membawa tuan rumah memimpin.

Madrid tak butuh waktu terlalu lama untuk membalas. Tendangan bebas Gareth Bale mengenai tangan Deyverson dan wasit menunjuk titik putih. Ronaldo maju sebagai algojo dan menyamakan kedudukan di menit 17.

Menit 24, pelatih Zinedine Zidane terpaksa menarik Pepe yang cedera. Nacho dimasukkan sebagai penggantinya.

Madrid berbalik memimpin di menit 33. Ronaldo mencetak gol kedua, dan kali ini dengan cara yang sensasional, yakni tembakan keras kaki kanan dari luar kotak penalti lawan. Skor 2-1 untuk Madrid menutup babak pertama.

Alaves mengawali babak kedua dengan cukup baik. Sebuah peluang emas didapatkan, tapi upaya Camarasa masih bisa dimentahkan oleh Navas. Selamat dari ancaman tersebut, Madrid lalu meningkatkan serangan mereka. Salah satunya adalah dengan diturunkannya Morata untuk menggantikan Karim Benzema.

Madrid kembali mendapatkan hadiah penalti di menit 78 setelah pemain pengganti Nenad Krsticic divonis melanggar Ronaldo di area terlarang. Namun sayang bagi Madrid, eksekusi penalti Ronaldo yang ini bisa ditepis oleh kiper Fernando Pacheco.

Kegagalan penalti Ronaldo tak membuat serangan Madrid menurun drastis. Madrid akhirnya bisa mendapatkan gol ketiga setelah Morata sukses menyarangkan assist Marcelo di menit 84.

Empat menit berselang, Ronaldo membayar kegagalan penaltinya dengan melesakkan gol penutup Madrid. Ronaldo mengukir hattrick. Marcelo lagi-lagi berkontribusi dengan assist.

Carrasco Dan Gameiro Bawa Atletico Madrid Kandaskan Malaga 4-2

kevin-gameiro

Kevin Gameiro dan Yannick Ferreira Carrasco masing-masing mencetak dua gol untuk membantu Atletico Madrid menang 4-2 atas Malaga di Vicente Calderon (30/10), dalam laga jornada ke-10 La Liga.

Atletico hanya butuh waktu tujuh menit untuk mencetak gol pertama. Berawal dari operan akurat yang dilepaskan oleh Antoine Griezmann, Yannick Ferreira Carrasco sukses memperdaya Carlos Kameni dengan tendangan di dalam kotak penalti dan membawa tim tamu unggul 1-0.

Tujuh belas menit berselang, Kevin Gameiro menggandakan keunggulan Atletico. Kone melakukan kesalahan dengan menanduk bola ke area pertahanannya sendiri dan menciptakan situasi berbahaya. Camacho coba membuangnya, namun justru membuat bola mengarah ke Gameiro. Pemain Prancis lantas dengan mudah melakukan finishing untuk menaklukkan Kameni.

Namun Malaga cuma perlu waktu tujuh menit untuk mencetak gol balasan. Kali ini gol tercipta oleh Sandro, yang melepaskan tendangan bebas nan akurat dari jarak 5 meter dan dengan sukses menjebol gawang Jan Oblak.

Satu menit jelang berakhirnya babak pertama, Atletico membuat gol ketiga mereka. Dengan menggunakan kepalanya, Griezmann mengarahkan bola ke sisi dalam lapangan, ke arah laju lari Gameiro. Bomber Prancis sukses mengatasi pegawalan Kone dan melakukan finishing dengan tenang untuk membawa Los Rojiblancos unggul 3-1.

Babak pertama kemudian berakhir tanpa ada gol tambahan.

Pada menit ke-54, Correa melepaskan umpan silang yang menembus barisan pertahanan Malaga dengan mulus. Diego Godin coba melepaskan diving header, namun bola hanya beberapa senti melewati kepala sang bek.

Sepuluh menit kemudian, Malaga mampu memperkecil ketertinggalan lewat gol Camacho Barnola. Pemain berusia 26 tahun menunjukkan determinasi luar biasa untuk memanfaatkan bola hasil umpan Castro dengan maksimal, dan kemudian melepaskan tandukan keras dari jarak dekat yang sanggup menaklukan Oblak.

Menit ke-74, Malaga hampir saja kembali tertinggal dua gol, anda Mandanda tidak membuat penyelamatan krusial setelah Carrasco melepaskan tendangan bebas yang cukup berbahaya dan mengarah ke sudut gawang Boquerones.

