Monthly Archives: June 2016

Damion Stewart Kembali Bermain

Damion Stewart

Dengan kurun waktu 48 jam setelah Dickson Nwakaeme dan Zesh Rehman mengumumkan masa pasca di Pahang, dari mantan pemain asing lain Pahang bermunculan kembali. Mantan pemain Jamaika dan Pahang yakni  bek Damion Stewart muncul untuk Perlis di Ramadhan, mereka memecah persahabatan melawan Kelantan pada Rabu malam, mungkin sebagai bagian dari percobaan untuk bergabung dengan Lions Utara pada jendela transfer bulan Juni.

Pemain 35 tahun menjadi agen bebas akhirnya meninggalkan The Elephants di akhir musim 2015, setelah menghabiskan dua setengah musim di sana dan memenangkan piala Malaysia Cup 2013 dan 2014, serta Piala FA 2014 mereka. Dia juga bergabung dalam lineup Perlis ‘yang telah dimulai dengan beberapa nama baru.

Stewart diatur dari persaingan untuk mendapatkan duduk  di pertahanan dari bek tengah Nigeria, yakniMohamed Chikoto. Kontrak bek pemain 27 tahun dengan klub saat ini, Aljazair ASM Oran yang diatur untuk mengakhiri bulan ini, tanpa ditawari perpanjangan kontrak. Penampilan mereka di pertandingan mengisyaratkan kepergian dari bek Nigeria Obinna Nwaneri dari Perlis, yang bahkan tidak terdaftar sebagai pengganti pertandingan.

Juga membuat sebuah penampilan untuk Perlis di pertandingan, sedangkan striker asal Bosnia berusia 26 tahun Nedo Turkovic  bermain klub sepak bola terutama di negara asalnya, yakni Zeljeznicar dan Travnik.

Dia mungkin mencoba untuk posisi yang ditinggalkan oleh striker Liberia Edward Junior Wilson, yang dikabarkan telah dijatuhkan oleh pelatih kepala Dollah Salleh, dan tidak terdaftar dalam pertandingan, baik di lineup awal atau di bangku cadangan.

Namun Perlis ‘penyerang asing lainnya, Kayne Vincent, yang sebelumnya telah dikabarkan dekat dibuang oleh Perlis, malah muncul di pengganti’ daftar di pertandingan.

Pertandingan, dimainkan di Stadion Sultan Mohammad IV, berakhir imbang 1-1, dengan gol Perlis ‘dicetak oleh trialist lain asing, Muamer Skvka yang tendangan penalti menit ke-34. equalizer Kelantan dicetak oleh Wan Zaharulnizam Zakaria di menit ke-55.

Selama 48 jam terakhir, berita muncul dari mantan rekan tim Stewart di Pahang. Hal itu terungkap bahwa Nwakaeme akan joning Angers di divisi pertama musim depan Prancis, sementara Zesh meninggalkan sisi Liga Super dengan saling terminasi.

 

 

Malaysia Super League

Malaysia Super League

Selama dua hari terakhir, beberapa pertandingan lebih telah dimainkan, dari Liga Super Kelantan, yakni Kedah dan Terengganu menggambarkan setiap langkah lawan-lawan mereka.

Pada hari Selasa, Pahang melawan ATM menorehkan hasil 2-1 di Stadion Darul Makmur. gol Tim tuan rumah dicetak oleh Fauzi Roslan (26 ‘) dan pemain asing baru mereka Faysal Shayesteh (71′), sedangkan tim tamu Gladiator ‘itu dicetak oleh Zaironi Yusof di menit ke-77. The Elephants akan berjumpa di laga berikutnya pada tanggal 2 Juli, melawan pemimpin Liga Premier Melaka Inggris di Stadion Hang Jebat.

