Monthly Archives: March 2016

Leicester Tak Ingin Kendur Setelah Jeda Internasional

leicester city

London – Tottenham Hotspur memiliki tujuh pekan untuk dapat mengejar Leicester City pada puncak klasemen. Mereka pun juga wajib langsung tancap gas kembali setelah jeda internasional.

Spurs dan juga Leicester kini berada pada urutan teratas perebutan gelar juara di Premier League. Spurs saat ini berada pada posisi kedua klasemen dengan raihan 61 poin, lima poin berada di belakang Leicester pada posisi teratas.

Adanya dari jeda internasional semenjak pekan yang lalu hingga tengah pekan ini, pada fase akhir persaingan liga pun dikhawatirkan menjadikan para pemain kehilangan fokus dan momentum. Untuk Spurs, hal ini tidak dapat dibiarkan terjadi sebab mereka masih memiliki misi besar untuk mengejar Leicester.

Terlebih mereka langsung ditunggu pertandingan berat menghadapi Liverpool pada Anfield di akhir pekan ini, tepat setelah jeda internasional. Gelandang dari Spurs yang juga pemain timnas Denmark, yakni Christian Eriksen berharap kalau skuatnya tidak mengendur dan malah pulang dengan kepercayaan diri yang masif.

‘’Semoga seluruh pemain yang ikut pertandingan internasional tampil amat baik, memperoleh banyak kepercayaan diri, dan bakal langsung kembali pada persaingan gelar,’’ ungkapnya.

Untuk Spurs, tujuh pertandingan yang terakhir ini tidak ubahnya final. Maklum saja, mereka memiliki mimpi yang besar mengakhiri penantian gelar liga yang terakhir kali didapat pada 1961.

Namun Eriksesn pun juga menekankan kalau Leicester bakal mengusung mimpi yang serupa. Sebagai tim yang pada awal musim disebut sebagai tim kandidat degradasi, The Foxes justru bisa jadi memiliki motivasi yang lebih besar. Belum lagi bicara mengenai gelar pertama pada kasta teratas, yang jelas bakal menjadi insentif bagi skuat Claudio Ranieri.

‘’Kami tahu kami dapat membuat sejarah, namun bagi Leicester situasinya pun juga sama. Mereka pun tahu mereka juga dapat mengukir sejarah,’’ kata Eriksen.

‘’Untuk kami, fokusnya hanya mendekati peringkat yang pertama dan melihat dimana kami akan berakhir. Kami sudah mengesankan seluruh orang pada musim ini, semoga saja kami bakal mengakhirinya dengan amat baik dan juga mari lihat saja dimana kami akan berakhir,’’ ungkap pemain berusia 24 tahun tersebut.

Casillas Dan Penilainya Untuk El Clasico

Iker Casillas

Real Madrid akan menjalani pertandingan El Clasico jilid ke dua musim ini di marcas Barcelona, Camp Nou yangakan dilangsungkan pada hari Minggu tanggal 3 April 2016 mendatang nanti. Mantan pemain El Real, Iker Casillas memberikan pandangannya mengenai pertandingan tersebut.

Hingga pekan yang ke 30 di kejuaraan La Liga, Barcelona masih bisa merasa nyaman di puncak klasemen La Liga sementara. Klub berjulukan Blaugrana tersebut berhasil mengoleksi sebanyak 76 poin dari 30 pertandingan itu dan mereka masih unggul sebanyak 10 poin dari rival abadinya tersebut yang ada di peringkat ke tiga.

Di Camp Nou di akhir pekan ini, mungkin akan menjadi kans yang besar untuk El Real agar bisa memperkecil ketertinggalan mereka dengan memenangkan laga tersebut. Akan tetapi dalam segi statistik, Real Madrid masih belum pernah memenangkan pertandingan di kandang melawan FC Barcelona semenjak kemenangan 3-1 di pertindangan semifinal leg pertama kejuaraan Copa del Rey tahun 2012 yang lalu.

Casillas nantinya akan menyaksikan pertandingan antar klub bertabur bintang di La Liga tersebut sebagai penonton semenjak resmi pergi dari Santiago Bernabeu pada akhir musim yang lalu. Mantan kapten klub Real Madrid tersebut, misi utama Barca adalah untuk mendapatkan hasil imbang dari rivalnya itu.