Empat menit menjelang berakhirnya waktu normal pertandingan, Carrasco mencetak gol keduanya untuk membuat Atletico unggul 4-2. Pemain Belgia melepaskan tembakan mendatar ke sudut kiri gawang dan tak mampu dijangkau oleh Kameni, setelah sebelumnya sukses lepas dari penjagaan Ricca.

Dan hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya laga, tak ada lagi gol tambahan tercipta. Atletico menang 4-2 dan hasil ini membuat tim asuhan Diego Simeone untuk sementara naik ke posisi runner-up klasemen La Liga dengan 21 angka dari 10 pertandingan.

Liverpool Permalukan Crystal Palace 4-2

emre-can

Liverpool meraih kemenangan 4-2 atas Crystal Palace ketika mereka berkunjung ke Selhurst Park (30/10) dalam laga pekan ke-10 Premier League.

James McArthur membuat dua gol untuk tuan rumah, sementara The Reds harus berterima kasih atas aksi Dejan Lovren, Emre Can, Joel Matip. dan Roberto Firmino dalam menjebol jala lawan.

Liverpool langsung unggul ketika pertandingan baru berjalan 15 menit. Philippe Coutinho melepas umpan chip ke arah Alberto Moreno di sudut kotak penalti. Pemain Spanyol kemudian mengoper bola ke arah Emre Can. Penggawa Jerman lantas menyambarnya dengan cepat, membawa The Reds unggul 1-0.

Namun demikian, keunggulan tersebut hanya bertahan selama tiga menit. Dejan Lovren melakukan blunder ketika usahanya menyapu bola dari daerah pertahahanan Liverpool justru menciptakan situasi berbahaya. James McArthur dengan gigih mengejar bola dan kemudian melepas tandukan yang membuahkan gol penyama kedudukan.

Lovren sendiri tidak membutuhkan waktu lama untuk membayar lunas kesalahannya. Pada menit ke-21, Liverpool mendapat tendangan sudut yang dieksekusi oleh Coutinho. Bola tendangan pemain Brasil meluncur tepat ke arah Lovren, yang melakukan tandukan keras untuk menaklukkan Mandanda kedua kalinya di pertandingan kali ini.

Pertandingan kemudian berjalan semakin seru setelah McArthur kembali mencetak gol untuk membuat kedudukan menjadi seimbang 2-2. Wilfried Zaha mengusai bola di sisi kanan lapangan dan langsung melepas umpan silang akurat ke dalam kotak penalti. Bola lantas disambar oleh McArthur, yang memenangkan duel dengan Lovren, untuk melengkapi brace-nya tepat di menit ke-33.

Sepuluh menit setelah gol kedua McArthur, Liverpool kembali berada di posisi unggul. Kali ini Joel Matip yang mencatatkan namanya di papan skor. Pemain berusia 25 tahun melepaskan tandukan dalam posisi bebas usai mendapatkan umpan dari Coutinho dan membuat skor menjadi 3-2 untuk Liverpool, tepat di menit ke-44.

Hingga babak pertama berakhir, tidak ada lagi gol tambahan yang tercipta.

Di menit ke-59, Benteke menerima umpan pendek dari Yohan Cabaye. Namun sayang, tendangan keras yang dilepaskan oleh bomber Belgia itu masih mengarah tepat ke pelukan Loris Karius.

Roberto Firmino membawa Liverpool menjauh 4-2 di menit ke-71. Pemain Brasil melepaskan tembakan chip yang sanggup memperdaya Mandanda, setelah sebelumnya menerima bola terobosan yang begitu terukur dari sang kapten, Jordan Henderson.

Dan hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya laga di London, The Reds tetap unggul 4-2 dan tambahan tiga angka membuat tim asuhan Jurgen Klopp untuk saat ini masih duduk di peringkat tiga klasemen sementara dengan 23 angka dari 10 pertandingan.

Ibrahimovich Masih Jauh Jika Di Bandingkan Dengan Eric Cantona

emmanuel-petit

Penampilan kurang sip Zlatan Ibrahimovic dikritik. Sempat digadang-gadang berkontribusi besar, kini Ibra disebut tak sebanding dengan legenda Manchester United, Eric Cantona.

Ibra tak mencetak sebiji gol pun dalam lima pertandingan terakhir bersama MU. Dalam lima pertandingan tersebut Ibra sedikit memberikan pengaruh dengan membuat satu assist berbuah gol dalam derby Manchesteri Piala Liga Inggris.

