Monthly Archives: April 2016

Leicester City Mampu Untuk Bertahan

Leicester City

Tim Leicester City memastikan ingin agar bisa bermain sebagus mungkin dengan penampilan yang dimilikinya tersebut saat berada dimusim sekarng. Ini juga yang bersama rekannya yang bisa mengatasi hal itu. Belum ada kepastian dari lawan yang memang berniat untuk menglaahkan tim Leicester City, dengan kata lain para pendukung Leicester City juga belum berkurang karena mereka memastikan timnya sekarang bisa mengatasinya sebaik mungkin. Leicester yang berada dimusim sekarang juga yang berusaha agar bisa unggul saat bertepatan diajang Premier League. Ini juga yang berbeda sampai apda musim berikutnya yang sudah pernah hengkang mengarah ke laganya tersebut. Ini juga berbeda saat bersama para rekannya yang berada diposisi awal yang sudah kumpulkan sebnayak 75 poin yang memang mereka juga yang beripa untuk bermain sampai pada 30 musim.

Ini juga yang berbeda dengan enam poin yang sudah mereka dapatkan yang bersama tim Tottenham Hotspur yang berusaha agar bisa tempati posisi kedua klasemen, ini juga yang memang mereka ingin agar bisa menempati posisi kedu klasemen yang berharap bisa raih satu keberhasilannya tersebut demi mendapatkan gelar bertahan. Ini juga yang berbeda dengan tim LEicester City yang berusaha agar bisa unggul dimusim berikutnya. Bersama dengan tim Leicester yang berharap agar reknanya punya peluang yang memang ini juga kepastian yang diberikan olehnya. Ini juga yang berbeda dengan rekan lainnya yang memang mereka juga memastikan kalau Leicester juga merasa kalau apa yang mereka dapatkan menjadi pengalaman yang berarti untuk mereka untuk persiapan dikemudian hari.

Leicester yang pertahankan gelar bertahan mereka yang juga akan memberikan perlawanan kepada tim Manchester United yang mengarah saat berada di Old Traffrod yang memang ini juga yang membuat mereka akan bermain dengan kedudukan sama yang menghadapi Spurs yang ingin agar bisa memberikan perlawanan kepada tim Chelsea. Tim Leicester juga yang menginginkan agar tidak tertinggal oleh tim lawannya untuk bermain dalam laga berikutnya.

Juventus Berusaha Untuk Mendekati Milan

Arrigo Sacchi

Arrigo Sacchi yang berkomentar kepada tim Ac Milan yan gini juga menjadikan mereka menjadi pusat perhatian yang bersama tim Inter Milan. Dengan keberhasilan mereka unggul saat berada ditahun 2010 yang sampai pada tahun 2011 lalu, Milan juga yang memang ini tidak mudah untuk mereka yang bersama Runer up yang berada ditahun 2012. MEreka juga yang akan menyelesaikannya yang sampai pada posisi kedelapan. Musim sekarang yang memang mereka juga yang bersiap bemrain dalam dua musim berikutnya yang memang Milan juga yang sudah berada diurutan kelima yang bersama Rossoneri yang ini juga berusaha untuk dilakukannya.

Mereka juga yang akan bermain dalam empat musim berikutnya yang ini juga yang tidak mudah untuk Sacchi yang memang mereka juga berusaha bersaing sebaik mungkin bersama tim Juventus. Ini juga harapan dari Juventus untuk dapatkan gelarbertahan yang sudah keempat dilakukannya. Dengan ini Milan juga sudah kumpulkan sebanyak 50 angka yang memang mereka sudah kumpulkan sebanyak 30 poin yang bersaing dengan lawannya dengan gelar bertahan. Sacchi juga yang mengira kalau ini tidak mudah untuk rekanna. PErtandingan sudah berbeda saat Conte yang bersamaw Alleri yang memang ini juga persiangan kelas berat seperti yang pernah diungkapkan oleh Sacchi.