Di Stadion Sultan Mizan Zainal Abidin pada hari Rabu, pertandingan Terengganu melawan rival lokal T-Team berakhir imbang 2-2. The Turtles memimpin 2-0 melalui gol cepat oleh Issey Nakajima-Farran di menit 25 dan 26, tapi gol Dilshod Sharifudinov di menit ke-51 dan Zulhanizam Shafine di injury time memastikan pertandingan berakhir imbang. Kedua tim akan bermain lagi pada 3 Juli, di Stadion Sultan Ismail Nasiruddin Shah.

di sisi Lain East Coast, Kelantan juga bermain di rumah, yakni tertahan imbang 1-1 melawan Perlis di Stadion Sultan Mohammad IV. Premier League mencetak gol pertama di pertandingan melalui penalti trialist Muamer Skvka di menit ke-34, sebelum Wan Zaharulnizam Zakaria menyamakan kedudukan di menit ke-55, dari membantu dengan penandatanganan Brasil baru mereka Wander Luiz.

Sama seperti Kelantan, sisi Liga Super Kedah juga diadakan 1-1 di kandang oleh yang lain pakaian Premier League, DRB-Hicom dengan pengunjung membuka skor. Lebah ‘trialist Mbaga Cedric mencetak gol pembuka di menit ke-31, tapi Syazwan Zainon menyamakan kedudukan untuk Red Eagles lewat penalti menjelang akhir pertandingan.

Sementara itu Felda Inggris mengalahkan UiTM FC 6-0, dan Negeri Sembilan mengalahkan tim Piala FAM MOF FC 5-2.

Pada berita lain, tim Sabahan akan ambil bagian dalam turnamen empat tim, 2016 Piala Konfederasi awal Rabu, 29 Juni. Tim yang League Premier sisi Sabah, sisi Piala FAM KDMM FC dan DYS FC, dan Games Malaysia tim sepak bola (SUKMA) Sabah. Pada tanggal 29 Juni KDMM akan mengambil DYS, sementara Sabah akan bermain SUKMA Sabah hari setelah, di tempat yang sama.

Aaron Mooy Resmi Gabung Man City

Aaron Mooy

Manchester City akhirnya resmi memporses pemain gelandang asal Australia yakni Aaron Mooy dari klub afliasi negara tersebut yakni Melbourne City. dalam kesepakatan ini diumumkan tepatnya pada hari kamis , yakni dari Mooy sendiri telah memiliki sebanyak 14 Caps sewaktu bersama tim Socceroos ang akan pindah ke City usai mendapatkan kontrak selama 3 tahun.

Pria berusia 25 tahun ini mendatkan sebuah gelar berjudul pemain terbaik usai selama 2 musim berturut turut bersama tim Melbourne yang ia di datangkan dari rival mereka yakni A League, yakni di Western Sydney Wanderes pada tahun 2014 silam.

meski dengan demikian, kemungkinan besar Mooy sendiri tidak langsung masuk dengan skuad senior dari tim Citizen ini, lantas sang pemain akan di pinjamkan kepada klub lain.

“Aaron adalah salah seorang pemain yang mempunyai talenta bagus, ia sendiri menguasai dari banyak hal yang dapat di andalkan dari klun ini, di samping itu ia berkembang dengan cukup baik sewaktu bersama City Football,” Ucap Brian Marwood yang merupakan manager Direktur Manchester City

. “Model unik tersebut juga di hadirkan dari CFG yang merupakan pindahan dari Aaron ke City yang turut membuat tim kami memberikan dia ekpost tinggi serta memberikan perkembangan baik secara profesional,” begitu sekiranya.

pada sebelumnya dari CIty juga sama dengan melakukan hal yang sama dengan 2 pemain asal Australia lainnya yakni Anthony Caceres dan Luke Brattan yang mendapat rekrut yang kemudian di berikan pinjaman kepada tim Melbourne City. sedangkan pada berita lain, Zlatan Ibrahomovic akan segera meresmikan kepindahannya di raksasa Inggris yang tidak lain Manchester United tepatnya jumat besok, hal ini di klaim oleh media Daily Mail.

striker Internasional asal Swedia juga telah sepakat untuk segera bergabung dengan Tim United, akan tetapi sang mastro belum sama sekali menandatangani kontrak ini lantaran masih menunggu bonus loyalitas dari Paris Saint Germain. seperti halnya yang di jumpai, Ibra sendiri di beri bonus dari PSG sampai berakhirnya kontrak yakni haris kamis ini, dengan catatan tidak mengikat kontrak dimanapun.

