Monthly Archives: December 2015

Arsenal Sibuk Di Bursa Transfer

Arsenal

London – Arsene Wenger yang merupakan manajer dari Arsenal mengakui bahwa dirinya akan sibuk pada bursa transfer di bulan Januari yang akan datang, secara khususnya untuk dapat mendatangkan pemain pada lini tengah tim ‘Meriam London’ tersebut. Yang mana pada sektor ini disebutnya telah masih kekurangan pemain.

Bursa transfer pada ajang Premier League bakal kembali dibuka pada tanggal 2 Januari yang akan datang. The Gunners pun bersiap untuk mengambil sikap agresif demi untuk dapat memperkuat tim.

‘’Saya bakal sibuk, hal itu pasti. Saya telah sibuk dan saya juga sudah mengatakan pada satu bulan yang lalu kalau kami telah sedikit kekurangan pemain dengan untuk menghadapi seluruh kompetisi yang kami lakoni, yang paling utama pada lini tengah. Ya, kami bakal sibuk,’’ kata Wenger.

Pada lini tengah The Gunners saat ini memang kekurangan pilihan sebab cederanya dari beberapa orang pemain. Yang setidaknya Santi Cazorla, Francis Coquelin, dan juga Jack Wilshere belum bakal bermain di dalam waktu dekat ini. Sedangkan dengan Mikel Arteta dan juga Tomas Rosicky sendiri pun juga masih belum fit.

Dua nama pemain lain yang juga sedang berada dalam proses perawatan adalah Alexis Sanchez dan Danny Welbeck. Kedua pemain tersebut diperkirakan bakal dapat tampil bersama The Gunners pada awal bulan Januari nanti.

Mengenai hal transfer, sampai saat ini telah ada satu nama pemain yang sangat kencang dikaitkan dengan Arsenal yaitu gelandang dari Basel, Mohamed Elneny. Elneny sendiri dinilai cocok dengan kebutuhan dari Arsenal pada saat ini sebab dia berposisi sebagai pemain gelandang bertahan.

Walaupun demikian, Wenger sendiri mengaku belum dapat berkomentar banyak mengenai Elneny. Sedangkan para media dari Inggris yakin pemain internasional dari Mesir tersebut telah menjalani tes medis dan hanya tinggal menunggu pengumuman secara resmi saja.

‘’Kalian telah tahu lebih banyak ketimbang dari saya. Namun sayangnya kami tak dapat mengumumkan hal apapun di saat ini mengenai pemain ini, sebab belum ada yang telah dipastikan,’’ ungkap pelatih yang saat ini berusia 66 tahun tersebut.

Pellegrini Percaya Aguero Akan Kembali

Manchester City's Sergio Aguero celebrates his goal during the Barclays Premier League match at the Stadium of Light, Sunderland.

Manchester – Sergio Aguero belum mendapatkan kembali sentuhan yang terbaiknya usai pulih dari cedera. Sang pelatih, Manuel Pellegrini, percaya Aguero hanya butuh diberikan waktu hingga bugar dengan sepenuhnya.

Musim ini berjalan tidak begitu baik bagi Aguero sebab gangguan dari cedera. Aguero sempat menepi sebab masalah hamstring di bulan OKtober yang lalu, kemudian masuk ruang perawatan kembali pada awal Desember.

Dia mulai kembali bermain ketika Manchester City takluk 1-2 atas Arsenal pada tanggal 21 Desember lalu, akan tetapi hanya sekitar 60 menit saja. Sempat dibangkucadangkan ketika menghadapi Sunderland, pemain yang berasal dari Argentina tersebut pun lantas kembali dimainkan ketika City bermain imbang tanpa gol, pada hari Selasa (20/12) lalu. Pada pertandingan tersebut dia juga hanya dimainkan selama kurang lebih 60 menit.

Tidak ada sumbangsih gol ataupun assist yang diciptakan Aguero pada dua pertandingan tersebut. Secara dalam keseluruhan, pada musim ini dia telah menciptakan tujuh gold an juga satu assist dalam 12 penampilan. Akan tetapi, kenyataannya dia hanya baru menciptakan gol ke tiga tim.