Faktor usia dikait-kaitkan dengan penampilan kurang sip Ibra. Dia dinilai kesulitan dengan tipe permainan liga Inggris yang mengandalkan fisik.

Dengan tren bagus dari liga-liga sebelumnya, Ibra diharapkan mampu menghidupkan keganasan Setan Merah lagi. Sampai-sampai perkenalan Ibra dibuat istimewa. Bukan klub yang mengumumkan rekrutan Ibra, tapi Ibra lah yang pertama kali menyampaikan masa depannya di Manchester kepada publik.

Ibra kemudian disebut-sebut bakal menyamai legenda MU yang dapat julukan Raja Old Trafford, Cantona. Aksi-aksi kontroversi dan arogansinya jadi faktor penyama.

Tapi apa kata Ibra? Dia tak mau disamakan dengan Cantona sebab dia bukan raja, tapi akan jadi dewa di Old Trafford.
“Ketika banyak orang menyamakannya dengan Cantona… dia tak sepenuhnya seperti itu, jelas tidak,” kata mantan pemain Arsenal dan Chelsea, Emmanuel Petit, seperti dikutip ESPN.

“Cantona itu kalau ingin menendang kepalamu maka dia akan melakukannya. Kalau dia kalah apalagi, dia makin bersemangat melakukannya.

“Cantona amat kuat setiap kali berhadapan dengan para pemain lawan. Ibra, dia memang mempunyai karakter dan kepribadian yang kuat, tetapi jangan bilang ‘Ibra seperti Cantona. Dia sama sekali tidak mirip,” tutur Petit.

Cantona memang memainkan peran penting untuk MU dalam mengakhiri paceklik gelar selama 26 tahun dengan meraih gelar juara liga musim 1992-1993. Kemudian dia membuat MU tiga kali juara liga selama lima tahun di United.

Sisi lainnya, Cantona dikenal sebagai sosok yang temperamental hingga terlibat dengan banyak insiden di tengah lapangan. Salah satunya, tendangan kungfu saat MU menghadapi Crystal Palace pada Januari 1995. Dia diskors selama delapan bulan karenanya.

Hadapi Sampdoria, Inter Milan Siap Tampil Habis Habisan

serie a italia

Inter Milan sedang berusaha membangun konsistensi dalam permainan mereka musim ini. Skuat Nerrazurri bertekad membidik kemenangan beruntun kedua mereka saat bertandang ke markas Sampdoria pada hari Senin (31/10) dini hari nanti.

Sempat tampil meyakinkan pada awal musim, Inter Milan kembali kehilangan konsistensinya akhir-akhir ini. Tim besutan Frank De Boer ini menderita empat kekalahan dari 10 Giornata terakhir sehingga mereka terperosok di peringkat ke 10 Klasemen sementara Serie A. Tidak ingin situasi inkonsisten ini terus berlanjut, kubu Nerrazurri akan membidik kemenangan kedua beruntun mereka kontra Sampdoria pada pertandingan nanti.

Kubu Sampdoria sendiri sejatinya setali tiga uang dengan kubu Inter Milan. Tim besutan Marco Giampolo ini juga belum menunjukkan tanda-tanda konsisten, di mana mereka baru memetik satu kemenangan dari lima laga terakhir mereka di Serie A. Meski begitu mereka punya track record yang gemar menyulitkan Inter Milan, sehingga kubu Nerrazurri harus mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk mengalahkan Sampdoria.

Marco Giampolo sendiri dihadapkan dengan sejumlah masalah cedera jelang menjamu Inter Milan akhir pekan nanti. Tercatat Emiliano Viviano, Daniel Pavlovic dan Carlos Carbanero tidak bisa diturunkan karena masih menjalani proses pemulihan dari cedera.

Pada pertandingan nanti, Giampolo kemungkinan akan menurunkan duet striker terbaik mereka yaitu Fabio Quagliarella dan Luis Muriel yang dibantu pergerakan playmaker Ricardo Alvarez di belakangnya. Duet Milan Skriniar dan Matias Silvestre akan jadi palang pintu yang kokoh bagi Sampdoria dari gempuran lini serang tim tamu pada laga ini.

Di kubu Inter Milan, pelatih Frank De Boer tidak bisa memainkan Ionut Radu, Jonathan Biabiany, dan Felipe Melo yang masih mengalami cedera. Gary Medel juga tidak bisa diturunkan pada laga ini mengingat sang pemain masih terkena hukuman suspensi kartu.

