Monthly Archives: May 2015

Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir Terhenti Di Semifinal Australia Open 2015

Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad

Ganda campuran asal Indonesia, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir gagal melaju kebabak final Australia Open Super Series 2015. Mereka dipaksa menyerah oleh pasangan Hong Kong Lee Chun Reginald dan Chau Hoi Wah dengan skor 8-21, 21-9, serta 15-21. Dengan demikian, langkah Indonesia harus terhenti dibabak semifinal. Pasangan yang dikenal dengan nama Owi/Butet ini menjadi satu-satunya wakil Indonesia di pertandingan ini. Bermain di Sydney Olympic Park kedua pasangan peringkat ketiga dunia tersebut bermain dalam waktu 51 menit.

Di gim pertama, Owi-Butet bertarung sengit dengan Reginald-Chau. Sempat sama diangka 6-6 namun mereka lengah dan terpancing permainan lawannya. Reginal dan Chau sukses menang dengan skor 21-8.

Di set kedua, Owi dan Butet justru bangkit. mereka belajar dari kesalahan pertama. bahkan mereka unggul telak dengan kedudukan 21-9 dan memaksa rubber game. sayangnya di partai penentu mereka tidak sanggup keluar dari tekanan. pasangan Reginald-Chau berhasil mengakhiri skor 21-15 dan lolos ke babak semifinal.

“Kami sebenarnya main bagus di awal gim, namun masuk pertengahan kami mulai goyah. Kami banyak melakukan kesalahan dan susah mengatasinya. Mereka pun cepat memanfaatkan kondisi tersebut,”ucap Butet seperti yang dilansir media AgenTaruhan.name.

“Awalnya kami bisa menyamakan poin. Di gim pertama kami tertekan, di set kedua kami mengatasinya dan di gim ketiga kami mendapat serangan terus-menerus. Kami tak bisa keluar dari gaya permainan mereka sehingga banyak membuang poin,”timpal Tontowi Ahmad.

Ini merupakan pertandingan keempat bagi kedua pasangan tersebut. Sebelumnya Owi-Butet sudah bertemu pasangan Reginald-Chau di ajang BWF World Championships, OUE Singapore Open 2015, dan Dong Feng Citroen Badminton Asia Championships di Tiongkok. Dalam tiga pertemuan itu, Owi-Butet selalu menang.

Hellas Verona Imbangi Juventus 2-2

Juventus

Hellas Verona sukses meredam Juventus 2-2 di pertandingan terakhir Serie A Italia. sempat tertinggal dua kali melalui gol Roberto Pereyra dan Fernando Llorente, namun tuan rumah bangkit dan membalasnya lewat Luca Toni serta Juanito Gomez. Tambahan satu angka ini menempatkan Hellas di posisi ke-12 klasemen dengan mengantongi 46 poin.

Bermain dihadapan publik Marcantonio Bentegodi, Hellas menerapkan permainan menyerang. Pelatih Andrea Mandorlini menempatkan striker Luca Toni sebagai ujung tombak. Sementara Jankovic, Juanito Gomez, dan Emil Hallfredsson di sektor tengah. Tuan rumah sudah menebar ancaman pada menit kelima dimana Toni melakukan tembakan dari luar kotak penalti. Namun bola masih melebar dari gawang yang dijaga Gianluigi Buffon.

Juventus sendiri tampil dengan banyak pemain bintangnya. Paul Pogba menjadi kunci permainan I Bianconeri. Marchisio mencoba peruntungannya dengan melepaskan tendangan spekulasi, tapi bola masih melayang diatas gawang Hellas. Dimenit 33, Hellas mendapat kans untuk mencetak gol. Juanito memberikan operan kepada Hallfredsson dan mengirimkan umpan silang yang ditanduk Toni. Sialnya, bola masih belum tepat sasaran. Beberapa menit kemudian, Juventus yang meneror gawang tuan rumah. Llorente yang mendapat bola lalu melakukan eksekusi tapi bola masih menerpa tian gawang Rafael. pada menit 42, barulah Juventus membuka skor lewat gol brilian Pereyra. kedudukan 0-1 bertahan hingga jeda untuk keunggulan Juventus.