Persaingan tim Juventus yang dengna Milan yang memang ini juga upaya yan g emreka lakukan. Dengan ini tujuan emreka agar bisa melakukan yang terbaik untuk timnya tersebut MAnager mereka juga yang sudah berhasil yang ini juga sangat bagus untuk mereka yang bersama dengan tim berikutnya. Milan juga yang mengatakan tidak bagu suntuk mereka yang memang Berllusconi juga yang pernah melelangnya. Ini juga yang bersama dengan rekannya yang membuat Milan membuat sebuah perbedaan. Inter juga yang bersama rekannya yang berharap agar Milan juga bisa dapatkan piala bertahan yang berada diajang Liga Champions. Ini juga merupakan hal yang berarti untuk mereka yan g memang pernah menjadikan Berlusconi yang selalu mengarah pada politik.

Leicester City Beruntung Miliki Mahrez

Riyad Mahrez

Yang berdasarkan ungkapan dari Riyad Mahrez yang memang ingin perlihatkan prestasinya di tim Leicester City. Ini jug yang sesuai dengan penampilannya selama ini juga membuat banyak yang membanggakan dirinya. Yang bersama dengan para pemain andalan yang bertepatan diajang Inggris. Ini juga yang diceritakan tentang penampilan Mahrez yang sesampainya pad amusim berikutnya yang terhitung kalau ini juga musim awalnya baginya yang bersaing diajang Premer League. Yang emmang mereka jug ayang bersiap untuk bermain ditahun 2015 yang ini juga yang sesampainya pada posisi ke 13. Yang memang mereka ingin agar Mahrez bisa bermain dalam ajang ke league2.

Dengan tanggapan mereka kalau saja dirinya juga telah didapatkan dengan kontraknya yang senilai seharga 400 poundterling yang sesampainya mereka juga yang bersaing sampai pada tahun 2014. Ini juga yang berbeda dengan Mahrez yang ingin agar bisa ada perkembangan dimusim sekarang. Hal ini juga berbeda seperti yang pernah dirasakan sendir oleh Mahrez. Yang memang mereka juga yang bersama para pemain yang unggul diajang Premier League. Pemain sayap yang berumur 24 tahun tersebut juga dikatakan sudah berusaha semaksimal mungkin.

Bersama para pemain lain yang mengetahui kalau Eden Hazard yang bersama Ramires yang sudah berusaha sekuat mungkin. Ini juga yang sudah berbeda dengna Mahrez yang sudah berhasil memasukan sebanyak 17 gol yang ini juga mereka masih ada peluang yang meang Mahrez tercatat memberikan operan kepada rekannya dengan akurat. Hal ini juga yang berbeda dengan transfernya yang senilai 13 juta poundsterling. Dengan tanggapan yang kalau saja ini berbeda dengan dirinya. Mahrez yang mengira kalau persaingan mereka sampai pada dalam waktu selamam lima bulan yang emmang ini juga sesuai dengan cara bermain yang mereka miliki.
Persiangan dalam tahun desember yang lalu dengan sudah ditunjukan Mahrez yang ingin agar para pemain tersebut bisa merayakannya. Dirinya juga sudah percaya diri dengan cara bermainnya yang sekarang yang Mahrez pernah menyebutkan hal itu.

Zidane Kembali Merobek Celana

zidane

Untuk berita pelatih yang merobek celananya saat melihat anak asuhnya bermain Cuma ada satu pelatih yang saat ini tengah controversial padahal kejadian ini sudah pernah dialami saat Real Madrid melawan Wolfsburg dengan skor 3-0 kini Zinedine Zidane kembali mengulangi kejadian itu saat melihat Madrid melawan Manchester City. Terlihat sangat jelas celana Zidane robek pada paha kanan sang pelatih membela anak asuhannya bertemu Wolfsburg kini bergantian sisi di paha kiri celana Zidane ternyata robek lagi, tertangkap media lagi Zidane mendampingi anak asuhnya dengan celana robek sebab tidak mungkin pada pertengahan lapangan ia kembali untuk mengganti celana yang ada.

Saat melawan Wolfsburg memang Nampak sangat jelas kalau Zidane terlalu senang sampai merobek celananya ketika melawan Wolfsburg, menang agregat dengan skor 3-0 membuat mereka menapak ke babak Semi Final Liga Champions. Kegembiraan yang sangat besar serta begitu ekspresif membuat sang bos tidak tahan meluapkan rasa bahagianya dengan melompat-lompat tak heran celananya sampai robek di satu sisi, memang saat melawan City tampak celana yang dipakai oleh Zidane bukan celana yang sama lagi dengan celananya sebelumnya. Tetapi celana yang dipakai robek juga sehingga paha kirinya harus terlihat jelas dari media yang juga berada di belakang sang pelatih melihat Zidane memberi semangat kepada pasukannya.