 

 

Atletico Sudah Menjadi Tim Papan Atas EROPA

Diego Simeone

Dalam beberapa musim belakangan ini kubu Atletico Madrid memang sudah sering terlihat didalam ajang kompetisi Liga Champions,dan tentunya semua hal tersebut pun dikaitkan dengan tangan dingin dari Diego Simeone. Dimana sejak berada dibawah asuhan Diego Simeone,klub Atletico Madrid tersebut pun sudah berhasil menggapai titel juara dari Copa Del Rey, La Liga Spanyol, titel juara Liga Europa dan juga Piala Super Eropa. Dan dari beberapa titel juara tersebut yang sudah dikumpulkan oleh Atletico Madrid,hanya titel juara dari ajang kompetisi Liga Champions saja yang belum pernah mereka kantongi hingga saat ini.

Oleh karena itulah Diego Simeone pun masih ingin bisa membuat timnya lebih baik lagi karena sang manajer asal Argentina tersebut pun masih ingin bisa memberikan titel juara Liga Champions kepada klub Los Rojiblancos. Namun sayangnya didalam ajang kompetisi Liga Champions,skuat tim besutan dari Diego Simeone tersebut pun masih belum bisa mengalahkan kekuatan dari Barcelona, Real Madrid dan juga Bayern Munich yang menjadi tiga dominasi kekuatan didalam ajang kompetisi Eropa dalam beberapa musim belakangan ini.

Meski demikian kubu Atletico Madrid pun sudah termasuk kedalam salah satu bagian tim tangguh di Eropa termasuk didalam ajang kompetisi Liga Champions pada beberapa musim belakangan ini,selain Atletico Madrid juga terdapatnya tim Juventus yang sudah mulai menunjukkan kembali kekuatannya didalam ajang kompetisi Liga Champions. Atas hal inilah tentunya membuat kubu Atletico Madrid pun tidak bisa diremehkan lagi didalam ajang kompetisi Liga Champions dalam beberapa musim kedepan ini.

Sebab Diego Simeone sendiri pun masih akan tetap menangani klub tersebut hingga masa kontraknya berakhir ataupun hingga pihak klub dari Atletico Madrid itu sendiri pun sudah tidak ingin memakain jasanya lagi. Oleh karena itulah selama Diego Simeone masih menangani tim Atletico Madrid,tentunya tim-tim Eropa yang selalu mengikuti ajang kompetisi Liga Champions tersebut didalam setiap musimnya pun sudah harus waspada terhadap pergerakan dari performa permainan Atletico Madrid yang tentunya akan semakin bertambah kuat didalam setiap musimnya.

Christian Vieri Terkesan Dengan Penampilan Italia

Christian Vieri

Seperti yang kita ketahui bahwa Christian Vieri sendiri merupakan salah satu mantan pemain yang pernah tergabung kedalam skuat timnas Italia dari tahun 1997 hingga tahun 2006 tersebut pun sudah berhasil menyumbangkan 23 gol dari 49 kali penampilannya bersama dengan timnas Spanyol didalam ajang kompetisi Internasional yang sudah diikutinya tersebut. Dimana Christian Vieri yang kini hanya bisa melihat dan menonton timnas Italia melakoni laga-laga pentingnya didalam ajang kompetisi Piala Eropa 2016 yang tengah dijalani di Perancis tersebut pun akhirnya membuat mantan bomber dari Italia tersebut cukup terkesan dengan apa yang sudah dilakukan oleh para pemain muda timnas Italia yang sudah memberikan performa permainan terbaiknya didalam ajang kompetisi Piala Eropa 2016 yang mereka ikuti tahun ini.