“Jika saya melihat sebuah El Clasico dengan pandangan seoran pemain, maka pertandingan ini tidaklah terlalu penting buat Barca. Mereka hanya butuh bermain imbang dipertandingan ini untuk menentukan liga. Jadi mereka bisa fokus didalam kejuaraan Liga Champions,” kata Casillas.

“Jika Madrid berhasil untuk memenangkan pertandingan ini, maka mereka akan memperdekat jarak mereka dengan Barca. Akan tetapi hal ini cukup sulit. Madrid harus berusaha sebaik mungkin dan menurunkan para pemain andalannya untuk bisa menangkan pertandingan ini,” lanjutnya.

“Waktu saya bersama dengan Madrid sudah berlalu. Saya hanya melihat pertandingan ini sebagai seorang pendukung. Tentunya saya ingin mereka memenangkan pertandingan ini,” tutup pemain yang saat ini memperkuat klub FC Porto tersebut.

Disaat El Clasico yang pertama kali di musim ini, Barca berhasil mempermalukan Si Putih dengan skor telak 4-0.

Martial Ingin Perlihatkan Performa Yang Lebih Baik

Anthony Martial

Anthony Martial tengah menjalani musim yang sangat bagus bersama dengan Manchester United pada musim ini. Masih belum puas dengan performanya sendiri, dia berjanji untuk menjadi lebih tajam disaat musim depan nanti.

Pemain yang masih berusia 19 tahun yang didatangkan dari AS Monaco dengan dana yang disebut mencapai anka 57 juta poundsterling. Dengan harga yang sebesar itu, tidak sedikit yang menilai bahwa pembelian Setan Merah tidaklah terlalu bijak disaat awalnya.

Akan tetapi sekarang ini Martial malah berhasil untuk memenuhi ekspetasi yang diharapkan darinya. Pemain yang menggunakan jersey bernomor punggung 9 tersebut berhasil untuk mencetak 13 buah gol dan memberikan delapan kali assist didalam 46 pertandingannya bersama dengan The Red Devils didalam semua kompetisi.

“Saya berpikir bahwa saya seharusnya bisa bermain dengan lebih baik lagi. Saya melihat ada beberapa peluang yang seharusnya bisa saya tuntaskan dengan baik,akan tetapi saya berpikir bahwa tahun depan akan bisa lebih baik lagi dari sekarangini,” ujar Martial.

“Saya sudah bekerja keras didalam latihan setiap harinya untuk bisa menjadi penyerang yang lebih baik dan kadang-kadang saya tidak mencetak gol meskipun saya adalah pemain dengan nomor sembilan,” katanya lagi.

“Saya berpikir bahwa dengan seiring waktu nantinya akan bisa semakin bagus lagi dan saya juga akan bisa lebih bagus lagi. Saya juga ingin menantang diri saya sendiri untuk bisa mencetak gol yang lebih banyak lagi,” tutupnya.

Untuk sekarang ini, kans Manchester United untuk menjuarai Premier League sudah bisa dikatakan mustahil, namun Martiel dan kawan-kawan masih bisa bersaing untuk finish di peringkat empat besar bersama dengan Manchester City dan juga Tottenham. Setelah jeda internasional nanti MU akan berlaga melawan Everton pada hari Minggu tanggal 3 April 2016 yan akan datang.

Untuk saat ini, Manchester United tengah berada di peringkat ke enam dengan terolehan 50 poin yang sama dengan West Ham United yang ada di peringkat kelima. Sedangkan Manchester City ada di peringkat keempat dengan terolehan 51 poin dan kejuaraan Premier League hanya menyisakan delapan pertandingan lagi untuk mereka.

Tottenham Dengan Misi Seusai Jeda Internasional

Tottenham Hotspur

Tottenham Hotspur memiliki tujuh pekan lagi untuk bisa mengejar ketertinggalannya dari Leicester City yang berada di puncak klasemen sementara. Merekapun diwajibkan untuk bisa langsung tancapgas setelah jeda internasional berakhir nanti.

Spurs dan juga Leicester saat ini menjadi yang paling depan dalam perebutan titel juara Premier League musim ini . Untuk sekarang ini, The Lilywhite tengah berada di peringkat kedua dengan terolehan 61 poin dan mereka hanya tertinggal lima poin saja dari Leicester City yang memimpin klasemen.

Dengan adanya jeda internasional semenjak pekan lalu hingga tengah pekan nanti, di fase terakhir dalam persaingan ditakutkan bahwa para pemain telah kehilangan momentum mereka dan juga fokusnya. Untuk Spurs sendiri, hal tersebut tentunya tidak bisa dibiarkan dikarenakan mereka masih mempunyai misi untuk terus mengejar Leicester.