Di babak kedua, Hellas membuka permainan dengan bagus. pada menit 48 mereka berhasil menyamakan skor menjadi 1-1. Hallfredsson yang melakukan penetrasi sukses memberikan bola kepada Toni untuk dikonversi menjadi gol.

Tidak berselang lama, Juventus kembali unggul 1-2. Simone Padoin menyodorkan bola kepada Llorente. kemudian mantan pemain Athletic Bilbao itu berhasil menggetarkan jala Rafael. Pada menit 85, wasit memberi hadiah penalti kepada Juve menyusul pelanggaran Pepe diarea terlarang. sayang, Tevez yang maju sebagai algojo gagal melaksanakan tugasnya. Kiper Rafael mampu mementahkan tendangan pemain Argentina tersebut. Justru Hellas yang sukses menyeimbangkan kedudukan pada menit injury time lewat sundulan Juanito. Skor 2-2 bertahan untuk kedua kubu.

Pazzini Sebut Ada Banyak Faktor Pengaruhi Penampilan Milan

AC Milan

Giampaolo Pazzini mengaku ada beberapa alasan yang menyebabkan penampilan AC Milan terlihat buruk pada musim ini. sebagaimana diketahui klub yang diberi julukan I Rossonerri tersebut gagal bersaing di tim papan atas Serie A Italia. Penampilan yang tidak konsisten membuat mereka beberapa kali mendapat kekalahan. Bahkan tahun ini lebih parah ketimbang tahun sebelumnya dimana Milan hanyak duduk di posisi ke-10 klasemen akhir. Skuad besutan Filippo Inzaghi tersebut kesulitan bersaing dengan Juventus, Lazio, atau AS Roma dan lebih sering berkutat di papan tengah. Mereka tak berdaya menghadapi tim papan bawah sekelas Torino, Genoa, dan Sampdoria yang urutan peringkatnya lebih baik di musim ini. Sampai sejauh ini, Milan masih tertahan di posisi ke-10 dengan mengantongi 49 poin dari 37 pertandingan. Sebanyak 12 kekalahan dan 13 kali imbang menjadi pukulan telak dimana Milan dipastikan tidak akan tampil di kompetisi Eropa musim depan.

“Tidak mungkin ada satu penyebab saja. Sudah ada beberapa kesalahan yang tidak dibenahi,”ujar Giampaolo Pazzini seperti yang dilansir media Football Italy.

“Banyak pertandingan yang sudah kami lewati. Namun kami belum bisa tampil konsisten untuk membangun kepercayaan diri pemain.”

“Penerapan formasi 4-3-3 membuat kami kesulitan terutama bagi penyerang. mungkin cara kami bermain lebih bagus dengan menempatkan dua pemain sayap di lini depan,”tambahnya.

Saat disinggung mengenai masa depannya, Pazzini masih belum berkomentar banyak. Dia mengaku baru akan mengambil keputusan setelah kontraknya yang akan berakhir pada musim panas nanti.

“Saya tidak ingin bicara itu. Sekarang kami hanya fokus pada pertandingan terakhir. kami ingin menang di partai tersebut. Soal kontrak, memang benar akan habis namun saya belum membahasnya dengan siapapun. Saya siap menerima keputusan klub ini,”timpalnya lagi.

Di pekan ke-38, Milan sudah ditunggu klub Atalanta di stadion Atleti Azzurri d’itallia. Milan sendiri berhasrat membalas kekalahan mereka sewaktu di San Siro di pertemuan pada tanggal 18 Januari 2015 lalu. Kala itu, Milan kecolongan lewat gol tunggal Germain Denis pada menit 33.

Klopp Ingin Beri Kado Manis Untuk Dortmund

Borussia Dortmund

Partai krusial DFB Pokal melawan Wolfsburg akan menjadi kado perpisahan Juergen Norbert Klopp sebagai pelatih Borussia Dortmund musim ini. Kemenangan tentu menjadi harapan Klopp untuk memberikan Die Borussen satu gelar menginggat tahun ini mereka belum mendapatkannya.