Kali ini robeknya celana Zidane robek bukan karena senang tetapi karena sangat frustasi para pemain tidak dapat menjebol gawang yang dijaga ketat oleh Joe Hart, sehingga tidak heran Zidane terus bergerak energik untuk memberikan semangat dan juga arahan. Beberapa pihak pun memberikan saran kepada Zidane lain kali mungkin kalau ingin tampil lagi di depan puluh ribuan penonton wajib memakai celana yang lebihh besar atau mencoba lebih kalem di pinggir lapangan agar legenda sepakbola ini tidak mengulang kejadian yang sama lagi. Pelatih asal Prancis ini sampai sempat merebut halaman depan majalah olahraga berbagai Negara karena kejadian controversial yang ditimbulkan oleh Zidane saat beraksi untuk Real Madrid sebagai juru taktik.

Alli mendapat hukuman atas kelakuan buruk meninju Yacob

Dele Alli

Pemain tengah Tottenham, Dele Alli akhirnay  dikenakan sanksi lantaran melakukan kekerasan hal ini di sampaikan kembali oleh Asosiasi Sepakbola Inggris setelah siaran ulang di televisi menunjukkan ia meninju pemain West Brom, Claudio Yacob.

Insiden di antara Alli dan Claudio Yacob itu terjadi pada menit ke-26 pertandingan di White Hart Lane, meskipun ia tidak terlihat oleh wasit, perbuatan itu dapat direkam lewat video pertandingan.

Alli sekarang akan kembali menghadapi hukuman retrospektif oleh panel yang terdiri dari 3 orang mantan wasit elit yang akan memeriksa rekaman tersebut. Potensi hukuman skorsing 3 pertandingan akan didapatkan sang pemain berusia 19 tahun itu terlepas sisa 3 pertandingan Tottenham musim ini.

Sanksi tersebut makin mempengaruhi Spurs, yang menyaksikan tantangan kejuaraan liga mereka terkalahkan menyusul hasil imbang 1-1 kepada West Brom.

Hasil imbang ini menyebabkan Tottenham tertinggal tujuh poin di belakang pemimpin klasemen liga, Leicester City, dengan musim menyisakan 3 pertandingan, sekaligus mencerahkan harapan tim bimbingan Claudio Ranieri itu untuk mendapatkan gelar liga dalam kunjungan mereka ke Manchester United akhir minggu ini. Alli memiliki waktu sampai jam 6 sore hari Rabu untuk menjawab tuduhan tersebut.

Pada berita lain, Dalam satu siaran pers, Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) telah mengungkapkan nama para  pemain yang bakal menjalani latihan pemilihan pusat pertama bagi U 19 tahun Malaysia, di bawah asuhan Frank Bernhardt. Tim ini bakal bertanding dalam Kejuaraan AFF B-19 2016 yang bakal berlangsung di Hanoi, Vietnam dari 11 sampai 24 September 2016.

Disamping itu ada dua pemain muda yang menjadi rebutan di antara klub pengembangan pemain muda Frenz United, dan tim Liga Super Pahang; M. Kogileswaran dan R. Dinesh. Kemdudian yang menarik perhatian, pasangan ini dinyatakan sebagai pemain Frenz dalam daftar ini.

Setelah FAM memutuskan untuk menentukan status kepemilikan kontrak kedua pemain ini dan Frenz harus melakukan sanksi hukum di pengadilan sipil sebelum jendela transfer Juni dibuka atau mereka dapat menandatangani kontrak dengan Pahang, Pahang mengirim mereka berlatih dengan akademi tim Inggris Watford FC.

Pochettino: Melatih PSG adalah satu impian Besar

Mauricio Pochettino

Manajer Tottenham, Mauricio Pochettino mengungkapkan tugas mengurus “sebuah klub besar seperti Paris Saint Germain” adalah satu “impian” besar.

Hanya sehari usai peluang timnya menjuarai Liga Inggris semakin tipis akibat hasil imbang 1-1 di kandang sendiri ke West Brom, manajer kelahiran Argentina ini mengakui menyambut kesempatan untuk kembali ke Parc des Princes setelah menghabiskan 2 tahun di klub ibukota Prancis itu dengan masa karier bermainnya.