Apalagi Christian Vieri pun menyaksikan jika timnas Gli Azzurri pun berhasil melaksanakan misi balas dendamnya dengan mengalahkan Spanyol 2-0 didalam  babak 16 besar itu pun tentunya sudah membuat langkah mereka sedikit lebih ringan dalam menggapai titel juara Piala Eropa yang harusnya bisa mereka dapatkan ditahun 2016 ini. Sebab setelah berhasil menyingkirkan Spanyol dari babak 16 besar,kini skuat timnas Gli Azzurri pun akan berhadapan dengan Jerman didalam laga babak perempat final yang akan diselenggarakan pada hari Minggu (03/07/2016) dini hari mendatang di Matmut Atlantique.

Tentunya Christian Vieri sebagai mantan bomber yang pernah bergabung dengan skuat tim Italia tersebut pun tetap memberikan dukungan penuh kepada tim Italia agar nantinya bisa memberikan yang terbaik kepada negaranya didalam ajang kompetisi Eropa yang mereka ikuti ditahun 2016 ini. Apalagi tim Italia yang ditangani oleh Antonio Conte tersebut memang sangat berbeda jauh dengan tim Italia yang pernah diikuti oleh Christian Vieri dimasanya tersebut.

Atas hal inilah yang kemudian membuat Christian Vieri cukup terkesan tidak hanya dengan performa permainan dari para pemain muda Italia namun juga terkesan atas kinerja dari Antonio Conte yang dinilai mampu meningkatkan performa permainan dari tim Italia menjadi lebih agresif dan tangguh dibandingkan dengan tim Italia sebelumnya. Dan mungkin dengan adanya penampilan baru dari tim Italia ditahun 2016 inilah yang tentunya sudah membuat Christian Vieri sangat ingin bisa berada di Matmut Atlantique dan memberikan dukungan penuh terhadap para pemain Italia yang akan berjuang nantinya diatas lapangan pada saat berhadapan dengan Jerman.

Patrice Evra Masih Belum Bisa Dipastikan Hadir

Patrice Evra

Saat ini kubu Perancis pun memang tengah mendapatkan beberapa kendala yang tengah mereka persiapkan dalam menghadapi laga babak peremapt final yang akan mereka jalani pada hari Senin (04/07/2016) dini hari mendatang di Stade de France dengan menghadapi Islandia yang akan menjadi lawannya tersebut. Beberapa kendala yang tengah dialami oleh skuat timnas Perancis itu pun adalah tidak bisa dimainkannya N’Golo Kante dan Adil Rami dikarenakan terdapatnya akumulasi kartu kuning yang sudah mereka dapatkan terlebih dahulu didalam laga sebelumnya agar nantinya mereka tidak akan mendapatkan sanksi berkepanjangan jika kembali mendapatkan akumulasi kartu kuning lagi di laga selanjutnya.

Selain ganjaran kartu kuning yang didapatkan oleh N’Golo Kante dan Adil Rami yang akhirnya membuat Didier Deschamps untuk tidak memainkan kedua pemain tersebut,kini Didier Deschamps pun tengah diikuti kekhawatiran dikarenakan Patrice Evra pun baru saja mendapatkan cederanya pada saat menjalani sesi latihan dalam mempersiapkan diri dari para pemain Perancis untuk menghadapi Islandia pada hari Rabu dalam waktu setempat. Setelah mengalami cedera tersebut,Patrice Evra pun segera mendapatkan pemeriksaan secara medis dari tim medis yang ada didalam skuat timnas Perancis tersebut.