Pemain yang berusia 27 tahun tersebut menciptakan masing-masing satu gol ke dalam gawang Liverpool dan Chelsea, sedangkan lima gol yang lainnya diciptakan sekaligus ke dalam gawang Newcastle United. Catatan ini pun membuat Aguero menjadi cukup disorot sebab tidak konsisten dalam hal menjebol gawang lawan.

Pellegrini pun menekankan turunnya performa dari Aguero tidak terlepas dari masalah gangguan cedera. Dia percaya anak asuhnya tersebut bakal kembali tajam ketika telah benar-benar fit.

‘’Kita tahu kalau Kun butuh tiga atau empat pertandingan untuk dapat kembali pada performanya, usai sebuah cedera dan saya percaya kita bakal melihat yang terbaik dari Kun pada paruh kedua musim,’’ ujar Pellegrini.

‘’Saya tak pernah berbicara mengenai performa individu sebab kami merupakan sebuah tim. Kami tahu, sebab kami tahu dia dan usai semua yang terjadi di tahun ini dia butuh dua ataupun tiga pertandingan untuk kembali pada penampilan yang normalnya.’’

‘’Dia perlu menit-menit bermain itu. Saya tak ingin dia bermain selama lebih dari 65 ataupun 67 menit. Bakal amat berarti bila dapat melihat yang terbaik dari Kun pada awal-awal di paruh kedua musim,’’ sambung Pellegrini.

Klopp Harus Beradaptasi dengan Baik

Juergen Klopp

London – Gaya dari sepakbola yang diusung oleh Juergen Klopp ketika di Jerman tidak dapat secara 100 persen diterapkan di Inggris. Klopp pun harus melakukan beberapa penyesuaian, yang salah satunya mengenai sebab dari faktor cuaca.

‘’Permainan di Inggris tak lebih cepat ketimbang permainan di Jerman. Mungkin telah ada sedikit lebih banyak sprint. Akan tetapi, ada gaya permainan sepakbola yang telah berbeda di sini, sebagian dari sebab cuaca,’’ kata Klopp.

Klopp dipilih untuk menjadi pelatih Liverpool dengan menggantikan posisi dari Brendan Rodgers pada bulan Oktober yang lalu. Salah satu hal masalah yang Klopp hadapi semenjak bekerja di Inggris adalah angin pada dalam stadion. Menurut dirinya, hal tersebut juga mempengaruhi dari permainan.

‘’Angin dapat amat ekstrem di Inggris. Kami tak terbiasa dengan hal tersebut di Jerman dan juga Anda mesti menjaga berbagai hal untuk tetap sederhana. Gol yang pertama Stoke City ke dalam gawang Manchester United adalah merupakan contoh yang sempurna mengenai angin yang ekstrem. Pemain-pemain  yang tak berasal dari Britania Raya mesti terbiasa dengan angin,’’ tutur Klopp.

Karena mengenai persoalan angin ini juga, Klopp pun harus melakukan adaptasi dan juga mengubah gaya dari permainannya.

‘’Saya juga mesti menyesuaikan gaya dari permainan saya. Seringkali, Anda pun dipaksa untuk menjaga segala sesuatunya untuk tetap sederhana. Dan juga ada jauh lebih banyak duel pada bola kedua di sini, dan lalu lebih banyak duel dalam secara umum. Hal tersebut membuat laga semakin intens,’’ ujar Klopp.

Selain dari persoalan mengenai cuaca, Klopp pun juga melihat adanya perbedaan di antara wasit-wasit pada ajang Bundesliga dan wasit pada ajang Premier League.

‘’Wasit-wasit di Inggris tidak seperti kolega mereka yang di Jerman. Tentu saja Anda tidak bakal dapat lolos dari pelanggaran-pelanggaran yang brutal, akan tetapi duel-duel di sini lebih intens,’’ ungkap Klopp.

‘’Duel-duel yang pada biasanya berakhir dengan suatu pelanggaran di Jerman sering tidak menjadi masalah di sini,’’ ungkap pelatih yang sebelumnya melatih tim dari Bundesliga Borussia Dortmund tersebut.