Pengakuannya  kepada RMC: “Sudah saya katakan bahwa suatu hari nanti saya akan senang bisa mengelola sebuah klub besar seperti Paris, ia adalah satu impian.

“Saya mencoba menonton semua pertandingan mereka, khususnya di Liga Champions dan ada masanya saya chatting dengan [asisten pelatih Paris Saint Germain] Jean Louis Gasset.”

Pochettino menyuarakan keprihatinannya tentang kualitas Ligue 1 namun mengatakan tetap memantau liga tersebut karena ia adalah “sumber yang bagus bagi pemain”.

Saya sering menonton siaran langsung Liga Prancis,” Lanjutnya.

“Kejuaraan liga di sana tidak berapa menarik karena PSG jauh mendahului tim lain dan penyebab utama saya menonton liga Perancis adalah karena sumber untuk mendapatkan pemain-pemain utama, pemain yang bisa menyesuaikan diri untuk bermain di Inggris dengan baik.”

Masa depan Laurent Blanc sebagai manajer PSG masih samar menyusul kekalahan tim itu ke Manchester City di perempatfinal Liga Champions.

Jose Mourinho telah dikaitkan dengan posisi manajer jika PSG memilih untuk mengakhiri kepelatihan Blanc.

Pada berita lain, Manajer Penang, Azizudin Sharif telah mengungkapkan yang ada pemain impor timnya yang bakal keluarkan karena kinerja buruk timnya.

Dia lansir media klub, berkata yang fokus manajemen tim itu saat ini adalah ketajaman bagian serangan.

“Setidaknya satu atau dua pemain impor pasti keluarkan, kalau bisa kami ingin mendapatkan pemain di posisi gelandang serang karena bagian serangan kita jelas tampak terlalu lemah pada saat ini. Itu saja yang jadi medan pemisah buat tim meskipun dari segi permainan, kami sebenarnya mampu memberi saingan.

“Siapa calon pemain impor yang akan keluarkan belum bisa diberitahu lagi karena kami masih ada sisa dua pertandingan untuk melengkapi putaran pertama liga, agar kami fokus di sana terlebih dahulu,” jelasnya.

Dalglish: Keluarga korban punya hak atas hasil Hillsborough

Kenny Dalglish

Ikon Liverpool, Kenny Dalglish menyambut keputusan inkues Hillsborough pada Selasa lalu yang menyatakan kematian 96 orang pendukung Liverpool di semifinal Piala FA musim 1988-89, dinyatakan sebagai ‘unlawful killings’.

96 orang pendukung terbunuh dalam insiden injak di Stadion Hillsborough sebelum pertandingan semifinal Piala FA antara Liverpool dan Nottingham Forest. Awalnya bencana tersebut diduga terjadi karena sikap pendukung Liverpool namun keputusan hari Selasa lalu membebaskan mereka dari kesalahan itu dan menemukan kepala Superintendan South Yorkshire yang mengawasi pertandingan tersebut, David Duckenfield “Bertanggung jawab atas kematian karena pengabaian” karena mengabaikan tugasannya.

Dalglish, yang merupakan manajer Liverpool saat itu, menyatakan keputusan ini  dapat memberikan ketenangan kepada keluarga yang terlibat.

“Ini memang menggembirakan keluarga yang telah menempuh waktu 27 tahun mencoba untuk mendapatkan hasil yang mereka patut terima 27 tahun yang lalu,” Ucapnya di situs mereka.

“Cara mereka melaluinya memang luar biasa, cara mereka menjaga sikap, martabat dan tekad untuk apa yang mereka pikirkan adalah keadilan dan keyakinan dari mereka, bahwa para pendukung sama sekali tidak bisa disalahkan.

“Anda senang bahwa mereka telah memenanginya tapi dari satu sisi, ia telah membuang waktu 27 tahun kehidupan mereka, apa yang telah mereka korbankan dan kehidupan keluarga mereka.”

Dalglish, yang mengenali keluarga korban terlibat dalam insiden itu, mengatakan ia adalah keyakinan terhadap keadilan dan bahwa orang yang mereka sayangi tidak melakukan kesalahan, yang telah membuat mereka berjuang begitu lama.