Dan hingga saat ini Patrice Evra pun belum bisa dipastikan mendapatkan cedera yang cukup serius ataupun tidak dari tim medis yang menanganinya. Namun tim medis dari skuat timnas Perancis pun tengah berupaya untuk bisa melakukan yang terbaik agar nantinya sang pemain tersebut bisa bermain dan memberikan permainan terbaik bagi negaranya yang tengah berjuang untuk bisa mendapatkan titel juara Piala Eropa ditahun 2016 ini. Apalagi kali ini Perancis merupakan penyelenggara dan sekaligus tim tuan rumah dari ajang kompetisi Piala Eropa,oleh karena itulah Didier Deschamps pun tentunya dituntut untuk bisa memberikan yang terbaik bagi negaranya dalam meraih titel juara Piala Eropa ditahun 2016 ini.

Sebab pada sebelumnya Didier Deschamps yang juga tergabung didalam skuat timnas Perancis yang berhasil mendapatkan titel juara Piala Dunia 1998 lalu itu pun juga dikarenakan Perancis lah yang menjadi tim tuan rumah penyelenggara Piala Dunia 1998 lalu,dan atas hal itulah yang kemudian pun membuat Didier Deschamps pun ingin kembali melakukan hal tersebut terhadap tim yang ditanganinya tersebut dalam mendapatkan apa yang ingin mereka dapatkan didalam ajang kompetisi Piala Eropa 2016 ini.

Neuer Dan Buffon Kiper Terbaik Di EURO 2016

Andreas Kopke

Penjaga gawang timnas Italia, Gianluigi Buffon dan juga Manuel Neuel yang merupakan penjaga gawang timnas Jerman yang dinilai telah memperlihatkan kemampuan yang sangat bagus didalam kompetisi Piala Eropa tahun 2016 ini. Kedua penaga gawang tersebut dinilai menjadi penjaga gawang terbaik di kompetisi empat tahunan itu.

Bersama dengan timnas Italia, Buffon mampu untuk memperlihatkan penampilan yang sangat bagus. Dia masih belum pernah membiarkan gawangnya kebobolan satu gol pun dalam tiga pertandingan yang dijalaninya. Timnas Italia hanya satu kali saja kebobolan pada saat menghadapi timnas Republik Irlandia, akan tetapi pada saat itu penjaga gawang timnas Italia dijaga oleh Salvatore Sirigu.

Buffon juga tercatat mampu untuk melakukan penyelamatan gemilang bersama dengan timnas Italia didalam kompetisi Piala Eropa sebanyak empat kali.

Sedangkan Neuer juga berhasil untuk memperlihatkan kepiawaiannya bersama dengan timnas Jerman. Dia berhasil untuk menjaga gawangtimnas Jerman dari kebobolan selama empat pertandingan dan dalam cacatannya dia berhasil untuk melakukan penyelamatan sebanyak empat kali.

Dengan performanya tersebut, Jerman menjadi salah satu timnas yang masih belum kebobolan didalam kompetisi Piala Eropa tahun ini. Dan satu timnas yang lainnya adalah timnas Polandia.

Mengenai performa yang diperlihatkan oleh Buffon dan juga Neuer, Andreas Kopke yang merupakan pelatih kiper timnas Jerman memberikan sanjungannya yang sangat besar.

“Kedua penjaga gawang tersebut merupakan penjaga gawang yang sangat top sekali dan juga penjaga gawang terbaik yang ada didalam kompetisi ini. Mereka berdua mampu untuk mengomandokan pertahanan serta mereka berdua merupakan figur yang sangat penting sekali baik didalam ataupun diluar lapangan,” ungkap Andreas Kopke.

“Saya harus memberikan hormat kepada Gigi Buffon karena ketenangan yang selalu diberikannya dan juga sebagaimana pentingnya dia didalam tim yang dia perkuat. Sedangkan Manuel Neuer memperlihatkan sebuah pertandingan yang sangat berbeda dan saya berpikir akan sulit untuk membandingkan mereka. Saya sama sekali tidak terlalu mempercayai mengenai peringkat pemain,” tutup pelatih berkebangsaan Jerman berusia 54 tahun tersebut.