Terlebih lagi mereka masih dinantikan oleh pertandingan-pertandingan berat dengan melawan Liverpool di Anfield di akhir pekan nanti. Christian Eriksen yang juga dipanggil oleh timnas Denmark berharap bahwa timnya akan tetapi memiliki kepercayaan diri saat dia pulang nanti.

“Semoga semua pemain yang pergi ke laga internasional nantinya akan bisa tampil dengan sangat baik dan pulang lagi dengan kesiapan untuk bersaing didalam gelar juara” kata Eriksen.

Untuk Spurs, tujuh pertandingan yang tersisa tidak akan mengubah final.  Tentu saja hal tersebut terus mereka perjuangkan untuk bisa mengakhiri penantian gelar kemenangan yang sudah lama tidak mereka rasakan semenjak terakhirnya mereka raih disaat tahun 1961 yang lalu.

Meskipun demikian, akan tetapi Eriksen tetap menekankan bahwa Leicester terus akan mengusung mimpi mereka yang sama. Sebagai sebuah tim yang pada saat awalnya disebut sebagai kadidat untuk terdegradasi, The Foxes malah mampu untuk menjadi motivasi yang besar. Apa lagi sekarang ini menjadi klub yang didukung menjuarai Premier League.

“Kami tentunya tahu bahwa kami akan bisa membuat sejarah, akan tetapi untuk Leicester saat ini juga merupakan situasi yang sama. Mereka juga tahu bahwa mereka akan mampu untuk membuat sejarah. Jadi yang terpenting adalah terus fokus dan terus mendekati mereka. Semoga kami berhasil melakukannya,” tutup Eriksen.

Nainggolan Bakal Dilepas AS Roma

Radja Nainggolan

Sebelum ada tawaran dari klub lain secara formal ternyata klub besar Italia AS Roma telah menyiapkan harga yang panta terhadap salah satu pemain andalan mereka Radja Nainggolan dengan harga yang cukup mahal agar mendapatkan servis dari sang gelandang.

Berita ketertarikan Chelsea dan Juventus kepada gelandang ini tak lagi dirahasiakan pasalnya Juventus yang siap untuk kehilangan Paul Pogba diwajibkan menyediakan pemain pengganti untuk posisi gelandang yang tidak lain paling cocok adalah Nainggolan.

Kedua tim yang meminati sang pemain tampaknya diharuskan mengeluarkan dana besar supaya AS Roma rela melepaskan pemain idamannya tersebut, baru diberitakan juga AS Roma telah merilis harga terbaru untuk Nainggolan.

Angka sebesar 35 Juta Poundsterling telah diwartawakan dalam berita di media Italia pasalnya pemain yang berstatus Belgia tersebut dianggap terlalu mahal bagi kedua klub yang mengiginkan sang pemain.

Harga yang dipasang ternyata mencapai lima kali lipat dari harga pertama AS Roma mengeluarkan dana untuk menggaet Nainggolan pertama kali dari Cagliari sebesar 9 Juta Poundsterling tahun lalu.

Nainggolan pun menjadi salah satu buruan Antonio Conte yang akan membesut Chelsea musim depan, Conte membutuhkan jasa pemain gelandang Nemanja Matic dan John Obi Mikel yang berkemungkinan besar hengkang dari Chelsea pada musim panas nanti pasalnya telah dibidik sejumlah klub besar.

Nainggolan dipastikan telah masuk dalam daftar belanja Antonio Conte saat dia benar-benar telah membesut Chelsea, ia dipastikan menjadi pemain gelandang andalan Antonio Conte bersama dengan Paul Pogba.

Akan ada banyak pemain Italia yang mungkin ditarik oleh Chelsea berhubung Antonio Conte memiliki pengaruh yang besar dalam sepakbola Italia sehingga sedikit kemungkinan pemain yang dibidk bakal menolaknya.

Juventus juga tidak akan menyerah begitu saja menyerahkan Nainggolan kepada Chelsea pasalnya Juventus yang kemungkinan besar kehilangan Pogba segera mencari alternatif paling memunginkan menambal posisi pemain Paul Pogba.

Sementara memikirkan kepergian Radja Nainggolan kini AS Roma lebih fokus untuk menjaga kestabilan para pemain dibandingkan memikirkan pemain mana yang akan dilepas pada musim transfer.