“Keyakinan bahwa mereka berbicara benar selama ini [membuat mereka terus berjuang]. Dan keyakinan bahwa mereka yang erat di Liverpool Football Club dan mereka yang mendukung klub bahwa pada hari tersebut, mereka akan tahu kebenarannya,” kata Dalglish.

“Mereka tahu itu bukan salah mereka. Mereka tahu mereka tidak bersalah dan sangat mengagumkan bahwa mereka berhasil mendapatkan hasil keputusan ‘unlawful killing’, yang mereka inginkan. Tidak ada apa lagi yang mereka inginkan.

“Jika pendukung ada mendapat lebih pertolongan dari pihak yang seharusnya berada di situ sangat membantu, maka mungkin kita tidak akan menyaksikan begitu banyak korban jiwa.”

Lahm Ungkapkan Unek-Unek

Philipp Lahm

Menghadapi klub sebesar Atletico Madrid yang telah menelantarkan sang juara Liga Champions musim lalu Barcelona tentu tidak bisa membuat Bayern Munchen selaku lawan besar mereka guna mengamankan tiket lolos ke babak Final bersantai diri. Apalagi seperti yang telah pernah dipertunjukkan kedua tim melakoni laga ketat asalkan bertemu, salah satu pemain asal Munchen Philipp Lahm megungkapkan bagaimana perasaannya saat bertemu dengan Atletico di Liga Champions, Lahm menjelaskan Munchen berhasil unggul tujuh poin sebelum menjalani liga laga terakhir di Bundesliga dan memenangkan Bundesliga jelas sudah ada di depan pintu Munchen yang tinggal melangkah mengoleksi kemenangan satu pekan lagi jelas kemenangan di tangan mereka.

Tak ada masalah baru dalam Munchen karena selama beberapa tahun terakhir ini menjadi juara Eropa tetap menjadi masalah yang harus segera diselesaikan dan waktunya adalah musim ini, seperti klub yang akan didegradasi beginilah perjuangan para pemain di Munchen menurut Lahm. Bedanya para petarung di papan bawah adalah bertarung untuk bisa meloloskan diri dari jeratan penurunan kasta tetapi Munchen sudah mengincar sesuatu yang lebih baik dari mereka, yakni bertarung untuk meraih gelar juara dan bagi Lahm ini merupakan situasi yang sangat membanggakan. Berdiri sebagai sang juara di Jerman dan memiliki pemain terbaik di Munchen sangat melegakan Lahm.

Manajer di Munchen mempunyai banyak pilihan untuk merotasi berbagai pemain guna menjaga energi agar saat krusial dibutuhkan pemain yang diharapkan dapat dipergunakan dalam kondisi seutuhnya di dalam tim. Salah satu contohnya bermain di Liga Champions tentu saja semua bisa saja berubah untuk Munchen apalagi ini merupakan musim terakhir pelatih mereka menjalani tugas sebagai pelatih di Munchen. Sesuatu yang luar biasa dalam level sebagus ini adalah manajer dapat tetap merotasi pemain yang bisa menjadi pucuk utama tim, selama satu dekade bukanlah sebuah kebetulan sepakbola Spanyol dapat mendominasi kompetisi Internasional tetapi karena mereka memainkan sepakbola menyerang serta permainan yang mengalirkan level teknis tingggi dalam setiap laga yang disajikan tepatnya untuk tim papan atas di sana termasuk Atletico.

Dortmund Ibaratkan Atletico Banteng

diego simeone

Berseteru dengan klub seperti Atletico Madrid di kompetisi Liga Champions dianggap Borussia Dortmund seperti melawan seekor banteng yang berlari kencang di arena matador Spanyol, itupun lebih mudah dibandingkan daripada harus melawan Atletico Madrid sebagaimana diungkapkan oleh Hans-Joachim Watzke. Pimpinan langsung dormund menjelaskan bahwa laga Semi Final yang harus dihadapi Munchen bukanlah laga yang mudah apalagi di babak Semi Final ini Munchen masih dalam kondisi yang tidak begitu fit. Watzke kemudian menyebutkan kalau pasukan yang diarahkan oleh sang pelatih Diego Simeone punya cara bertahan yang sangat sulit untuk dijebol serta lebih disiplin maka ini jelas lebih sulit untuk menjinakkan banteng liar.