Maradona Sebut Inggris Si Tenar Yang Minim Talenta

Diego Maradona

Legenda hidup dunia sepakbola asal Argentina, Diego Maradona memberikan kritikan pedasnya kepada timnas Inggris. Dia menyebutkan bahwa timnas berjulukan The Three Lions tersebut hanya memiliki nama tenar, akan tetapi mereka cukup minim didalam talenta.

Inggris kembali lagi gagal didalam turnamenbesar. Setelah tersingkir didalam babak fase grup di ajang kejuaraan Piala Dunia tahun 2014 yang lalu, sekarang mereka kembali tersingkir didalam babak delapan besar kompetisi Piala Eropa.

Kegagalan yang dialami oleh timnas Inggris didalam kompetisi Piala Eropa tahun 2016 ini sebenarnya sudah mulai terasa disaat babak fase grup yang dimana mereka tampil dengan sangat kurang meyakinkan, meskipun sempat menang dari Wales dengan skor tipis 2-1.

Pemain belakang timnas Islandia, Ragnar Sigurdsson mengatakan bahwa buruknya ketepatan yang dimiliki oleh timnas Inggris sangatlah menguntungkan timnas yang diperkuatnya.

Inggris berhasil dikalahkan oleh timnas Islandia pada saat pertandingan perdelapan final dengan skor 1-2. Kekalahan tersebut dinilai sangat memalukan dikarenakan timnas Islandia baru saja memulai debutnya didalam kompetisi Piala Eropa tahun 2016 ini.

“Itu merupakan kekalahan yang sangat mengecewakan sekali. Islandia secara adil mampu untuk mengontrol jalanya laga tersebut dan membuat lawan yang mereka hadapi yang terkenal tersebut berlari kedalam arah yang tidak tentu,” ungkap Maradona.

“Inggris memang menjadi tim yang sangat tenar, akan tetapi talenta mereka sangat minim dan determinasi sekali.”

Sedangkan didalam sisi yang lainnya, Maradona juga memberikan pujiannya kepada timnas Islandia. Sekarang ini Islandia akan menjalani pertandingan yang cukup berat dengan menghadapi timnas Prancis didalam babak perempatfinal. Jika timnas Islandia berhasil mengatasi timnas Prancis dan masuk kedalam babak semifinal, maka Maradona mengakui bahwa dirinya akan sangat terkejut dengan hal tersebut.

“Saya akan merasa sangat terkejut sekali jika mereka mampu untuk mengatasi timnas Prancis. Negara kecil tersebut telah membuat cerita tersendiri didalam turnamen besar ini sampai dengan sejauh ini,” tutup pernyataan dari seorang pemain legendaris asal Argentina yang dijuluki dengan julukan Hands Of God tersebut.

Simeone Angkat Suara Soal Kekalahan Di Final Champions

Diego Simeone

Manajer klub Atletico Madrid, Diego Simeone akhirnya angkat suara untuk kali pertamanya paska pertandingan final Liga Champions. Mengenai komentar yang dilontarkannya pada saat masa yang lalu, Simeone pada akhirnya  memberikan klarifikasi mengenai hal tersebut.

Setelah berhasil dikalahkan oleh rival satu kotanya, Real Madrid didalam babak final kompetisi Liga Champions pada saat bulan Mei yang lalu, Simeone mengeluarkan sebuah komentar kepada para suporter Atletico Maddrid yang membuat mereka ketar-ketir. Dia mengakui ingin beristirahat untuk mempertimbangkan masa depan yang dimilikinya di Vicente Calderon.

Kekalahan tersebut merupakan final kedua yang dialami oleh Simeone bersama dengan Atletico Madrid didalam babak final kompetisi Liga Champions. Sebelumnya pelatih berkebangsaan Argentina tersebut juga tidak mampu untuk memberikan Si Kuping Besar pada saat Atletico Madrid menembus babak final disaat dua musim yang lalu dikarenakan kalah juga dari tim yang sama, yakni rivalnya, Real Madrid.