 

Khedira Kagumi Permainan Italia

Sami Khedira

Timnas Italia dikagumi oleh kapten Timnas kedua dari Jerman Sami Khedira dimana Khedira melihat permainan Italia sangat tertata dengan baik serta mengandalkan permainan yang fokus pada kecerdasan diatas lapangan daripada memanfaatkan fisik para pemain.

Gelandang yang juga bermain untuk Juventus tersebut mengaku bahwa selama ini gaya bermain sepakbola Italia yang dilaporkan oleh media massa sangat tidak sama dan berbanding terbalik dari apa yang dia rasakan bermain di Italia.

Meski sering permainan sepakbola Italia diremehkan oleh sepakbola Profesional lantas Khedira buka suara tentang penilaian jelek dari para media secara terus terang dirinya menjelaskan permainan bola Italia sebenarnya sangatlah taktikal dan juga cerdas.

Walaupun pernyataan dari Khedira tidak berlangsung untuk semua tim yang ada di Italia namun dia yakin sejumlah klub besar seperti juga Juventus tempat ia menimba pengalaman merupakan tim yang membudidayakan permainan taktik ketimbang fisik yang ada di Inggris ataupun Spanyol.

Pada pertemuan antara Jerman dengan Italia tentu semua orang yang menyaksikan dapat memberikan penilaiannya sendiri terhadap apa yang telah ditunjukkan para pemain asal Italia.

Dalam aspek taktik di negara Italia tentu tidak diragukan lagi mereka mengutamakan aspek strategi yang sangat cerdas dan untuk pertanyaan apakah dia bahagia di Italia tentu jawabannya Khedira sangat bahagia untuk bisa tetap bermain di Italia.

Kompetitif Liga di Italia terasa lebih sulit dan berat dibandingkan dengan apa yang telah diberitakan media kepada publik di seluruh negara termasuk di Jerman dan Spanyol tempat ia mengembangkan karir profesional pertamanya.

Sosok pemain yang pernah menjuarai Piala Dunia dan juga Liga Champions tersebut baru bermain untuk Italia satu musim ini dan telah merasakan perbedaan serta rasa yang sangat antusias untuk terus juara di Italia.

Pemain berusia 28 tahun tersebut yakin bahwa Italia dalam gelar EURO 2016 ini bisa menjadi rival yang diakui meski dia tetap memberikan dukungan lebih bagi negaranya sendiri Jerman ketimbang Italia tempat ia menjalani kontrak dengan Klub Juventus selama tiga tahun ke depan.

 

Chelsea Dapatkan Cara Gaet Pogba

Paul Pogba

Tidak lagi menjadi rahasia kalau klub top di Inggris Chelsea menginginkan jasa sang pemain dari Juventus Paul Pogba dari musim lalu pasalnya Chelsea memang mempunyai minat yang sangat besar untuk memiliki jasa pemain gelandang Juventus tersebut.

Klub milik Roman Abramovich itu siap merogoh kantong dengan jumlah uang yang sangat besar hanya untuk bisa mendapatkan jasa dari sang pemain Pogba musim ini, tetapi masalahnya Chelsea dipastikan tidak mentas dalam ajang besar Liga Champions.

Jelas untuk alasan tersebut cukup menjadi alasan utama Pogba menolak bermain di klub yang besar di Chelsea musim depan meski Juventus pernah meminta dana sebesar 100 Juta Euro.

Chelsea yang tahu akan hal tersebut tidak akan tinggal diam dimana mereka pasti bakal mencari cara untuk tetap bisa lolos dari masalah transfer mendapatkan Pogba, tetapi Chelsea sangat yakin musim ini dapat menarik Pogba dari Juventus ke Chelsea.

Alasan tersebut tidak lain adalah mengandalkan permintaan dari sang pelatih Timnas Italia yang akan berpindah membesut Chelsea musim depan Antonio Conte, banyak hutang budi dari Pogba kepada Conte dimana Conte sosok berpengaruh dalam masa karirnya.

Senjata mematikan ini diyakini bakal menjadi senjata mematikan bagi Chelsea agar bisa mendapatkan tanda tangan sang pemain berusia 23 tahun untuk mendatangi Chelsea.

Pogba diprediksikan sulit menolak ajakan dari Conte yang menjadi sosok pelatih yang mengorbitkan Paul Pogba dari klub kecil menuju klub besarnya Juventus sekarang, sosok sang pelatih dipecaya bakal sanggup untuk meluluhkan hati sang pemain agar melepaskan Juventus dan berjuang bersama di Chelsea.