Sebagaimana diketahui pelatih berusia 47 tahun itu memutuskan untuk pergi dari Dortmund. Klopp sendiri telah menjalin kerja sama dengan Dortmund selama lebih tujuh tahun. Tentu pelatih kelahiran Jerman Barat itu menjadi sosok istimewa di Signal Iduna Park. Dengan campur tangannya, Dortmund muncul sebagai tim yang patut disegani di Bundesliga maupun kompetisi Eropa. selama era kepelatihannya, Klopp telah banyak memberikan prestasi kepada Dortmund. antara lain dua gelar DFB Pokal, dua trofi Bundesliga, dan sukses menjadi runner-up Liga Champions musim 2013 lalu. Inilah yang menjadi alasan mengapa Klopp begitu dicintai oleh klub, presiden hingga para suporternya.

Namun musim ini menjadi masa-masa sulit Dortmund dimana mereka tampil begitu buruk. Di tinggal para pemain bintangnya, Dortmund tak berdaya menghadapi para pesaing di Bundesliga macam Wolfsburg, Bayern Munchen, Borussia M,gladbach, Bayer Leverkusen, Augsburg, dan Schalke 04. Bahkan mereka sempat menghuni dasar klasemen di awal musim. Selain itu mereka juga tersingkir dari ajang Liga Champions setelah dikalahkan Juventus pada babak 16 besar. Tapi untungnya di paruh kedua musim penampilan Dortmund mulai membaik. secara perlahan Klopp mampu membawa timnya keluar dari zona degradasi. Mereka pun harus puas finish di urutan ketujuh klasemen akhir Bundesliga dan akan menjalani babak play-off UEFA League.

Klopp sendiri masih punya peluang untuk membawa Marco Reus dkk meraih gelar di ajang DFB Pokal. Manajer yang pernah membesut FSV Mainz 05 tersebut punya catatan bagus dengan membawa Dortmund dua kali juara.

“Saya ingin sekali memberi kado perpisahan ini dengan manis, tentunya dengan parade juara mengelilingi kota.”

“Masih ada yang harus saya lakukan. Kami punya laga penting di final. Semoga saja saya bisa memberikan kemenangan sebelum pergi dari Dortmund,”pungkas Klopp.

Owi-Butet Ke Semifinal Australia Open 2015

Owi-Butet

Pasangan Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir menjadi satu-satunya wakil atau kontingen Indonesia di babak semifinal turnamen Australia Open Super Series 2015. Ganda campuran terbaik Indonesia itu lolos setelah mengalahkan pasangan kuat asal Inggris, Chris Adcock-Gabriele Adcock lewat dua gim langsung 21-9 serta 21-12. Sementara di nomor ganda putri, Greysia Polii-Nitya Krishinda Maheswari harus angkat koper setelah ditumbangkan pasangan unggulan dari China, Tang Jinnghua-Tian Qing. Mereka tak berdaya menahan gempuran pasangan asal Negeri Tirai Bambu tersebut dan menyerah lewat skor 18-21, 16-21.

Dalam pertandingan di lapangan Sydney Olympic Park Sports Center, ganda campuran yang akrab disapa Owi dan Butet itu sempat mendapat perlawanan di awal gim. Mereka tertinggal 2-0 dari pasangan suami istri asal Inggris. Namun sehabis itu Owi-Butet mampu bangkit dan terus unggul hingga menang. Di partai kedua tekanan ganda campuran peringkat tiga dunia itu makin ganas. Owi-Butet tidak kesulitan dan menyudahi permainan dalam kurung waktu setengah jam.

Selanjutnya di babak semifinal, Owi-Butet akan berhadapan dengan pasangan tangguh Lee Chun Hei Reginald dan Chau Hoi Wah. Ganda campuran asal Hong Kong itu sukses meraih satu tiket setelah menundukkan unggulan ketiga asal Denmark, Joachim Fischer Nielsen-Christina Pedersen melalui rubber set 21-16, 13-21, dan 21-19.