Pada laga ini, De Boer dipercaya akan menurunkan susunan tim yang tidak jauh beda saat mereka mengalahkan Torino tengah pekan lalu. Dengan skema 4-3-3, Mauro Icardi akan memimpin lini serang Inter bersama dengan Eder dan Antonio Candreva. di lini tengah De Boer kemungkinan menurunkan Ever Banega, Joao Mario dan Marcelo Brozovic untuk mengatur tempo permainan Inter, sedangkan Samir Handanovic akan menjadi pertahanan terakhir Inter pada laga ini.

Saul Tetap Akan Bertahan Di Atletico Madrid Demi Simeone

saul-niguez-and-diego-simeone

Saul Niguez menegaskan komitmennya untuk bertahan di Atletico Madrid selama Diego Simeone masih menjadi pelatih klub tersebut. Saul kini jadi bagian penting dari skuat Atletico di mana dia sudah berkembang sebagai salah satu gelandang muda terbaik di Eropa.

Wajar saja jika banyak klub-klub besar meminati, salah satunya Manchester United dan Arsenal, yang dikabarkan ingin mendatangkannya musim depan.

Kondisi ini boleh jadi sudah bikin kubu Atletico was-was mengingat mereka kerap kehilangan pemain bintangnya di masa lampau. Belum lagi Atletico juga harus menahan Antoine Griezmann yang jadi bidikan klub-klub besar.

“Tidak, selama Simeone masih di sini, saya tidak akan pergi,” sahut Saul ketika ditanya soal rumor ketertarikan klub-klub besar Eropa.

“Ketika pelatih mempercayai Anda sepenuhnya dan memberikan kepercayaan itu kepada Anda, maka itu sangat penting,” sambung Saul seperti dikutip Soccerway.

Tak dipungkiri bahwa Simeone adalah sosok penting dalam karier Saul. Simeone-lah yang memberikan debut untuk Saul yang saat itu masih berumur 17 tahun pada 2012, di laga Liga Europa kontra Besiktas.

Namun, Saul sempat dipinjamkan semusim ke Rayo Vallecano pada musim 2013/2014 setelah nya tampil 12 kali dalam 1,5 musim debutnya. Balik ke Atletico di musim 2014/2015, Saul terus jadi andalan Simeone di lini tengah dengan total 87 penampilan dan torehan 14 gol.

“Bagi saya dan seluruh pemain Atletico pun sama saja, Simeone adalah segalanya.”

“Dia adalah orang yang mempercayai saya sejak masih anak-anak dan memberi debut untuk saya.”

“Dia selalu ada juga di saat-saat sulit, ketika saya masih muda dan tidak banyak bermain, dia menatap mata saya dan bilang: ‘Saul, kamu tidak akan bermain sampai kamu dipinjamkan ke klub lain dan berkembang sebagai seorang pemain.”

“Saya sangat menghargai itu, karena cara terbaik untuk berkembang adalah dengan bermain lebih sering, berlatih dengan para pemain terbaik dan belajar dari mereka. Anda tidak bisa kompetitif jika tidak bermain. Momen saat itu sangatlah penting,” tutupnya.

Vazquez : Impian Kecil Yang Menjadi Nyata

lucas-vazquez

Sebagai jebolan akademi Real Madrid, mimpi Lucas Vazquez adalah bermain untuk tim utama kini sudah terwujud. Selain Sudah bermain untuk tim utama, dia juga resmi mendapatkan kontrak baru pertamanya bersama dengan Tim Utama Los Blancos.

Selepas “lulus” dari akademi Madrid, Vazquez lebih dulu bermain untuk Real Madrid C dan Real Madrid B, sebelum dipinjamkan selama semusim ke Espanyol. Pada musim 2015/2016, barulah dia bisa merasakan bermain untuk tim utama Madrid.

Momen terbaik Vazquez pada musim itu adalah ketika dia masuk menggantikan Karim Benzema di final Liga Champions 2016. Vazquez kemudian menjadi salah satu eksekutor penalti Madrid pada laga itu dan membantu timnya meraih kemenangan.

Musim berganti, Vazquez pun masih tetap menjadi salah satu pemain yang diandalkan pelatih Madrid, Zinedine Zidane. Sejauh musim ini berjalan, dia sudah bermain 8 kali di La Liga, kendati baru 1 kali bermain sebagai starter.