Godaan Conte juga bukan beralasan kuat dimana Conte pasti akan lebih yakin dibarengi dukungan dari pihak Chelsea sendiri yang telah siap mendatangkan hadiah besar dalam jumlah berapapun untuk mendapat jasa Paul Pogba dari Juventus.

Morata teman rekan satu tim Pogba juga sangat yakin kalau Pogba pemain yang dapat berevolusi menjadi pemain papan atas apabila dia mampu memaksimalkan talentanya lagi ke porsi Profesional yang ada pada para pemain dunia.

 

Masa Pensiun Casillas Semakin Dekat

Iker Casillas

Cluj – Iker Casillas membukukan rekor penampilan bersama dengan tim nasional Spanyol. Setelah mencatatkan rekor tersebut, Casillas pun mengakui masa pensiunnya semakin dekat.

Casillas membukukan caps yang ke-166 disaat memperkuat Spanyol pada pertandingan persahabatan menghadapi Rumania. Pada pertandingan yang berakhir dengan skor imbang 0-0 tersebut, kiper yang saat ini bermain  bersama Porto tersebut tampil dengan cukup baik dan juga melakukan beberapa penyelamatan.

Dan pada akhirnya Casillas pun dapat berbangga dengan pertandingan tersebut walaupun Spanyol tidak dapat menang. Dia pun menjadi pemain dari Eropa dengan jumlah penampilan yang terbanyak, menyamai catatan dari gelandang Latvia Vitalijs Astafvejs yang sudah pensiun.

Dengan hasil catatan ini, cuma sebanyak lima pemain pada dunia yang memiliki catatan caps yang lebih banyak ketimbang Casillas. Mereka pun adalah Ivan Hurtado (Ekuador, dengan 168), Hossam Hassan (Mesir dengan 169), Claudio Suarez (Meksiko dengan 177), Mohamed Al-Deayea (Arab Saudi dengan 178) dan juga Ahmed Hassan (Mesir dengan 184).

Setelah membukukan rekor itu, Casillas pun mengakui kalau masa-masa aktifnya dalam lapangan sepakbola semakin mendekati akhir. Walaupun demikian, dia pun masih belum tahu apakah di tahun 2016 ini bakal menjadi tahun yang terakhirnya bermain bersama dengan La Furia Roja.

‘’Saya merasa senang dapat mencapai sebanyak 166 laga dan juga menjadi pemain yang dengan pertandingan terbanyak bagi tim nasional. Di dalam tahun-tahun ini, saya telah menjalani masa yang indah dan juga buruk, namun saya bakal mengingat hal yang bagus saja,’’ kata Casillas.

‘’Masa pensiun saya pun kian dekat dan dekat. Jelas kalau masa itu melewati seluruh orang dan saya juga pun tanpa terkecuali.’’

‘’Namun saya memiliki harapan dan juga saya ingin untuk bersama tim penuh dengan pemain muda ini. Saya tak tahu apakah ini tahun yang terakhir dari saya bersama dengan Spanyol, saya hanya berpikir untuk menikmati di setiap harinya,’’ sambung Casillas.

Walaupun menjadi pemain yang paling berpengalaman pada skuat Spanyol, namun Casillas sendiri pun mendapatkan persaingan yang ketat pada bawah mistar gawang. Dia bakal bertarung dengan ketat bersama David de Gea dan juga Sergio Rico untuk posisi yang utama pada Piala Eropa 2016 pada Prancis mendatang.

Newcastle Yakin Keluar Dari Degradasi Bersama Benitez

Rafael Benitez

Newcastle – Kehadiran dari Rafael Benitez menjadikan Newcastle United merasa memiliki seorang pelatih yang top. Faktor dari Benitez juga yang menjadikan tim yang memiliki nama lain The Magpies tersebut percaya bakal selamat dari jeratan degradasi.

Benitez sendiri yang didepak dari Real Madrid di awal Januari yang lalu, diangkat untuk menjadi manajer dari Newcastle di 11 Maret. Pria yang berasal dari Spanyol tersebut menggantikan posisi dari Steve McClaren yang telah dipecat.

Benitez sampai saat ini belum berhasil untuk memberikan hasil kemenangan bagi tim barunya. Di dua pertandingan awal, Newcastle pun kalah dengan skor 0-1 atas Leicester City dan juga bermain imbang dengan skor 1-1 berhadapan dengan Sunderland.