Seekor banteng liar akan lebih mudah di taklukkan daripada menghadapi klub seperti ini, bahkan bagi Hans dirinya lebih baik bertemu dengan dua ekor banteng sekaligus daripada harus dihentikan oleh Atletico Madrid dalam bentrokan di Liga Champions. Namun dari statistik yang ada tetap kans menjadi juara tetap lebih ada di pihak Munchen yang dikepalai oleh Pep Guardiola, dan kalau berhasil maka Munchen bakal menjuarai Liga Champions mereka yang keenam kali. Ada perbedaan kekuatan yang lumayan besar dalam pertarungan nanti tetapi sebagaimana yang pernah diucapkan Hans bahwa Munchen bisa menjadi juara di Bundesliga bukan karena hanya keberuntungan semata saja.

Empat finalis yang telah menapakkan kaki di kompetisi terbesar Eropa itu ada hanya satu tim yang dianggap Hans memiliki kemampuan serta kans lebih besar menjadi juara yakni Bayern Munchen sebab selain mereka sedang dalam kondisi On Fire, Munchen juga memiliki sejarah pertemuan ganas dengan para rivalnya di sana. Munchen yang menghadapi Atletico Madrid juga memberikan mereka respek besar karena Atletico Madrid memang bukan tim yang dapat dianggap sebelah mata, bisa dikatakan kedua tim ini adalah dua tim raksasa dari Negaranya masing-masing ditambah kedua manajer ini juga sudah pernah bertemu di La Liga sebelumnya. Pertemuan ini seperti pertemuan kembali dalam La Liga karena persaingan ini dapat kembali terjadi seperti biasanya.

Buffon Incar Gelar Champions

Gianluigi Buffon

Gianluigi Buffon kiper legenda yang masih aktif di Juventus mulai menyerukan pernyataan seru mengenai timnya setelah berhasil membawa nama Juventus menjuarai Scudetto musim ini, Berjaya secara gemilang di Serie A membuat Buffon merasa mereka wajib untuk Berjaya kembali pada Liga Champions yang ada di musim depan. Memenangkan Serie A tanpa ada gelar Liga Champions bukanlah sesuatu hal yang bisa memuaskan keinginan sang kiper legenda ini karena masih ada yang kurang kalau Liga Champions tidak tersentuh dan Cuma dapat meraih gelar Liga Serie A. Menangnya AS Roma atas Napoli dengan skor tipis 1-0 mengangkat nama Juventus memenangkan Scudetto kelima beruntun.

Secara beruntun musim ini Juventus telah dapat mengulangi pencapaian cerah yang pernah dilakukan oleh Juventus pada tahun 1931-1935 silam dan pencapaian ini diakui menjadi pencapaian luar biasa sebelumnya Juventus sempat diragukan telah mengalami penurunan perfoma di awal musim kemarin. Bermain di Juventus menjadikan Buffon telah mengoleksi sebanyak tujuh Scudetto dalam keseluruhan perjalanan karirnya dan telah menargetkan Trofi di Liga Champions selanjutnya. Satu-satunya gelar yang belum pernah ia raih sekalipun dalam perjalanan karri sang kiper sekalipun ia pernah dua kali tampil dalam laga Final di Liga Champions pada tahun 2003 dan pada tahun 2015 lalu yang kemudian harus kalah.

Tanpa disangka pun optimisme tinggi masih dianut oleh kiper berusia 38 tahun ini yang memandang Liga Champions sebagai destinasi terakhir sebelum ia menggantungkan sepatu sebagai penjaga gawang di Juventus, keinginan ini pun bukan tanpa alasan sebab melihat perfoma gemilang Juventus yang telah dapat menapak ke Final musim kemarin berarti menunjukkan Juventus telah dalam kondisi yang sudah sangat siap. Awak media dikejutkan dengan komentar sang penjaga gawang bahwa langkah selanjutnya yang akan dibidik oleh sang pemain ialah Liga Champions, momen ketika sebuah tim dapat memasuki Final serta menjalani laga ketat melawan Bayern Munchen ini adalah pertanda jelas bahwa mewujudkan impian menjadi juara tak lagi mustahil bagi klub ini tak lain yang dimaksud Juventus.