Meski begitu, kepercayaan Madrid padanya terlihat pada diberikannya kontrak baru. Ya, beberapa hari lalu, Vazquez baru saja menandatangani kontrak hingga 2021.

“Saya amat senang. Mimpi saya sejak 2007 adalah bermain untuk tim utama,” ujar pemain berusia 25 tahun ini seperti dilansir Soccerway.

“Ini tidaklah mudah, tapi saya senang bisa berada di sini. Saya berharap bisa terus berada di jalan ini dan berkembang menjadi pesepakbola dan manusia yang lebih baik,” kata Vazquez.

Performa bagus Vazquez bersama Madrid telah membuat eks pelatih timnas Spanyol, Vicente del Bosque, tertarik. Pada Piala Eropa 2016 lalu, dia dipanggil memperkuat La Furia Roja, kendati pun akhirnya hanya bermain 1 kali di turnamen tersebut.

” Real Madrid adalah tim impian saya sejak kecil, Sejak Kecil saya selalu berkeinginan untuk menjadi pesepakbola profesinal bersama dengan Real Madrid, Kini impian kecil saya telah menjadi kenyataan.” Kata Vazquez.

Pensiun Dari Tim Nasional Jerman, Wiese Menatap Karier Di WWE

tim-wiese

Sosok Tim Wiese kini sungguh jauh berbeda. Dirinya yang memutuskan untuk Pensiun dari sepakbola pada 2014 yang lalu, Kini dirinya berhasil memperbesar ototnya dan beralih jadi pegulat. Apa katanya soal dunia gulat?

Wiese, yang merupakan anggota skuat tim nasional Jerman di Piala Dunia 2010, memutuskan berhenti berkarier sebagai pesepakbola pada September 2014. Kala itu, Wiese baru berusia 32 tahun, belum tua-tua amat untuk ukuran seorang penjaga gawang.

Kendati begitu, Wiese merasa bahwa masa-masa terbaiknya sebagai pesepakbola sudah lewat. Setelah pensiun, dia pun fokus memperbesar badannya.

Pada Juni 2016, Wiese pun mendapatkan tawaran untuk tampil di arena WWE (World Wrestling Entertainment). Dia diajak langsung oleh Triple H (bernama asli Paul Levesque), yang menjabat sebagai wakil presiden eksekutif dalam hal talenta WWE.

Wiese lantas bergabung dengan WWE Performance di Orlando, Florida, Amerika Serikat, dan mendapatkan pelatihan tambahan. Kini, Wiese mengaku, setelah pensiun dari sepakbola dan beralih ke gulat, badannya terasa lebih bugar.

“Sebagai kiper, Anda hanya jalan-jalan sedikit saja,” ujar Wiese kepada Bild.

“Tapi, beban yang ada pada latihan gulat jauh lebih berat daripada sepakbola. Mengangkat beban 120 kilogram jelas tidak sama dengan 90 kilo.”

Lalu, siapkah dia dengan dunia WWE, yang tidak hanya sebuah olahraga, tetapi juga sebuah arena hiburan? Wiese mengangguk.

“Saya bisa berakting, itu ada di dalam darah saya. Hidup saya sendiri adalah sebuah pertunjukan!” ucapnya.

“Saya sudah lama memutuskan untuk pensiun dini sebelum 2014 lalu, Sebelum memutuskan untuk menjadi pegulat dulu saya bercita cita untuk menjadi seorang aktor, mungkin dengan tubuh kekar ini saya bisa mewujudkan mimpi saya tersebut, WWE akan menjadi lompatan pertama bagi saya, banyak aktor yang juga pernah menjadi pegulat di sana sebelum terkenal sebagai aktor, sebut saja salah satunya The Rock Dyane Johnson.” Kata Wiesse.

Arema Taklukan Semen Padang 3-1

TSC

Arema Cronus meraih poin penuh pada pertandingan melawan tuan rumah Semen Padang. Tim berjuluk ‘Singo Edan’ itu menang 3-1 atas ‘Kabau Sirah’, Jumat (28/10/2016).

Kemenangan tersebut juga berarti penting untuk Arema. Dengan tambahan tiga poin, mereka kini menyamai perolehan poin sekaligus menyalip Madura United. Arema kini memuncaki klasemen Torabika Soccer Championship (TSC) dengan nilai 49, sama dengan nilai yang dimiliki Madura United. Kendati begitu, Arema unggul selisih gol (+19) atas Madura United (+10).