Satu bulan setelah kekalahan menyakitkan yang mereka dapatkan di Milan, tepatnya di Italia, Simeone pada akhirnya memberikan komentar. Dia mengklarifikasikan bahwa pada saat itu dia terbawa dengan suasa emosional pada saat itu karena kembali tidak berhasil membawa trofi juara Piala Liga Champions untuk tim yang dilatihnya tersebut.

“Setelah pertandingan final berakhir, saya memang berbicara semua hal tersebut dan itu dikarenakan saya terbawa suasana dan emosi saya sesaat. Disaat berada didalam sebuah situasi dimana emosional Anda meledak, kami orang Argentina memang sedikit seperti itu,” ungkap Simeone dalam klarifikasinya tersebut.

“Bukan dikarenakan salah tim yang lain karena mampu menglaahkan Anda, akan tetapi itu merupakan hal yang Anda pelajari dari seiring waktu berjalan dan saya telah memperlajarinya sebelumnya.”

“Mengingat bahwa rasa sakit dan juga penderitaan merupakan sebuah proses yang sangat Anda butuhkan agar bisa mengatasi pukulan keras seperti ini,” lanjutnya.

“Saya berharap bahwa apapun yang akan terjadi kami akan bisa kembali lagi kejalur kami dan saya berharap agar semuanya bisa memaklumi apa yang sudah saya katakan sebelumnya.

Optimisme Wales Lawan Belgia

Neil Taylor

Dari tim nasional Wales telah memberikan pujian akan kualitas dari kubu Belgia yang merupakan lawan mereka pada saat pertandingan perempatfinal Piala Eropa 2016. Akan tetapi The Dragons sendiri memiliki keyakinan bahwa dapat membuat Belgia terluka.

Tidak seperti Wales yang telah mengandalkan pemain Gareth Bale, dari kubu Belgia sendiri kemampuan yang ada lebih merata. The Red Devils sendiri memiliki pemain bintang di setiap lini yang ada jadi bukan sesuatu hal yang mengherankan jika mereka akan menjadi salah satu tim favorit juara pada saat laga Piala Eropa 2016.

“Dari sebuah catatan yang ada mereka merupakan sebuah tim yang tangguh, mereka bisa saja menunrunkan dua tim yang dapat melakukan persaingan di Piala Eropa sekarang ini. Dengan memiliki generasi pemain yang diberkati dalam kondisi naik daun, tim tersebut dapat membuat anda tampil dengan defensive,” papar pemain bek Wales yakni Neil Taylor.

Mereka sendiri juga melakukan aliran bola dengan sangat baiknya dengan memiliki tipe pemain yang ada, oleh sebab itu harus menghormati mereka jika tidak dapat menghempaskan anda dalam keadaan sepenuhnya.”

Wales sendiri akan berhadapan dengan Belgia di sebuah pertandingan perempatfinal di Lille pada hari Jumat 1 Juli 2016, dengan kedua tim sebelumnya juga telah dua kali bertemu di sebuah babak kualifikasi yang ada dengan Wales sendiri berhasil meraih satu kali kemenangan dan juga satu kali hasil imbang.

“Dengan memberikan rasa hormat yang ada kepada mereka dikarenakan mereka memiliki pemain yang sangat baik dan juga bertalenta, akan tetapi kami sendiri juga harus mengetahui bahwa kami dapat memberikan luka kepada mereka,” lanjut Neil Taylor.

Kami sendiri juga memiliki sebuah cara untuk menghadapi lawan yang ada di saat kami harus melakukannya, akan tetapi merupakan sesuatu hal yang paling penting ialah untuk tidak kebobolan,” papar bek Swansea City tersebut.
Oleh sebab itu Wales sendiri dalam kondisi yang terbaik di saat akan berhadapan dengan Belgia yang akan memberikan kesulitan bagi mereka.