Lantas ini menjadi pertemuan keempat kalinya antara Owi-Butet dengan Reginald-Chau. Sebelumnya mereka sudah pernah berhadapan di ajang BWF Championship 2013, OUE Singapore Open 2015 dan turnamen Wuhan Badminton Asia Championship di Dong Feng beberapa waktu lalu. Pada tiga pertandingan tersebut, Owi-Butet masih memimpin dengan kedudukan 3-0. Di lihat dari rekor pertemuan keduanya, tentu mereka tak akan sulit mengalahkan Reginald-Chau.

Rafael Benitez Tangani Real Madrid Musim Depan

Napoli

Nama Rafael Benitez semakin kencang terdengar setelah dirinya dipastikan melatih Real Madrid musim depan. Presiden Florentino Perez secara resmi mengumumkan bahwa Carlo Ancelotti telah dibebastugaskan sebagai pelatih beberapa waktu lalu. Hal ini berhubungan dengan gagalnya Don Carlo memberikan gelar pada Los Blancos. Perez pun akhirnya menunjuk Benitez untuk menangani Cristiano Ronaldo cs tahun depan. Hal itupun dibenarkan oleh agen kenamaan Italia, Ernesto Bronzetti yang menyebutkan dirinya yakin 99 persen jika Benitez akan menjadi pengganti Ancelotti di Santiago Bernabeu.

Sebagaimana diketahui, Benitez baru saja memutuskan mundur dari jabatan pelatih utama SSC Napoli. manajer berusia 55 tahun itu akan mendampingi Dries Mertens dkk pada laga terakhirnya di stadion San Paolo pada hari Minggu nanti. Napoli sendiri akan menjamu Lazio di pertandingan terakhir Serie A Italia pekan ke-38.

“Saya senang berada disini. Tak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada presiden, klub dan juga para suporter. Saya akan menyudahi petualangan saya di kota Naples,”ucap Benitez pada acara konferensi pers kemarin.

Mantan pelatih Liverpool itu diboyong ke Napoli pada tahun 2013 lalu. Selama berkarier di sana, Benitez telah memberikan prestasi kepada I Partenopei dengan satu trofi Coppa Italia dan Piala Super Italia. Musim ini pun Rafael Benitez masih punya kesempatan untuk membawa timnya ke Liga Champions musim depan. tapi dengan syarat mereka wajib menang melawan Lazio. Saat ini, Gonzalo Higuain cs masih duduk di posisi ke-4 klasemen dengan mengantongi 63 poin atau selisih tiga angka dari pasukan Stefano Pioli. Kemenangan menjadi kunci mutlak Napoli untuk bersaing di kompetisi Eropa.

“Pekan terakhir kami akan menghadapi sebuah pertandingan krusial dimana saya berhasrat memenangkan klub ini. Sangat pantas bila Napoli bisa bermain di ajang Liga Champions musim depan,”papar Benitez.

“Tentu ada kesedihan kala meninggalkan pekerjaan di mana orang-orang memperlakukan saya dengan baik. Napoli selalu membuat saya nyaman dari awal hingga sekarang,”tutup pria yang juga pernah membesut klub Inter Milan pada tahun 2010 silam.

Indonesia Hanya Sisakan Dua Wakil Di Perempatfinal Australia Open 2015

Owi-Butet

Pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir melenggang ke babak perempatfinal Australia Open Super Series 2015 usai menaklukan Keigo Sonoda-Naoko Fukuman dari Jepang. Meski sempat tertinggal di gim pertama, namun Owi-Butet sukses membalikkan keadaan dan menang lewat rubber set 18-21, 21-17, serta 21-11 dalam waktu 55 menit. Dengan demikian, Kontingen asal Indonesia hanya meloloskan dua wakil saja ke babak delapan besar tanpa sektor ganda putra. Sebelumnya, Greysia Polii dan Nitya Krishinda Maheswari yang bermain di nomor ganda putri sukses mengalahkan pasangan Jwala Gutta-Ashwini Ponnappa dari India dengan skor 21-14 serta 21-10.

Bermain di lapangan Sydney Olympic Park, Owi-Butet kesulitan di set pertama. Mereka terbawa permainan dan harus menyerah 18-21. Akan tetapi di partai kedua dan ketiga, pasangan Owi-Butet bangkit dan sanggup mengatasi tekanan dengan meraih kemenangan. Di pertandingan lain, dua ganda putra Indonesia malah harus tersingkir. Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira dan Ade Yusuf tak berdaya menghadapi pasangan unggulan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Lee Yong Dae-Yoo Yeon Seong lewat skor 9-21 dan 14-21.