Allary Memastikan Sunderland Ada Peluang

Sam Allardyce

Ini juga yang membuat Liverpool ada kesulitan setelah Sunderland juga yang sudah dikalahkan saat dengan skornya 0-1. Ini juga yang bersama pelatih Sunderland yang merupakan Sam Allardyce yang mengira kalau para pemainnya ada kesempatan bagus. Dengan pernah ditaklukannya Sunderland dengan skornya 0-1 yang memang ini membuat mereka ingin segera menyambut tim Liverpool yang bertepatan saat berada di Stadion of Light ini juga yang memang merkea pernah mengalami ketidak puasan karena gol masih tercipta oleh Christian Benteke yang berada dalam menit ke 45 ini juga tidak mudah bagi mereka yang sampai pada pertandingan babak kedua.
Sunderland juga pernah digagalkan dalam laganya tersebut yang mamgn ini juga yang sudah dilakukannya tersebut. Yang memang ini juga pernah berhasilkan sebanyak tiga kali sehingga akurat. Yang memang Liverpool juga yang sudah 15 kali ingin memasukan kedalam markas lawan. Tim Sunderland juga yang menjadikan tim Liverpool tidak mudah masuk kedalam gawang lawan.

Ini juga membuat mereka ingin memasukan gol untuk Benteke yang memang ini kesempatan bagus yang mereka miliki. Lyne juga yang memang ingin berikan operan langsung utnuk Adam Lallana yang memang Lallana juga yang ingin agar bisa menguasa bola sebagus mungkin. Ini juga yang membuatnya ingin melakukannya dengan akurat sehingga ini menjadi pusat perhatian untuknya yang bersama bek yang berada di tim Sunderlnad yang pernah tidak berhasil mengatasi beberapa bek mereka. Benteke juga yang memang lebih leluasa dalam pergerakan yang bertujuan agar bisa mengalahkan Vito Mannone.

Ini cukup bagus untuknya yang memang Adam Lallana juga sudah bersiap mengarah pada Christian Benteke. Dirinya juga yang ingin berikan peralwanan kepada Vito Mannone. Kesempatan bagus untuk mereka yang memang seperti pernah dibicarakan oleh rekannya tersebut. Persangan bersama rekannya tersebut saat pernah berhasil yang memang mampu pertahankan sebanyak satu angka. Para pemain juga sudah perlihatkan kemampuan terbaiknya disaat itu yang memang ini seperti dibicarakna oleh pelatihnya tersebut.

Penampilan Leicester City Dikagumi

Leicester City

Diketahui kalau tim tersebut juga sudah mulai ada perkembangan yang memang Leicester City akan bersaing tepatnya di Premier League yang memang adanya Hertha Berlin yang bersaing tepatnya di Bundesliga yang memang bersama Celta Vigo yang persaingan tersebut tepatnya diajang La Liga yang bersama Angers SCO yang juga dengan Stade Malherbe Caen tepatnya diajang Ligue 1. Ini juga yang bersama dengan Stade Mlherbe Caen yang menag ini juga yang akan membuatnya bermain saat berada dimusim sekarnag yang sudah sampai pada posisi ketiga yang membuatnya bersaing tepatnya diLigue 1, ini juga yang berniat agar mereka bisa menyingkirkan Olimpique Marseille.

Keunggulan tim ini agar bisa berada diposisi ketiga klasemen yang tepatnya diajang Ligue 1 yang memang mereka juga mengatakan kalau ini hal biasa untuknya. Dengan keberhasilan yang dimilii oleh Caen, ini juga yang sampai pertandingan mereka dimusim berikutnya dengan bersama pemain andalna yang akan bemrain dimusim berikutnya yang merupakan Sloan Priva yang dengan Mathieu Duhamel yang dengan Lenny Nangis.
Patrice Garande yang merupakan manager terbaik Cane yang memang kontraknya untuk bermain dimusim pertamanya tersebut yang sampai pada tahun 2012, ini juga yang membuatnya ingin agar bisa bermain berssama pemain berikutnya dengan ini mereka akan bermain bersama delapan pemain yang memang sudah menjadi pemain andalan. Ini juga dengna kehadiran para pemain yang telah berharap agar bisa bermain dengan Garande.

Mereka juga yang akan memberitahukan langsung kepad aCane yang memang ini juga membuatnya ingin memberikna penyerangan balasan kepada lawannya tersebut. Bersama para pemain andalan yang bersiap bermain tepatnya berada di Caen, dengan adanya Nicolas Seube yang memang bertujuan memberikan perlawanan kepada Andy Delort yang terukur dari staminanya dalma berlari. Ronny Rodelin yang bersama Vincent Bessat juga yagn akan bertanding menjadi pemain sayap yang bersama Delort. Ini juga pantas untuk tim yang memang ingin memberikan penyerangan, Caen juga yang belum mengutamakan mereka untuk mengontrol bola dalam laga tersebut.