Newcastle saat ini terpuruk pada posisi ke-19 di klasemen Liga Inggris sementara dengan raihan 25 poin dalam 30 laga. Mereka pun berjarak sebanyak 3 poin dari Norwich City yang saat ini berada pada zona aman.

Dengan sebanyak delapan laga yang tersisa, Newcastle pun percaya kalau Benitez bakal dapat membawa mereka untuk segera keluar dari zona degradasi.

‘’Kami telah melalui waktu yang begitu sibuk. Kami pun pada saat ini memiliki manajer yang top,’’ kata Daryl Janmaat yang merupakan bek dari Newcastle.

‘’Kami mesti yakin kalau dia akan dapat mengantarkan kami untuk bertahan pada ajang Premier League. Dia pun telah memberikan kami efek yang positif,’’ sambung Janmaat.

‘’Cara dari bermain kami ketika bermain menghadapi Leicester dan juga Sunderland terorganisir. Kami pun mesti terus untuk melakukan hal yang seperti itu. Kami pun merasa dapat bertahan pada ajang Premier League, akan tetapi kami pun tahu kami butuh dengan lebih banyak hasil kemenangan,’’ imbuhnya.

‘’Kami berharap dan juga kami memiliki kepercayaan diri. Kami pun mesti terus merasa yakin dan juga berusaha untuk menuntaskan misi tersebut. Saya rasa kami akan dapat untuk melakukan hal itu,’’ ungkap bek yang berasal dari Belanda tersebut.

Newcastle sendiri bakal bertanding menghadapi Norwich ketika Premier League akan kembali dilanjutkan di akhir pekan ini.

 

Neuer Terinspirasi Dari Keberhasilan Bayern Atas Juve

Manuel Neuer

Jerman memiliki rekor yang buruk dengan Italia. Terinspirasi dengan kemenangan Bayern Munich dari Juventus, kiper Jerman, yakni Manuel Neuer yakin rekor tersebut dapat dipatahkan oleh Jerman.

Die Nationalmannschaft bakal menjamu Italia pada Allianz Arena, hari Rabu (30/3/2016) dinihari WIB. Jerman Cuma memenangkan sebanyak satu pertandingan dalam empat pertandigan yang terakhirnya, yaitu disaat menang tipis dengan skor 1-2 dari tim yang lemah Georgia pada pertandingan kualifikasi yang terakhir ajang Piala Eropa 2015, Oktober yang lalu.

Usai itu, Neuer dan rekan-rekannya. Ditaklukkan oleh Prancis dengan skor 0-2 sebelum akhirnya dipermalukan oleh Inggris dengan skor 2-3 pada pertandingan ujicoba. Saat ini, tantangan yang besar dihadapi oleh Jerman disaat bertemu dengan Gli Azzurri, tim lawan yang tidak dapat dikalahkan oleh mereka semenjak 1995, atau sejak 21 tahun yang lalu.

Semenjak debut bersama dengan Jerman di tahun 2009, Neuer sebanyak dua kali menghadapi Italia, yakni pada tahun 2013 dengan hasil imbang 1-1 pada pertandingan ujicoba dan kalah 0-1 pada semifinal ajang Piala Eropa tahun 2012. Walaupun demikian, hasil-hasil yang buruk tersebut tak lantas menghantui Neuer.

Pasalnya, pada beberapa tahun yang terakhir Bayern dapat sebanyak dua kali mengalahkan Juventus – tim yang telah mendominasi tim nasional Italia – pada ajang Liga Champions. ‘’Amat penting untuk dapat mengakhiri jeda intenasional ini dengan hasil kemenangan,’’ ujar Neuer pada situs resmi DFB.

‘’Italia adalah merupakan tim yang dapat saja dihadapi kami pada Prancis di musim panas ini, dan tak bakal menjadi hal yang buruk bila kami dapat membuat pernyataan sebelum akan turnamen dimulai,’’ sambung kiper Bayern tersebut.

‘’Aku telah dua kali menghadapi Italia – hasil imbang pada Milan di 2013 dan juga kekalahan pada Warsawa di tahun 2012. Bagiku, hal tersebut tak menjadikan Italia sebagai suatu momok bagi kami. Aku menghubungkan sukses bersama Italia dan juga sepakbola Italia, dan turnamen-turnamen yang besar seperti ajang Piala Dunia tahun 1990,’’ ungkap penjaga gawang kelahiran 27 Maret 1986 tersebut.