Markis Kido dan Agripinna Primarahmanto Putera juga angkat koper setelah dihentikan pasangan Fu Haifeng-Zhang Nan dari China. Mereka kalah dua gim langsung melalui skor 13-21 dan 13-21.

Selain itu Praven Jordan dengan Debby Susanto juga menyerah atas pasangan Hongkong, Lee Chun Reginald dan Chau Hoi Wah lewat rubber set 19-21, 21-10, dan 8-21.

Di babak perempatfinal, Gresysia-Nitya akan berhadapan dengan ganda putri unggulan China, Tang Jinhua dengan Tian Qing. Sementara itu Owi-Butet akan merebut satu tiket ke semifinal dengan pasangan Inggris Chris Adcock dengan Gabrielle Adcock.

Gresyia-Nitya Dan Tontowi-Liliyana Ke Perempatfinal Australia Open 2015

Gresyia-Nitya

Ganda putri asal Indonesia, Greysia Polii dan Nitya Krishinda Maheswari menembus babak perempatfinal turnamen Australia Open Super Series 2015 usai mengalahkan pasangan Jwala Gutta-Ashiwini Ponnappa. Bermain di lapangan Sydney Olympic Park, Greysia dan Nitya langsung menang straight game 21-14, 21-10 dengan waktu 33 menit. Sebelumnya kedua pasangan tersebut sudah pernah berjumpa di Piala Uber dan Malaysia Open dimana Nitya dan Gresyia unggul 2-1. Di pertemuan pertama pada saat Uber Cup, Greysia dan Nitya harus takluk oleh pasangan India tersebut. Namun saat di turnamen Malaysia terbuka, kontingen Indonesia itu sukses meraih kemenangan. “Kami belajar dari beberapa pertemuan dengan mereka. sebelum tampil di lapangan kami sudah tahu apa yang harus dilakukan dan itu berhasil,”ucap Greysia seperti yang dilansir media AgenTaruhan.name. “Kemenangan ini sebagai modal persiapan kami untuk bermain lebih bagus lagi di partai berikutnya,”tambah dia. Mereka sendiri masih menunggu pemenang antara Poon Lok Yan-Ying Suet (Hongkong) dengan Tang Jinhua dan Tian Qing dari China. Selain Greysia dan Nitya, Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir juga melaju ke babak perempatfinal usai membekuk pasangan asal Jepang yakni Keigo Sonoda-Naoko Fukuman lewat rubber set 18-21, 21-17, dan 21-11. Namun sayang langkah mereka tidak bisa diikuti oleh pasangan Markis Kido-Agripinna Primarahmanto Putera yang bermain di sektor ganda putra. Kido dan Agri harus menyerah dari pasangan peringkat tujuh dunia, Fu Haifeng-Zhang Nan lewat skor 13-21 dan 13-21. Selain itu, Edu Subaktiar dan Gloria Widjaja di nomor ganda campuran juga angkat kaki setelah ditumbangkan pasangan Korea Selatan, Ko Sung Hyun dan Kim Ha Na. mereka takluk dua gim langsung dengan skor 15-21 serta 16-21.

Maretha-Suci Tantang Ganda Putri Denmark

Maretha Suci

Babak pertama ajang Badminton Australia Open 2015 mempertemukan dua kontingen asal Indonesia yang saling bentrok. Adalah ganda putri Maretha Dea Giovanni-Suci Rizki Andini dengan Anggia Shitta Awanda dan Ni Ketut Mahadewi yang langsung duel. Pasangan Maretha-Suci menjadi pemenangnya lewat rubber set yakni 21-14-17-21, dan 21-16.

Sehabis pertandingan, Suci mengaku bukanlah hal yang menyenangkan bila harus bertarung dengan sesama rekan mereka. Namun mau tidak mau mereka harus tampil dan saling mengalahkan. Yang jelas hal tersebut akan berdampak mengurangi kontingen Garuda Muda di partai berikutnya.