Benteke Mampu Pertahankan Sunderland

Tim Liverpool akan selesaikan tahun 2015 saat keberhasilannya dengan skor 1-0 yang memang akan hadapi tim Sunderland. Diketahui kalau saja Christian Benteke jua ingin agar bisa bermain di laganya itu. Mereka juga yang akan bersiap bermain tepatnya ke Stadium of Light. Ini juga yang menjadikan Liverpool sudah mampu bermain dengan bagus yang memang mereka juga sudah sering berusaha untuk bisa memasukan gol. Terhitung sudah memasukan sebanyak 15 serangan yang memang apa yang mereka lakukan sudah akurat. Tim Sunderland yang sudah memiliki tujuh kali upaya untuk melakukan serangan yang memang sudah dua kali ingin menuju pada markas lawannya tersebut.

Ini tidak mudah untuk mereka yang dlama pertandingan saat bersama dengan tim Liverpool, ini juga tidak mudah untuknya agar bisa masuk dalam lini berthaan lawan. Yang memang masih ada gol saat berada dalam babak awal, Liverpool juga yang memang ingin menyelesaikannya yang sampai pada pertandingan babak kedua setelah ini . Benteke juga yang sudah mendapatkan bola sehingga ini juga sudah mulai mengarah kepada Nathaniel Clyne yang memang bersamaan dengan Adam Lallana yang memang pernah tidak berhasil menguasainya dengan bagus. Ini juga berbeda dengan lawannya tersebut sehingga Benteke juga pernah berhasil mengalahkan Vito Mannone yang walaupun belum ada catatan gol.
Ini juga ingin agar bisa memasukan tiga poin saat membuat Liverpool berhasil berada diurutan keenam dengna sudah kumpulkan sebanyak 29 poin dalam 18 pekan yang dimainkannya tersebut. Mereka juga sudah raih sebanyak empat poin yang memang bersamaan dengan tim Tottenahm Hotspur yang sudah tempati posisi ketiga dengan persaingan tepatnya diajang Liga Champions. Ini juga menajdikan Sunderland akan tempati posisi ke 18 dengan sudah mencapai 11 poin.

Tim Liverpool juga yang sudah mengontrol laga tersebut, ini juga tidak mudah untuk mereka yang bermain saat berada dalam menit ketiga yang memang penyerangan sudah mampu dilakukan oleh Nathaniel Clyne. Bola tersebut juga sudah mengarah akurat pada penjaga gawang tim Sunderland.

MU Tetap Pertahankan Van Gaal

Louis Van Gaal

Manchester United masih menjadi tanda tanya besar soal masa depan anak-anak asuhan mereka, sejauh ini memang penampilan dari skuad Setan Merah ini masih belum stabil saat menjalani laga yang mereka tempuh. Melainkan hasilnya pun sama sekali sangat minim dengan hasil kemenangan, tentunya hal ini mengaitkan masa depan pelatih utama United sendiri. Sebagaimana pun hasil ini membuat sejumlah pertanyaan didapati  pihak manejeman Setan Merah mengenai masa depat pelatih tersebut, pelatih yang dimaksudkan ialah Louis Van Gaal yang saat ini masih menjadi pertanyaan besar bagi media Inggris.

Sebelumnya namanya juga sempat menjadi perbincangan hangat bagi pencinta dunia Sepakbola, dan hal ini pun tidak terhindarkan soal kegagalannya untuk membuat tim skuad Setan Merah ini tampil buruk di musim ini. Tepatnya itu terjadi dalam delapan pertandingan terakhir, hasil minim ini pun terus berlangsung menjadi pertanyaan besar bagi klub ini. Apakah pihak manejeman akan terus mengunakan jasa dari pria berkebangsaan Belanda, dan hal ini terlihat jika posisi sebagai pelatih utamanya bersama tim skuad Setan Merah terancam.