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion H. Agus Salim, Padang, Arema sebenarnya tak banyak membuat percobaan untuk mencetak gol. Dalam catatan situs resmi TSC, Arema hanya melepaskan 5 attempts dengan 3 di antaranya tepat sasaran. Artinya, seluruh 3 attempts on target Arema berbuah jadi gol.

Rekening gol Arema pada laga ini dibuka oleh Raphael Maitimo pada menit ke-16. Tendangan Maitimo mengenai bek Semen Padang, Novan Setyo, sehingga bola pun berubah arah. Sembilan menit kemudian, Arema menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Gol kedua Arema dicetak oleh Hamka Hamzah melalui sebuah sundulan, menyusul tendangan bebas yang dilakukan oleh Ferry Aman Saragih. Skor 2-0 itu bertahan hingga babak pertama selesai.

Di awal-awal babak kedua, tepatnya pada menit ke-46, Ezteban Vizcarra mengubah skor menjadi 3-0 lewat sebuah sundulan memanfaatkan tendangan penjuru dari kanan. Skor 3-0 itu membuat Semen Padang kesulitan, padahal sebelumnya mereka tampil cukup agresif.

Gol hiburan untuk Semen Padang baru hadir pada menit ke-90 melalui tendangan penalti Irsyad Maulana. Dengan kekalahan ini, Semen Padang tertahan di posisi ketujuh dengan nilai 38.

Pada pertandingan sore hari tadi, Madura United kalah 1-2 dari Mitra Kukar. Mitra Kukar unggul 2-0 lebih dulu lewat gol-gol dari Victor Herrero pada menit ke-16 dan Asri Akbar pada menit ke-65. Baru pada menit ke-90, Madura United memperkecil skor lewat gol Munhar.

Kekalahan Madura United itulah yang kemudian membantu Arema untuk naik ke puncak klasemen TSC.

Mkhitaryan Akan Mencoba Untuk Merebut Posisi Tim Utama MU

mkhitaryan

Manchester – Henrikh Mkhitaryan memulai awal karier yang tidak menyenangkan bersama dengan Manchester United. Akan tetapi Mkhitaryan enggan untuk menyerah dan juga siap untuk memperjuangkan posisinya di tim utama Manchester United.

Semenjak didatangkan dari tim Bundesliga, yakni Borussia Dortmund pada musim panas yang lalu, Mkhitaryan sendiri memang belum banyak terlibat di dalam pertandingan-pertandingan tim yang memiliki nama lain The Red Devils tersebut pada semua kompetisi. Pemain yang berasal dari Armenia tersebut bahkan juga telah absen semenjak MU mengalami kekalahan pada laga derby Manchester di 10 September yang lalu.

Berkali-kali sang manajer Jose Mourinho ditanyakan mengenai kapan Mkhitaryan bakal bermain, berulang kali juga Mourinho pun menjawab ‘’segera, segera, dan segera lagi.’’ Namun hingga saat ini Mkhitaryan pun belum kelihatan batang hidungnya.

Cedera selalu jadi alasan bagi Mourinho mengenai mengapa Mkhitaryan hingga sampai saat ini belum juga dimainkan bersama dengan The Red Devils. Padahal Mkhitaryan telah bebas dari cedera dan juga siap untuk bermain kembali di dalam lapangan.

Maka hal yang wajar bila muncul isu yang menyebut Mkhitaryan akan mempertimbangkan peluang untuk pergi pada musim dingin nanti, demi untuk mencari peluang bermain yang lebih banyak.

Namun hal tersebut dibantah oleh Mkhitaryan yang juga menegaskan dirinya siap untuk bersaing dengan pemain yang lain demi untuk mendapatkan tempat pada tim utama.

‘’Tak jadi masalah apakah mereka menebus saya dengn harga, yang saya tak tahu pasti, apakah dengan 38 atau 40 juta poudsterling. Tetapi saya tak dapat jaminan untuk dapat terus bermain,’’ kata Mkhitaryan.

‘’Jadi saya Cuma mencoba untuk berlatih dengan sebaik mungkin untuk mendapatkan peluang bermain  dan juga kita lihat setelah itu seperti apa, sebab saya tak merasa yakin bakal terus bermain, tergantung dari taktik dan juga tim yang akan dihadapi. Akan tetapi saya bakal melakukan apapun untuk dapat membantu tim,’’ tambah pemain yang hanya baru tampil sebanyak lima kali bersama dengan MU pada semua kompetisi tersebut.