“Tentu tidak nyaman bertemu sesama rekan. Ini kan mengurangi kontingen kita. Lawan temen sendiri jadi memperlihatkan kemampuan masing-masing aja. Untungnya kami bermain bagus di pertandingan ini,” Ujar Suci.

Di set pertama, pasangan Maretha-Suci berhasil mengungguli Anggia dan Ni Ketut Mahadewi. Sementara di gim berikutnya mereka lengah sehingga bisa dikalahkan. Namun pada set penentu, Suci dan Maretha yang keluar sebagai pemenangnya.

“Lawan mereka agak sulit. Kami juga banyak melakukan kesalahan dan terbawa permainan mereka di babak kedua. Namun di game penentu kami lebih terbuka dan terus menekan Anggia dan Ni Ketut,”papar Maretha.

Di pertandingan selanjutnya, pasangan Maretha dan Suci akan berhadapan dengan pasangan tangguh asal Denmark. Christina Pedersen dan Kamila Rytter Juhl merupakan pebulutangkis unggulan. Mereka banyak difavoritkan untuk menang atas pasangan Suci dan Maretha dengan segudang pengalaman di berbagai turnamen bulutangkis. Meski demikian, baik Maretha dan Suci telah bertekad untuk tampil lepas. Mereka akan berjuang hingga gim terakhir.

“kami bermain all out saja. semoga kami mainnya bagus serta semuanya berjalan lancar di lapangan,” tutupnya.

Persipura Tunggu Keputusan AFC

Pahang

Posisi Persipura Jayapura di AFC Cup 2015 kian terjepit setelah Pahang FC menolak melakukan tanding ulang. Klub asal Malaysia itu menuntut langsung menang agar bisa lolos ke babak delapan besar Liga Champions Asia.

Sebagaimana diketahui, laga Persipura kontra Pahang batal digelar di stadion Mandala lantaran ada tiga pemain yang dinyatakan bermasalah dengan visa. Pihak imigrasi di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng tidak memberi izin penerbangan berikutnya kepada Ketiga pemain asing serta mereka dipersulit. Akibatnya tim Pahang merasa kecewa dan memutuskan kembali pulang ke Malaysia setelah semalaman berada di bandara. Seperti diberitakan harian Malaysia bahwa Football Association Malaysia (FAM) juga mendukung tuntutan Pahang yang ingin menang langsung tanpa bertanding ulang.

“PSSI telah menyampaikan surat kepada FAM dan mengaku bersalah atas kejadian tersebut. Menteri Pemuda Olahraga meminta seluruh badan pemerintah untuk tidak mendukung kegiatan PSSI. tampaknya mereka sedang berusaha menyelesaikan permasalahan ini,”beber Datuk Mohamad Amin selaku sekretaris jenderal FAM.

“Persipura ingin laga ulang tapi belum menentukan tempat berlangsungnya. Sementara Pahang sudah memberi surat kepada FAM untuk merekomendasikan kemenangan mereka di babak 16 besar AFC Cup. Kami juga senada dengan tuntuan Pahang,”tambahnya.

Sementara itu di kubu Mutiara Hitam, Osvaldo Lessa turut kecewa dengan masalah sepakbola yang terjadi di Indonesia. Terlebih dengan Boaz Solossa dkk yang sudah ingin tampil di lapangan namun harus batal. Selain itu, Persipura juga terancam sanksi dari federasi AFC.

“Kita harapkan yang terbaik untuk tim ini. Persipura sedang menunggu penjelasan PSSI kepada AFC. semoga semuanya berjalan dengan baik,”papar pelatih kelahiran Rio de Janeiro, Brasil tersebut.

“Paling penting kami masih ingin diadakan pertandingan ulang. kalau lawan minta yang lain itu urusan mereka. kami pasrah menunggu keputusan AFC,”sambungnya.

Osvaldo Lessa sendiri menjadi pelatih Persipura Jayapura musim ini menggantikan Jacksen F Tiago yang hengkang ke Penang FA. Sebelumnya pria berumur 48 tahun itu merupakan pelatih fisik tim Mutiara Hitam sejak 2009 hingga tahun 2014.