Meski begitu dengan hasil yang mereka raih sejauh ini minim sekali dengan hasil maksimal, namun anak-anak asuhan Louis Van Gaal muncul hasil laga yang dapat disebut adalah hasil yang segara. Bukan dengan hasil menang sewaktu menjalani laga di pekan ke-19, dan itu terjadi saat pasukan Setan Merah ini berhasil menahan hasil imbang dari tim tamu Chelsea di Old Trafford yang terjadi pada Hari Selasa 29 Desember kemarin WIB.

Salah satu alasan yang tepat untuk pihak manejeman United tetap mempertahankan pelatih asal Belanda ini pun terlihat sangat jelas, hubungan antara pelatih dengan pemain memang sangat penting bukan agar dalam tim skuad bisa membangun penampilan yang baik di atas lapangan. Morgan Schneiderlin serta kolega dilihat adalah pemain yang bekerja keras dalam pertandingan Setan Merah, dan hal inilah menjadi Louis Van Gaal masih dipercaya bisa membangkitkan tim skuad Manchester Merah itu.

Ancelotti Ingin raih Trofi Di Jerman

Carlo Ancelotti

Seperti yang sudah diketahui jika nama dari pelatih asal Italia ini memang kerap menjadi perbincangan yang hangat saat menjelang musim dingin 2016, lebih tepatnya jika nama dari Carlo Ancelotti yang disebut-sebut adalah sosok yang ditunjuk sebagai suksesor dari pelatih sebelumnya yang membesut anak-anak asuhan  Bayern Munich.  Mantan pelatih Real Madrid ini pun diberitakan telah menadapatkan kepercayaan yang amat baik dari pihak manajeman Bayern sendiri, dengan mendapatkan kepercaya untuk membesut anak-anak asuhan mereka.

Sebelumnya, Carlo Anceloti ini diberitakan akan mengantikan posisi pelatih Pep Guardiola yang akan hengkang dari Allianz Arena pada musim 2015-2016. Namun ada beberapa hal yang sempat dibeberkan oleh pelatih berkebangsaan Italia itu, Pria berusia 56 tahun ini juga menyebutkan jika ada beberapa cara agar tim besutannya bisa meriah kesuksesan setelah dia tangani nantinya. Bagaimana dengan cara yang dimaksudkan oleh Carlo Ancelotti, mungkin ini bisa terjadi sebab sebelumnya dia juga sempat membawa nama Madrid meraih tiel juara juga.

“Saya emmang masih belum pernah menjalani karier di Jerman, namun semuanya akan menjadi tantangan baru bagi saya. Dengan bergabung dengna tim skuad Bayern Munich mungkin menjadi salah satu tantangan yang berat, namun saya berkeingginan meraih hasil yang sukses pada ajang kompetisi Liga Jerman. Terget yang saat ini dipikiran saya sendiri, ialah dengan meraih beberapa titel gelar Jerman dan Eropa  sewaktu saya membesut tim skuad Die Roten.”Ucap Carlo Ancelotti.

“Saya yakin jika saya dapat meriah hasil yang sukses bersama tim baru yang akan saya tangani nantinya, sebab semuanya bisa berjalan dengna lancar jika kedua pihak bisa memiliki hubungan yang baik. Seperti pelatih dengan para pemain-pemain yang  memiliki hubungan baik, tentunya itu akan lebih memudahkan disetiap laganya. Jika semuanya terjalin baik antara satu tim, saya rasa hal itu sangat-sangat dibutuh dalam sebuah tim yang akan mempermudah proses penyampaian taktik yang akan saya terapkan nantinya.” Lanjutnya.

Guardiola Pelatih cukup unik

Pep Guardiola

Kabarnya dari eks pelatih berkebangsaan Spanyol, Pep Guardiola yang disebut-sebut memiliki cara yang unik dalam memberikan arahan kepada anak-anak asuhanya sewaktu memberikan sesi latihan. Lebih tepatnya jika pelatih berusia 44 tahun ini dapat dikatakan salah satu pelatih yang memiliki cara melatih anak-anak asuhanya yang paling menarik, mungkin hal ini juga terjadi kepada pelatih yang lainnya. Sebagaimana seseorang pastinya memiliki daya tarik atau cara lain untuk memberikan arahan kepada setiap peamin yang mereka bimbing, dan hal ini juga tak kalah menariknya dari pelatih Pep Guardiola.

Sebelumnya, Pep Guardiola yang dapat dikatakan memiliki karier yang cukup bagus dalam bidang sepakbola, melainkan sebagai pelatih yang sejauh sudah menangani lebih dari satu klub ternama. Akan tetapi hasilnya pun dapat diakui sangat bernilai positif, cara yang dimiliki Guardiola ini pun terbilang sangat unik saat melakukan penyampaian taktik-nya kepada anak-anak asuhanya. Dan itu pun mengarah pada pertandingan apapun yang akan mereka jalani, salah satu contohnya seperti yang dilakukan Guardiola yang dilihat begitu uniknya saat memberikan arahan kepada setiap pemain  yang diasuhnya.

Ternyata hal ini juga membuat salah satu anak-asuhanya di klub Bayern Munich sempat angkat bicara, yaitu Javi Martinez yang sempat memberikan komentar positif mengenai eks pelatih-nya tersebut. Javi Martunez yang sedikit membuka kartu soal cara melatih dari pria beruisa 44 tahun itu, dan salah satu cara yang dilakukan Guardiola ialah memberikan 200 rekaman vidio pertandingan yang harus dipelajari. Dan rekan yang harus dilihat 200 rekaman, ini tidak dibeda-bedakan melainkan harus dijalani semua pemain-pemain tim skuad.

“Sajauh ini kami memang tidak dapat menghindari kata-kata kesuksesan yang telah kami raih bersama pelatih Pep Guardiola, hal ini juga dapat berhasil dengan arahan yang diberikan pemimpin yang hebat seperti pria berusia 44 tahun ini. kami memang banyak melakukan mencari sisi taktik, Guardiola mengajarkan banyak hal soal dunia sepakbola. Cara melatihnya memang unik dan berbeda sekali yang sempat saya dapati, namun soal hasil yang kami raih pun dapat dijempoli jika dia benar-benar pelatih yang luar biasa” Ucap Martinez.

Leicester hanya bertahan imbang dengan City

Leicester City

Leceister City kembali berhasil menahan amukan dari Manchester City, namun minimnya efektifitas dari serangan balik tepatnya tuan rumah ini hanya menahan hasil imbang tanpa adanya gol dari im King Power pada stadium arena.

Dari pihak The Foxes gagal lagi dalam perebutan puncak klasemen yang kini di tangani oleh besutan Wenger. Pada awal babak pertandingan Citizen dengan tegas bahwa merekalah yang memimpin dominasi permain, layaknya para pilar Kevin De Bruyne, David Silva, serta Rahem Sterlign secara berganti gantian dalam membat peluang kepada si ujung tombak yang tidak lain Sergio Agueo, akan tetapi susunan para pertahanan Foxes cukup rapi sekali pada malam itu.

1 peluang terbaik masih sanggup di ciptakan citizens, sterling pun kemudian memberikan celah kepada rekannya setelah itu langsung di berikan umpan terhadap Bruyne tepatnya di kotak terlarang. Beberapa saat kemudian dia pun menembakkan bola dengan keras, namun sayang bola tersebut masih berhasil di tahan Kasper Scmechel.

Laga yang berlangsung sudah 30 menit akhirnya tim Leceister gantian mengantam daerah rawan Citizen, dengan dahlil atas kesalahan yagn di buat gelandang city, akhirnya menciptakan peluang yang di dapatkan oleh Riyad Mahrez dan rekannya Jamie Vardy. Namun sayang sepakan kedua pemain tersebut masih meleset di samping gawang.

Sebelum turun minum, Fernandinho membuat kesalahan dalam operan alahasil bola pun di rebut pemain Ngolo kante. Gelandang tersebut langsung melesatkan bola di hadapan Vardy, namun untuk urusan skor masih belum bisa di tambahkan. Masuk di baba ke 2 , City kembali memberikan tekanan yang sama seperti sebelumnya.

Pasukan Claudio Ranier sepertinya tidak ada segan segan dalam menahan segelontor serangan city, dengan tenang skuad Leceister bertahan dan membalikkan serangan mereka dengan buas. Namun tidak ada perubahan apapun dari skor kedua tim ini. Alhasil sampai menit ke 90 kedua tim masih 0-0 dan menutup acara laga tersebut yang berada pada kandang Leceister, tim tuan rumah pun kecewa tidak bisa merebut posisi peringkat atas mereka.